• Guru dapat mengkonfirmasikan pelajaran sesuai dengan kebutuhan nyata bukan hanya cukup dengan metode ceramah yang teoritis verbalistis
• Guru memahami dan mempergunakan keterampilan terbaru sesuai dengan tantangan dan perkembangan zaman sehingga murid dapat melaksanakan tugas-tugas produktif yang sesuai dengan tantangan yang di hadapi dalam dunia nyata
• Guru dapat memonitor dan mengevaluasi setiap perkembangan peserta didik sesuai dengan target yang diinginkan
Fondasi pengetahuan yang esensial bagi guru untuk membentuk pendidikan anak yang baik adalah
• merencanakan kurikulum
• disain pembelajaran
• penyusunan aktivitas langkah pembelajaran
• diagnosa dan mempelajari keperluan murid
• mengorganisir kelas;
• pengajaran kemasyarakatan dan keterampilan academic.
Konsep dan teori di bab ini menyediakan satu cara untuk berawal memikirkan belajar. Dengan mengeksplorasi ide Core ini, calon guru dapat belajar mengidentifikasi beberapa bentuk bukti terpelajar, dapat menghargai bagaimana caranya mengevaluasi dan mengaji ini, dan akhirnya, dengan dukungan, dapat mengerti bagaimana caranya mengenali dan meletakkan ke dalam praktek fitur dari kelas yang dukungan terbaik macam-macam learning yang mereka cari. Idealnya, `conceptualizations` sekitar belajar juga dapat menyediakan satu landasan penghubung semua dari area penting dari keahlian guru itu kebutuhan untuk mengembangkan untuk menolong semua murid menggapai sukses.
Mempersiapkan Guru Baru untuk Menciptakan `Developmentally` appropriate
Kelas dan Sekolah
Memberi kesempatan kepada murid untuk berinteraksi secara social, membangun dan menata emosi secara produktif dan memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar kelompok
Selasa, 10 Februari 2009
BAGAIMANA PENGETAHUAN UTAMA DAN PENGALAMAN DUKUNG PEMBANGUNAN
Satu model pembangunan yang muncul dari pekerjaan awal dari `Piaget` adalah yang di situ adalah langkah pengembangan yang tertentu yang menentukan bagaimana orang-orang umumnya memikirkan apapun semacam pokok pembahasan. Pekerjaannya `Piaget` (didiskusikan dengan singkat di Bab Dua) telah mempunyai satu pengaruh dalam dan penting di dalam memikirkan developmentnya anak-anak. Dia mengembangkan baik dokter yang bekerja klinik struktur mewawancarai yang pasak uji bagaimana students memikirkan setiap hari peristiwa dan bagaimana perubahan penalaran mereka. Satu ilustrasi diperlihatkan pada “ Satu Contoh dari `Piaget` Mengerjakan Pembangunan dan Pemikiran.”
Satu Contoh dari `Piagef` s Mengerjakan Pembangunan dan Pemikiran
Satu anak melihat satu dewasa mengambil dua Pitcher serupa, masing-masing terisi dengan yang sama sejumlah air. Satu Pitcher biasanya mengisi salah satu gelas (satu jangkung, gelas sempit); Pitcher yang lain biasanya mengisi lebih pendek, gelas lebih tebal. Apakah berdua gelas mengandung yang sama sejumlah air? Dewasa akan berkata ya. Anak-anak di sekitar umur dari lima sering mengatakan tidak ada dan memungut gelas dimana permukaan air adalah lebih tinggi. Cuma beberapa bulan yang akan datang, itu anak yang sama mungkin berawal menjawab satu dewasa seperti. Apa terjadi menyebabkan perubahan ini?
Temuan risetnya `Piagef` pimpin dia untuk mengembangkan satu “ teori langkah ” yang pergeseran kwalitatif penting `posited` di pembangunan seperti anak-anak didewasakan. Langkah paling awal melibatkan pembangunan `sensorimotor`, diikuti oleh `preoperational` memikirkan, kemudian wujudkan operational memikirkan ketika anak-anak mampu untuk memahami konsep seperti konservasi dari hal, dan akhirnya, operasional formal atau pikir memisahkan.
Langkahnya `Piaget` teori yang sering telah adalah diinterpretasikan untuk mengasumsikan seseorang itu taraf pengembangan current menentukan bagaimana dia atau dia memikirkan apapun pokok pembahasan. Pembahasan lebih baru memperlihatkan orang-orang itu pengetahuan dari pokok pembahasan juga mempengaruhi kesempurnaan dari pemikiran mereka; dengan demikian orang yang sama mungkin memikirkan `abstractly` tentang area sesuatu dari pengetahuan dan jauh lebih dengan nyata sekitar lain. Keseluruhan, kemampuannya anak-anak untuk memikirkan dan alasan telah diperlihatkan ke depend on the extent to which they are familiar with the content being reasoned about and have had a range of experiences upon which to draw (Donaldson, 1978; `Flavell`, 1994; `Siegler`, 1998).
Sebagai satu ilustrasi, peneliti telah menemukan bahwa anak-anak semuda empat dapat memahami konservasi kalau mereka dapat memanipulasi materi dan mendiskusikan reasoning mereka dengan seseorang siapa telah memahami konsep (Bidang, 1987; Mayer, 1992). Murid lebih tua umur keunsuran dapat belajar menyelesaikan masalah logis ide hipotetis involving kalau mereka diajari pemecahan masalah sesuai strategies (S. Searah angin, 1985) dan dapat memisahkan dan mengontrol variabel kalau mereka diberikan kesana-sini arahan bagaimana caranya melakukan (Metz, 1995). Dan sebaliknya, remaja dan dewasa mungkin berpikir dengan nyata area kesana-sini dimana mereka adalah kurang pengalaman (`Byrnes`, 1988; `Kuhn`, `Mila` Garcia, `Zohar`, dan Anderson, 1995; `Pascarella` dan `Terenzini`, Keputusan bidang pendidikan.” Contoh ini memperlihatkan bagaimana dugaan sekitar intervi produktif mendekati untuk murid harus diuji dalam kaitan dengan teori nyata dan permintaan lain satu perbuatan tersetel seperti halnya supports bahwa ini menawarkan untuk belajar.
Pembangunan serpih dan Keputusan Bidang Pendidikan
Satu murid sekolah menengah sedang mempunyai kesulitan di sekolah. Test ungkap bahwa dia yang punya satu masalah proses bahasa yang lebihi jangkauan dengan variabilitas khas. Di particular, kemampuan dia untuk mengulangi kalimat dari pendek memori jangka setelah mendengar mereka adalah satu masalah: dia dapat mengingat kalimat yang hanya satu-setengah kesana-sini sepanjang itu dengan secara khas anak-anak berkembang. Bagaimanapun, pendek memori jangka dia untuk keterangan visuil adalah di atas normal.
Karena akibat dia mempelajari masalah, menyekolahkan diputuskan yang resmi ke opsi dia pada kursus dasar agak dibandingkan lagi memperkaya sesuatu. Antara lain, di sana adalah satu memperkaya `bioiogy` kursus itu kumpulan terbelit dengan percobaan langsung dan pekerjaan laboratori sebagai tambahan terhadap khas isi suatu kursus dasar. Pejabat sekolah yakin itu kursus dasar adalah semua dia dapat menangani dan mendaftarkan dia di situ.
Satu kawan dari keluarganya anak adalah satu ahli sains belajar pemimpin dan dengan seketika menggergaji masalah dengan keputusan ini. Kursus dasar adalah hampir semua murid lisan membaca teks dan mendengarkan ceramah kuliah. Ini secara tepat area dimana anak perempuan yang punya masalah processing. “ perkaya ” kursus menyediakan satu array dengan visuil dan `tactile` experiences dan, karena akibat itu dimainkan ke kekuatannya anak perempuan.
Keputusan akhirnya terbuat ke opsi anak perempuan pada diperkaya kursus dan dia bekerja lancar, melewati dengan satu “ c.” Di sana adalah tidak ada kemungkinan dari penciptaan satu group kontrol dan membandingkan kinerjanya anak perempuan di kedua-duanya alam lingkungan berbeda. Cuma penalaran dari ahli sains belajar berharga untuk mempertimbangkan ketika berusaha mencocokan kekuatannya murid ke jalan tertentu dimana kursus diajari Hanya Karena sesuatu adalah “ perkaya ” tidak perlu memaksudkan bahwa perbuatannya mempelajari lebih keras. Kesempatan untuk `experiential`, belajar langsung yang diarah pada pemahaman conceptual lebih besar sering membuat belajar lebih penuh arti, dan di rasa itu “ lebih mudah,” untuk murid yang punya belajar kesulitan, seperti halnya untuk yang sedang mengembangkan lagi secara khas.
Interaksi Antara Pembangunan, Pengetahuan, Dan Belajar
Issue dari murid “ kesediaan untuk mempelajari keterangan macam-macam tertentu pada jalan tertentu menyoroti satu topik yang adalah terutama penting untuk guru pahami; yaitu, apakah yang hubungan antara pembangunan, pengetahuan, dan belajar? Berlawanan ke pandangan lebih awal dari pembangunan yang adalah, itu guru baru perlu untuk menantikannya ke “ terjadi ” di umur tertentu atau langkah di situ adalah bukti growing yang saat anak-anak mengalami hubungan kalimat berbeda dan mempelajari sekitar konten baru, kapasitas pengembangan mereka adalah ditambahkan. Dan saat teaching mendukung pembangunannya anak-anak, kemampuan mereka untuk belajar pada jalan baru adalah didukung. untuk melihat anak-anak mereka seperti `multidimensional` perorangan tidak “ cerdas,” atau “ perlahan-lahan,” atau “ malu,” cuma sebagai individu kompleks mempertunjukkan Levels bervariasi dari perkembangan (`Sprinthall`, 1989, p. 136).
Pembangunan serpih
Konsep dari splintered development tunjuk untuk kondisi dimana pembangunan tidak seimbang ke seberang daerah adalah sangat bertanda dan melebihi variasi normal. Pembangunan serpih adalah satu Challenge istimewa untuk pengajaran efektif karena pengaturan untuk mempelajari pengalaman di area pengembangan sesuatu mungkin perlu ada di satu sangat berbeda taraf dibandingkan pada taraf pengembangan yang lain. Antara lain, satu anak dengan keterampilan kemampuan dalam matematika lanjutan mungkin keter berpengaruh significant di keterampilan bahasa. Satu anak yang punya memajukan keterampilan bahasa omongan mungkin punya lebih kesulitan dengan penghasilan Reading atau bahasa tulisan. Beberapa perbedaan tajam ini dapat mengisyaratkan cacat belajar yang memerlukan bantuan diagnose dan khusus. Apakah atau tidak ini adalah kasus, murid akan memerlukan penuh perhatian, arahan tercurah pada area dimana pembangunan berada ketinggalan. Guru yang mempunyai keterampilan diagnostik dan kapasitas untuk membedakan dari yang lain mungkin mampu untuk golong berganti penggunaan dari murid dan dukungan secara pribadi untuk tugas berbeda untuk meyakinkan murid itu makin arahan yang mereka perlukan tanpa akibat negatif dari diri pelabelan.
Antara kasus lebih menantang dengan pembangunan serpih adalah itu dimana satu anak yang berpengaruh significant telah keterampilan teori lanjutan kecuali siapa pembangunan emosional atau sosial adalah itu tersebut akan diharapkan dari satu banyak anak lebih muda. Dalam hal ini, guru perlu mengetahui bagaimana caranya membantu perkembangan dibutuhkan emotional atau pembangunan kemasyarakatan. Guru perlu memahami strategi kemungkinan yang dapat dipekerjakan untuk menolong anak belajar mengatur emosi, untuk berkelakuan di secara sosial jalan diterima, dan untuk memahami perspektif dan feelings dari orang lain.
Lain sangat kasus hadapi tantangan dengan pembangunan serpih adalah ketika satu anak dengan pembangunan phisik normal adalah `cognitively` menunda. Pada beberapa tetapi bukan semua kasus, anak-anak demikian mungkin diidentifikasi untuk bidang pendidikan istimewa layanan. Apakah diidentifikasi atau tidak, dengan Advent dari `mainstreaming`, paling anak-anak demikian akan dididik pada kelas tetap. Dalam urutan untuk murid untuk berlanjut melangkah maju, guru perlu mengetahui bagaimana caranya menyesuaikan tugas sangat itu murid dapat mengalami sukses dan berlanjut mempelajari sepanjang jalan peluru pengembangannya sendiri. Ada jauh dari sebanyak penelitian atau praktek teruji di hadapi dengan tajam pembangunan serpih untuk memandu satu guru Novice seperti di situ berada di dalam pengajaran efektif yang berkembang mempraktekkan yang berbias satu pemahaman perbedaan individu normal. Di konsultasi keadaan ini dengan pakar dapat sangat menolong. Novice disiapkan dengan baik guru harus memahami ketika konsultasi diperlukan dan bagaimana caranya mengakses keahlian itu.
Satu contoh dengan pembangunan serpih dan implikasinya untuk membuat keputusan educational tentang suatu murid didiskusikan pada “ Pembangunan Serpih dan sembilan tahun usia dapat mempertunjukkan konservasi dari panjang, tujuh ke sembilan tahun usia konservasi area, dan delapan ke sepuluh tahun usia konservasi berat (`Sroufe`, Tukang tong, `DeHart`, dan `Bronfenbrenner`, 1992).
Walau variabilitas pada pembangunan normal umumnya dipahami oleh teachers pada awal susun, ini adalah paling tidak sebagai hebat cuma sering kurang dihargai pada tahun remaja, menawarkan Challenge istimewa ke pengajaran itu pada pertengahan dan sekolah menengah. Variabilitas lebar pada pembangunan fisik dan pada pembangunan dari karakteristik seksual adalah paling jelas nyata, cuma di situ juga perbedaan utama pada pembangunan teori dan sosial antara duabelas ke enambelas tahun usia. Differences tingginya dan pematangan phisik, seiring dengan arti budaya menyertakan ke karakteristik ini, punyakah konsekwensi untuk diri konsep, harga diri, dan keyakinan diri. Perbedaan pada pembangunan dari keterampilan teori dan kemasyarakatan punya konsekwensi untuk kemajuan akademis ketika murid menghadapi lebih `departmentalized`, alam lingkungan sekolah bukan perseorangan dengan lebih harapan kaku untuk apa belajar dan bagaimana ini adalah untuk dikuasai dan tayangkan (Eccles dan orang lain, 1993). Ini jalan peluru pengembangan yang berbeda memotong dengan tugas pengembangan dari anak remaja pada harapan masyarakat Amerika dengan hormat ke Independence, kemampuan, dan konstruksi identitas dalam hubungan dengan genus, kebirahian, perlombaan, dan budaya, antara faktor lain. Campuran dari jalan peluru pengembangan ini pada satu kelas berarti anak remaja itu guru di kelas sekolah menengah dan sekolah menengah akan seharusnya menjadi dihadapi dengan hadapi dengan satu jangkauan besar dengan kebutuhan pengembangan.
Guru Novice perlu memahami bagaimana daftar muatan perbedaan individu diri mereka sendiri dan bagaimana perbedaan individu dapat dipekerjakan ke akibat terbesar pada jasa terpelajar. Antara lain, anak-anak dengan perhatian pendek memutar akan memerlukan langkah berbeda dari tugas dan aktivitas dibandingkan anak-anak dengan lebih perhatian kronis putar. Anak-anak dengan harga diri lemah mungkin jadilah lebih secara emosional berdampak oleh kegagalan tugas dan evaluasi rendah dibandingkan anak-anak dengan lebih harga diri kokoh. Anak yang adalah kurang yakin mungkin belajar lebih secara efektif pada satu hubungan kalimat intervi mendisain punyai satu kemajuan lebih lambat dari kekecilan, tahapan didukung sehingga ketika untuk memastikan kinerja sukses, sedangkan lebih anak yakin, bahkan pada keterampilan yang sama tingkat, bolehkan menjadi bosan oleh satu intervi demikian strategy. Guru mungkin menyediakan umpan balik macam-macam berbeda kepada anak-anak dengan Levels different dari keyakinan diri.
Keseluruhan, ini tidak tidak biasa untuk pembangunan di daerah sesuatu di depan dari atau belakang pembangunan pada daerah lain. Antara lain, satu bahasanya anak pembangunan sedikit banyak lanjutan berlalu taraf dari pembangunan motor pada satu umur tertentu. Satu murid mungkin mampu untuk menyelesaikan satu masalah matematis pada kelas dengan kemudahan, cuma tayangkan kurang keterampilan menyelesaikan satu masalah hubungan antar pribadi pada tempat bermain. Perkembangan perorangan tidak seimbang peraga ke seberang jalan kecil pengembangan. Sama halnya tukang kebun memahami bahwa pabrik pada satu Garden sehat tidak memekar secara serempak atau bahkan pada musim yang sama ; guru perlu mempelajari adalah jengkelkan, satu guru sadar `developmentally` mungkin menganjurkan anak seperti itu untuk mempergunakan satu komputer dari pada satu pensil ketika menulis, sehingga ketika tidak untuk alon-alon development dengan keterampilan bahasa tulisan ekspresif sementara anak menggelut dengan keterampilan motor baik.
Perbedaan `Neurodevelopmental`, keduanya diantara dan berada di luar jangkauan dari yang dipertimbangkan “ normal ” pembangunan, juga penting untuk mengukur kesediaan. Anak-anak perorangan mungkin memproses keterangan paling secara efisien melalui cara sesuatu dilakukan berbeda (antara lain, visuil, tentang indera pendengar, dan `kinesthetic`), dan beberapa dengan perbedaan proses lagi pengajaran kebutuhan perbedaan adaptasi untuk mempelajari konten secara efektif. Satu guru efektif akan memastikan bahwa satu anak dengan kesulitan processing tentang indera pendengar telah tombol jari keterangan pada bentuk tertulis sehingga itu anak dapat continue untuk mempelajari konten baik sementara juga berkembang kemampuannya untuk jadi masuk akal dari `aural` masuki. Pada akhirnya, gol dengan pengajaran efektif adalah untuk mengungsi masing-masing anak sepanjang masing-masing sebesar jalan kecil pengembangan sejauh mungkin di pada waktunya menunjuk itu, dengan gol terakhir untuk menolong perorangan mencapai Levels dari dewasa competence dan berfungsi mengharapkan pada masyarakat kita.
Perbedaan perorangan
Di dalam menyilang jalan kecil pengembangan ini, ada satu mahabesar sejumlah variabilitas normal antara anak-anak dari umur yang sama. Guru perlu menghargai jangkauan dari perbedaan normal yang berada ke seberang anak-anak di kelas sungguhpun mereka adalah semua umur yang sama. Sebagai tambahan, guru harus sadar akan diantara variabilitas anak. Untuk beberapa anak-anak, pembangunan dapat sangat `unevenmore` memajukan pada satu area, kurang sangat pada lain. Memahami variasi ini di antara dan diantara anak-anak kritis untuk memperbolehkan satu guru untuk membentuk `developmentally` menyesuaikan pengalaman belajar untuk masing-masing anak.
Alur unik ke Pembangunan
Pembahasan dari pertunjukan pembangunan orang-orang itu mempunyai banyak secara umum saat mereka tumbuh. Meskipun demikian, pada sekelompok secara normal anak-anak berkembang yang adalah dengan umur serupa, guru perlu menyadari yang masing-masing anak akan telah mendatangi dinya atau umurnya melalui satu alur unik dari pembangunan yang dipengaruhi oleh faktor biologi, keadaan ekonomi `socio`, dan pengalaman sosial dan bidang pendidikan. Pada satu classroom dimana latar belakang dari anak-anak membedakan dengan sangat, ini jelas nyata itu satu harus mengharapkan variabilitas hebat pada daerah berbeda dari pembangunan. Bahkan di kelas dimana latar belakang dari anak-anak adalah cukup homogen, di sana akan variabilitas pantas dipertimbangkan di pembangunan antara anak-anak, meliputi perbedaan perorangan di gaya belajar, untuk perhatian jengkal, reaksi emosional ke sukses dan kegagalan, keyakinan diri, perangai, sosialisasi, dan pengalaman utama. Antara lain, terdapat sebuah dua ke lima jangkauan tahun dari umur selama yang mana baru 50 persen anak-anak dapat mempertunjukkan konservasinya `Piaget` tugas: enam ke sembilan tahun usia mempertunjukkan kekekalan massa, empat ke kita mengetahui bahwa pembangunan selalu tertandai oleh kemajuan linier dan kemajuan kwantitatif. Pada titik berbagai di pembangunan di situ adalah berpilin kemana perilakunya anak tampak ke kembali celup sebelum maju. Di sana juga peralihan kwalitatif yang melibatkan satu reorganisasi atau integrasi baru dengan kemampuan fungsional setelah yang mana individu operasikan pada satu menurut mutu different tingkat (`Cole` dan `Cole`, 1993). Mengenali proses mikro ini sementara juga mengerti jalan kecil umum dan kemajuan dari pembangunan adalah sangat penting untuk pengajaran efektif. Antara lain, guru siapa tidak menyadari bahwa satu keuntungan di sesuatu tingkat dapat melibatkan “ kembali ke perbuatan tercela ” pada lain mungkin memikirkan bahwa arahan mereka telah tidak efektip, ketika sesungguhnya, ini mungkin tepat pada jejaki. (Lihat “ Keuntungan Taraf Makro Dapat Menghasilkan Taraf Mikro `Backslides`.”)
Taraf makro Memperoleh Dapat Menghasilkan Taraf Mikro `Backslides`
Pada beberapa titik pada pembangunan ilmu bahasa mereka, anak-anak mempelajari bagaimana caranya mengucapkan pada past tense dengan menambahkan satu pencatat ilmu bahasa seperti “ `ed` ’ (antara lain, “Kita ‘ terlihat ” di situ membukukan kemarin.”). Ini adalah satu pendahulu terbatas berlalu perkataan, “Kita melihat kemarin.” However, langkah maju di taraf ini juga sering meliputi `overgeneralizations` yang menyebabkan anak-anak untuk mempergunakan aturan dimana ini tidak menerapkan, penampakan dengan demikian untuk berbuat salah bahwa mereka tidak membuat tadi. Antara lain, mereka mungkin berawal mengatakan, “Kita ‘ `goed` ’ kemarin,” terlepas dari di dalam mempunyai sabda terpakai went. Ada banyak contoh dari apa tampak “ kembali ke perbuatan tercela ” yang terjadi saat anak-anak belajar dan mengembangkan. Guru perlu mengenali ketika kesalahan hanya sesaat `overgeneralirations` bahwa sebenarnya tanda sehat dari belajar lagi, dan ketika mereka mengisyaratkan bahwa anak-anak sungguh-sungguh misunderstanding dan pertolongan kebutuhan pulang pada jejak.
Issue dari kesediaan . Satu pemahaman dari kemajuan pengembangan dan dari betapa jalan kecil pengembangan yang berbeda melangkah maju dan saling berinteraksi terutama penting untuk menolong guru mengukur anak-anak “ kesediaan untuk belajar baru. Antara lain, mempelajari untuk membaca melibatkan biologi seperti halnya development teori. Anak-anak kemampuan visuil (meliputi `binocularity` dan jejak) harus mendewasakan sebelum mereka dapat dengan nyaman memfokuskan pada dan jejak secara relatif cetak kecil. Ini umumnya terjadi kadang di antara umur dari empat dan delapan, biasanya sekitar umur dari enam atau tujuh. Di situ menunjuk mereka secara khas juga mempunyai satu rasa `welldeveloped` dari sesuatu ke satu penyesuaian dan dapat memahami lambang pemisahan, yang pemecahan kode perbuatan dari teks lebih mudah (`Cole` dan `Cole`, 1993, p. 476).
`Developmentally` mempersiapkan guru selanjutnya memahami anak-anak itu pembangunan sepanjang berbagai jalan kecil dapat saling berinteraksi pada beberapa jalan pengaruh itu kesediaan untuk tugas spesifik. Sebagai contoh, satu tujuh tahun usia anak dengan pembangunan tertunda motor kekecilan akan punya penulisan kesulitan. Dia juga boleh punya difficulty dengan visuil yang tertentu dan konsep ruang hingga guru melibatkan dia tugas motor `in.small` pertolongan itu dia mengembangkan keterampilan fisiknya. Ini juga akan memperbolehkan dia untuk terlibat dalam akademis macam-macam lain mempelajari. Kalau kesulitan adalah penting kalau satu guru adalah untuk mengembangkan satu kelas dimana murid dapat bekerja bersama-sama dan tersisa termotivasi. Kebutuhan keterampilan ini untuk diajari melalui modeling, pelatihan, dan penguatan. Mereka lakukan `nol` selalu memuncul secara spontan.
Satu pemahamannya guru dari psychological dan emotional jalan kecil memperbolehkan dia ke pengalaman kelas struktur sehingga ketika untuk memaksimalkan keduanya learning dari pokok pembahasan dan pembangunan dari positif diri konsep, tidak dengan pujian kosong kecuali oleh pendukung dan mencatat pembangunan dari kemampuan, dengan demikian menguatkan kepercayaan yang mengusahakan upaya akan menghasilkan pada proficiency ditingkatkan. Ini adalah kritis sebab penelitian menandai itu kalau satu murid mengembangkan satu akademis lemah diri konsep (percaya, sebagai contoh, yang juga dengan upaya, dia tidak dapat menyuksesi di pekerjaan rumah), dia mungkin melonggarkan upaya di daerah ini untuk melindungi harga diri keseluruhannya, mengembangkan satu melepaskan atau cara berpendirian `oppositional` untuk sekolahkan (`Harter`, 1990; Tatum, 1999). Satu anak yang secara sosial tidak kuat mungkin penolak ke risiko terlibat dalam bahasan kelas karena takut akan ditertawakan, dan mungkin sebagai konsekwensi tidak berhasil untuk memperoleh pengalaman mengekspresikannya pikir atau umpan balik securing itu akan menolong dia mengembangkan idenya. Guru mungkin perlu menawarkan umpan balik di jalan yang memperhatikan murid dan pertolongan yang dia pelajari strategi untuk mendukung pengambilan risiko (antara lain, mencatat ide sebelum mengatakan mereka dengan suara keras; mempersiapkan ide sebelum waktu yang ditetapkan) sehingga dia dapat mengatasi ketakutannya dan benefit dari kesempatan belajar lain.
Satu penting bagian dari pembangunan kemasyarakatan juga meliputi pembangunan dari moral dipikirkan dan menindaki: kemampuan untuk menghormati hak dari orang lain dan untuk berulah pada daya tarik dari orang lain seperti halnya dirinya. Guru perlu memahami pola pengembangan yang dihubungkan dengan pembangunan dari konsep dari keadilan dan kesejahteraan sosial dan jalanan dimana pengajaran dapat menolong dukungan pembangunan dari karakter dan kapasitas untuk berpartisipasi pada satu komunitas kelas dan, akhirnya, satu masyarakat demokratis.
Satu pemahaman dari jalan kecil pengembangan yang berbeda, dan interaksi mereka, tidak hanya penting ke pengajaran efektif dari anak-anak individu kecuali kritis untuk mempekerjakan manajemen kelas bunyi. Sebagai tambahan terhadap fakta bahwa anak-anak harus diajari bagaimana caranya adalah anggota dari satu komunitas sosial, anak-anak yang digurdi atau yang disajikan dengan tugas dimana mereka tidak dapat menyuksesi adalah ramuan untuk di luar dari kelas kontrol kelas macam-macam dimana belajar kecil ambil tempat. Pengajaran yang menciptakan satu lingkungan classroom bersifat membangun dimana anak-anak dapat bekerja baik dengan satu sama lain dan dimana tugas adalah sesuai dan yang mendukung terpelajar sesuaikan dengan berat pada pengetahuan dari pembangunan. Satu contoh dari demikian satu lingkungan digambarkan pada sketsa lebih awal sekitar guru baru kita, `Jahr` Jean.
Unsur makro dan Mikro dari Jalan Kecil. Masa pathways sampaikan dugaan dari gerakan ke arah seperangkat gol penting. Pada satu umum (makro) taraf, anak-anak melangkah maju dari titik satu ke b ke C. Bagaimanapun, pada satu pemahaman taraf mikro gerakan pembangunan memerlukan tidak hanya satu rasa dari “ anak utuh ” kecuali juga satu bahan pertimbangan dari “ anak utuh mengembangkan khususnya hubungan kalimat kemasyarakatan.”
Satu guru siapa `developmentally awaie` akan tahu, antara lain, bagaimana utamanya anak pengetahuan dan pengalaman budaya akan memberitahukan apa anak tahu dan bagaimana yang dia mungkin mendekati ide lagi dan tugas. Guru seperti itu juga akan mengerti nilai dari ijin anak-anak untuk mengeksplorasi dunia fisik dengan penggunaan dari rasa mereka dan untuk mengembangkan kemampuan fisik, seimbang seperti, tubuh, dan atur jarak pengamatan; kesadaran alun suara dan sementara; dan denda aktivitas otot, keduanya untuk sake mereka sendiri dan karena dukungan kemampuan ini keterampilan akademis lain, meliputi Reading, penulisan, dan pemahaman dari bagaimana phisik principles bekerja di dunia, satu fondasi matematika dan pengetahuan. Guru ini akan mengetahui bahwa satu kurikulum yang menganjurkan anak-anak untuk mempelajari dengan aktif dan dengan nyata dengan mengamati, mengumpulkan keterangan, mendeskripsikan, hitung, memanipulasi, dan penggunaan apa yang mereka telah mempelajari akan nanti mendukung pemikiran pemisahan yang mempercayakan pada pemahaman beton ini.
Satu guru sadar `developmentaliy` akan mengetahui tersebut, untuk paling murid, mengajari keterampilan Reading awal di taman kanak kanak (antara lain, murid bantuan memperjelas konsep dari perkataan dan surat dan mengeksplorasi hubungan lambang bunyi) akan membedakan dari pelajaran membaca pada keunsuran yang akan datang susun (antara lain, mempergunakan strategi `metacognitive` untuk menambahkan pengertian, mengintegrasikan lebih baca-tulis berkelanjutan, memperluas pengetahuan dari konvensi ejaan dan penulisan). Dia juga akan memahami yang beberapa murid masih kebutuhan untuk mempelajari orang lain keterampilan telah kuasai lebih awal, dan akan tahu bagaimana caranya mendiagnose ini perlukan dan sasaran teaching dan bantuan bersesuaian. Satu guru sadar `developmentally` akan mengetahui yang saat murid langkah maju pada pemahaman mereka pada satu daerah, mereka terus meningkat mampu untuk mencari pola, untuk memikirkan `abstractly` dan `contingently`, dan untuk mengatur beberapa variabel di lebih jalan silang selimpat. Guru ini akan dipersiapkan untuk menolong murid terlibat dalam kemajuan ini ke arah lebih penalaran sistematis dan pemikiran simbolis.
Jalan kecil Saling Berinteraksi. Jalan kecil berbeda dari pembangunan internet-with dan pengaruhi satu sama lain; dan jalan kecil ini dan interaksi yang punya implikasi penting untuk arahan. Antara lain, memahami kemajuan umum dari cognitive development dan variasi `exhibited` oleh anak-anak perorangan menolong satu guru ke struktur, urutan, dan langkah perintahkan dan memilih strategi intervi yang mungkin efektif. Pemahaman language development, meliputi jalanan dimana bahasa didapatnya berhubungan ke pembangunan teori dan hubungan kalimat budaya, tolong satu guru memilih strategi materi dan pengajaran itu akan mendukung bahasanya anak-anak penggunaan kecakapan dan tumbuh dari bahasa akademis. (Bab Empat mengeksplorasi pembangunan bahasa secara detil.) Pemahaman social development, meliputi pembangunan dari keterampilan kemasyarakatan.
KEPENTINGAN DARI PENGAMBILAN SATU PENGEMBANGAN
PERSPEKTIF
Untuk memahami dan mendukung belajarnya murid, satu guru harus mampu untuk pengambilan satu “ perspektif pengembangan.” Ini meliputi satu pemahaman pembangunan itu terjadi sepanjang sejumlah phisik dimensi berbeda, sosial, emosional, teori, dan ilmu bahasa, antara lain-lain dan pembangunan itu sepanjang dimensi ini, berikut meskipun demikian beberapa kemajuan umum, bukankah necessarily terjadi pada umur yang sama untuk masing-masing anak atau bahkan pada waktu yang sama pada orang yang sama. Satu kiasan berguna untuk memikirkan sepanjang pembangunan adalah dalam kaitan dengan “ jalan kecil dari pembangunan, yang menyampaikan dugaan dari gerakan sepanjang ini beberapa dimensi ke arah seperangkat gol penting.
Kemajuan Sepanjang Jalan Kecil Pengembangan
Pada Core dengan praktek efektif adalah satu kemampuannya guru untuk mengidentifikasi dimana satu anak berada di dalam pembangunannya dan bagaimana caranya mendukung belajarnya pada zona dari pembangunan proximal (didiskusikan pada bagian berikutnya). Untuk lakukan ini, satu guru harus memahami kemajuan umum di pembangunan seperti halnya belajar perorangan. Teori langkah seperti `Piaget` yang pergeseran besar `posited` di pembangunan pada umur spesifik telah ditantang oleh yang telah menemukan pembangunan untuk jadilah lebih individu berkepanjangan dan lagi, seperti halnya lagi spesifik terhadap hubungan kalimat tertentu dan area konten (`Flavell`, 1994; `Siegler`, 1998). Ini terus meningkat jelas bahwa education dapat mendukung pembangunan: Anak-anak dapat become siap untuk pikirkan dan perform tugas lebih rumit kalau mereka diberikan kesempatan dan bimbingan untuk mengembangkan keterampilan ini. Pada beberapa parameter, guru memerlukan tidak hanya wait untuk anak-anak ke “ bersiap.” Dia dapat menciptakan satu kelas yang anak-anak pertemuan dimana mereka berada, ambil keuntungan dari apa mereka mau dan perlu mempelajari, dan ungsi mereka sepanjang jalan kecil pengembangan.
Ide dari jalan kecil meliputi proses dinamis dari phisik, interaktif yang sosial, emosional, teori, ilmu bahasa, dan pembangunan etis yang moral yang saling berinteraksi mendukung perkembangan dari anak. Seperti Comer `James` dan rekan sejawat (1996) jelaskan, “Pembangunan seimbang, atau kedewasaan, ditandai oleh pertalian kuat antara semua jalan kecil pengembangan. Kiasan ini dari pertalian antara pathways perbolehkan kita untuk menjelaskan secara serempak kompleksitas dari pembangunan dan urgensi dari aspal untuk perhatian terhadap semuanya aspek dari pembangunan ” (p. 18).
1. Seperti dengan sepenuh sistem, semua `underdevelopment` sepanjang satu jalan kecil yang punya satu dampak pada keseluruhan sistem. Ini memaksudkan bahwa kebutuhan guru untuk menghadiri ke pembangunan sepanjang semua jalan kecil dan cari kesempatan untuk mendukung perkembangan di area dimana perhatian berada dibutuhkan. Sebagai tambahan, ini penting untuk memahami yang masing-masing dari jalan kecil ini kembangkan pada tertentunya anak hubungan kalimat sosial dan budaya, yang yang juga dapat sokong ke perbedaan individu antara anak-anak.
2. `inevitability` dari individual differences di pembangunan: Ini adalah important untuk guru untuk mengerti pada kedalaman pantas dipertimbangkan jalan berbeda dimana satu pembangunannya anak dapat berevolusi dan bahkan tampak “ splintered,” meninggalkan norma pada beberapa area kecuali masih diantara atau dekat dengan jangkauan dari pembangunan normal. Seperti dicatat di Bab Dua, guru efektif adalah pelajar memusat seperti halnya pengetahuan terpusat, dan mereka pergunakan penilaian untuk memahami apa kebutuhan murid mereka. Yang lebih baik yang mereka pahami jangkauan dari variabilitas di pembangunan dan area dimana dukungan tambahan adalah dibutuhkan, yang lebih baik mempersiapkan guru adalah untuk menolong murid mereka belajar.
3. Interaksi antara development, knowledge, and learning: Berbeda dengan pandangan lebih awal dari pembangunan sebagai seperangkat secara biologic berhubungan langkah dengan jelas penentu apa yang murid dapat lakukan, penelitian saat ini memperlihatkan pembangunan itu, pengetahuan, dan belajar berhubungan untuk satu sama lain. Kepercayaan lebih tua pembangunan itu berproses pada satu langkah tetap yang menentukan anak-anak “ kesediaan untuk belajar adalah tidak lagi diterima oleh ahli teori pengembangan yang saat ini. Sebagai ganti, penelitian mempertunjukkan bagaimana yang belajar dapat mempengaruhi pembangunan, seperti halnya terbalik. Pembahasan lebih baru memperlihatkan tersebut, sebagai tambahan terhadap umur mereka atau “ langkah nyata,” utamanya orang-orang pengetahuan dan pengalaman dengan konten spesifik mempengaruhi sophistication dari pemikiran mereka. Maka orang yang sama mungkin memikirkan `abstractly` tentang area sesuatu dari pengetahuan dan jauh lebih dengan nyata sekitar lain. Hubungan di antara Pembangunan dan belajar baru juga important untuk pahami. Konsepnya `Vygotsky` dari zona dari development `proximal` (`ZPD`) sediakan satu kerangka untuk memikirkan bagaimana caranya mendukung belajar dan pembangunan untuk masing-masing anak.
4. `centrality` dari cultural contexts untuk pembangunan: Fakta belajar itu pembangunan pengaruh (dan bolak balik), dan itu berdua belajar dan pembangunan sangat terlekat pada hubungan kalimat budaya, maksudkan guru itu harus memahami dan menghargai keanekaragaman dari anak-anak jalan pengalaman dapat bedakan, dan mampu untuk lihat dan membangun di atas kekuatan budaya kalau mereka adalah untuk menolong semua murid suksesi.
5. Strategi untuk menolong perolehan guru calon keahlian pengembangan: Kita mencatat di Bab Dua pada belajar yang “ pengetahu ” tentang suatu area, yang, mampu untuk fakta status sekitar ini, bukan sama halnya mampu untuk penggunaan pengetahuan ini untuk menyelesaikan masalah penting pada dunia nyata. Ini adalah seperti benar untuk guru seperti ini adalah untuk murid. Guru yang educators telah menemukan sejumlah jalan untuk menolong guru calon belajar pergi berada di luar hanya “ memikirkan ” pembangunan untuk mampu untuk “ pikiran dan akta `developmentally` ” saat mereka ajari secara produktif terlibat dalam pekerjaan penuh arti. Dia menciptakan satu tugas yang dihaluskan pada anak-anak pengalaman sendiri, dan dia menolong mereka mempergunakan berbagai alat beton dari manipulatip dan gambar ke peraga grafis dan alat penghitung untuk mendukung pemecahan masalah mereka. Melalui observasi hati-hati dan diagnose, dia telah membayangkan apa alat berbeda dan bantuan macam-macam akan menolong murid different dapat kemajuan pada tugas. Dia telah mengorganisir tugas sangat murid itu dapat menemukan berbagai titik masukan, dan dia menciptakan satu pertunjukan dialog kelas berbagai solusi untuk memastikan semua murid memahami jawaban dan proses. Perancah dia belajarnya anak-anak melalui struktur untuk aktivitas, akses untuk amati, bertanya memandu pemikirannya murid, dan opportunities untuk anak-anak pelajari keterampilan kemasyarakatan seperti halnya sesuatu teori. Dia dengarkan dan amati dengan cermat untuk memahami pemikirannya murid, dan dia mendukung students di dalam memperbincangkan risiko pada berbagi ide mereka sangat yang dia akan mampu untuk gerakan pemahaman mereka sepanjang. Dia juga memastikan bahwa murid dinyatakan pada upaya mereka, keyakinan diri dengan demikian pond pine dan motivasi berkelanjutan. Kemudian kita akan melihat bagaimana persiapan dia di pembangunan anak, seperti halnya pada pengetahuan konten bersifat pendidikan, memperbolehkan dia untuk lakukan hal-hal ini.
Saat kita deskripsikan di bab ini, pembangunan anak dengan ketat terikat ke belajar pada beberapa jalan. Guru Novice harus memahami yang mengetahui tentang pembangunan pusat agar adalah satu guru efektif, dan adalah satu guru efektif pusat ke apakah anak-anak akan membuat kemajuan berpengaruh nyata pada perlu jalan kecil ke pembangunan sehat dan untuk makin satu sepenuhnya orang terpelajar pada satu masyarakat demokratis. Lima topik utama didiskusikan di bab ini:
1. Kepentingan dari pengambilan a developmental perspective: Ketika pembangunan murid adalah fokus dari keputusan pengajaran, guru berencana pada cahaya dari kebutuhan murid mereka kering ke dukungan kemajuan mereka sepanjang beberapa pathways—physical pengembangan, sosial, emosional, teori, linguistic, dan psikologis. Mereka memahami bahwa dimensi ini saling berinteraksi dengan satu sama lain, dan selanjutnya, itu murid akan punya kebutuhan pengembangan yang berbeda. Walau banyak aspek umum dari proses pengembangan, tolok ukur sepanjang masing-masing sebesar dimensi ini lakukan tidak perlu terjadi pada umur yang sama bagi seluruh anak-anak atau pun lakukan pembangunan pada Arena berbeda terjadi datar pada anak yang sama. Walau sekolah Amerika diorganisir oleh susun dan untuk beberapa luas oleh umur, keduanya umur dan susun adalah sangat indikator tidak tepat dari pembangunan. Pada apapun taraf susun, ada biasanya satu tahun dua atau tiga jengkal dari umur dengan satu bahkan jengkal lebih luas dari keterampilan, kemampuan, dan langkah developmental. Memahami jalan kecil pengembangan dan kemajuan adalah sangat penting untuk mengajari di jalan yang optimal untuk masing-masing anak.
Mengembangkan satu Kelas Ahli Ilmu Pasti
Pada satu pagi hari bersemi tepat sebelum minggu lalu sekolah, ketika beberapa murid hanyalah nantikan waktu, Jean kelasnya `Jahr` dari duapuluh delapan detik dan murid susun ketiga adalah `intently` terlibat dalam satu investigasi matematis. Satu guru tahun pertama dan lulus dari Perguruan Tinggi Jalan Bank, Jean ajari di `P.S`. 234, satu sekolah dasar umum York Kota Besar New. Bersuku banyak, kelas berbagai bahasa dari murid bekerja pada group kecil pada masalah tunggal. Beberapa anak-anak mempergunakan alat penghitung; orang lain tidak beberapa punyai menggambar seikat dari angka; lain-lain telah mengembangkan satu peraga grafis untuk masalah mereka. Saat mereka berakhir, semua orang pengambilan solusi mereka dengan mereka saat mereka duduk di atas rapat terhampar area menghadapi papan. Jean berawal membaca masalah dengan group: Di September, masing-masing orang di kelas 113 bawakan satu rim (satu package) dari kertas Fotokopi. Ada 500 lembar kertas di sesuatu lebarkan. Ada duapuluh delapan anak-anak di kelas 113. Berapa banyak potongan dari kertas ada di sana sekaligus?
Dia membuka bahasan dengan satu ajakan, “Biarkan membicarakan tentang betapa orang-orang berbeda selesaikan masalah, dan kenapa kamu memutuskan untuk menyelesaikannya cara itu.” Dalam yang akan datang duapuluh menit, pertunjukan murid, gambar, dan diskusikan tujuh strategi berbeda mereka yang punya dipergunakan untuk selesaikan masalah. `Jane` persoalkan mereka untuk menarik keluar perincian sekitar strategi solusi mereka dan sering mengikhtisarkan apa murid berkata. Dengan kesabaran dan pilihan hati-hati dari perkataan, dia menolong masing-masing anggota dari group memahami proses berpikir dari yang lain. Sebagai sesi mendekati akhirnya, dia bertanya kalau semua orang pahami solusi different. Tiga anak-anak dari satu group tampak di keraguan dan mengacungkan sampai mereka. Jean meminta salah satu para wanita untuk menyembul dan memperlihatkan “ caranya.” Anak-anak guru dan yang lain mengamati dengan sabar, seyogyanya para wanita penimbang proses berpikir. Tiba-tiba, Rupanya Jean menerangi saat dia melihat apa mereka berbuat. Dia menanggapi menjelaskan pekerjaan mereka: Itulah caranya kamu lakukan ini! Aku penasaran kalau yang kamu telah mempergunakan puluhan golong, cuma kamu yang punya satu secara total pola berbeda. Kamu mengawali seperti "if there were 30 children and then you subtracted the 1,000 sheets that would have been brought by the additional two children from the total number. You rounded to a higher number and then you subtracted. Wow. I get it Let me see if I can show it to the others.”
Orang pemudi dengan senang ketika guru memperlihatkan group “ dia ” sistem. Ketika semua orang tampak bersih, Jean bertanya, “Apakah siapapun mengingat darimana masalah ini?” Satu penaikan anak perempuan dia menangani dan katakan: “Yang masalahku lama waktu silam.”
”Kamu benar,” guru dia jawab. “Kamu meminta masalah itu semasa yang pertama minggu dari sekolah ketika semua kamu diminta ke masing-masing membawakan satu rim kertas untuk tahun. Kamu menggergaji semua rim itu dari kertas membandingkan di depan kamar, dan kamu mau mengetahui berapa banyak lembar dari kertas yang kita punya. Aku mengatakan kamu bahwa kita akan menemukan suatu hari kecuali itu di titik itu pada tahun ini susah untuk menggambarkan ini di luar sebab kamu yang harus mempelajari banyak sekali tentang golong, dan menambahkan sejumlah besar. Cuma sekarang kamu semua dapat lakukan ini dan melalui banyak cara.”
Anak lain mengikhtisarkan dengan mencatat. Itu berarti yang kita mempergunakan 14,000 lembar kertas tahun ini.” Perkataan Jean, “Kamu memperoleh ini ” masalah menerus tinggal papan untuk hari, seiring dengan perkaliannya murid solusi.
Ini guru tahun pertama praktek mempertunjukkan bahwa dia memahami bagaimana caranya mengorganisir satu kelas yang mendukung `developmentally` sehingga muda itu anak-anak adalah anak perempuan melakukan dengan kurang baik di matematik pada satu mengalami guru dia pada akhir dari yang pertama dua bulan sekolah. Guru yang menanggapi bahwa anak yang punya alangkah patut mendapatkan satu lakukan ” cuma yang dia telah memberikan dia satu “ c ” karena anak yang pada awalnya telah ditempatkan pada matematik teratas golongkan. Guru penasaran kalau ini tidak mungkin menjadi bijaksana untuk mengungsi bulu halus anak ke satu matematik tingkat yang lebih rendah golongkan.
Ibu, satu terkenal dan sangat tinggi ahli sains selesai Amerika Afrika, ditolak, menyadari kegagalan itu di tidak cakap matematik dan perasaan di subyek ini adalah satu resep untuk sungguh membatasi hak suara sepuluh tahun maka. Induk yang mengatakan mereka akan mengerjakan dengan anak dan lihat apa yang mereka dapat lakukan. Ini adalah satu Hari Kamis. Oleh Hari Senin berikut sore ketika sekolah dikunjungi ibu untuk minggu Pendidikan Amerika, guru yang melaporkan bahwa anak, siapa mempunyai tidak tadi selesai pekerjaan matematiknya, tidak hanya telah lengkap awalnya cuma berbuat hampir semuanya dengan benar. Anak ini mempunyai meninggalkan kegagalan bekerja ke “ satu ” pekerjaan pada ruang dari empat hari.
Guru mau mengetahui apa ibu berbuat. Ibu yang balas: “Aku menggambarkan ini di luar. Di sana hanya beberapa hal itu dapat bertanggungjawab pertunjukan lemah dia di matematika: dia tidak mengetahui fakta dia; dia tidak mengetahui bagaimana caranya mengekspresikan fakta di cara yang ditempuh oleh mereka adalah disajikan; atau dia tidak mengetahui bagaimana caranya mengekspresikan mereka pada waktu tertentu.” Ibu yang menemukan bahwa anak perempuannya bukan connecting sejumlah waktu dia adalah pembagi untuk tugas ke apa dia yang harus penuhi. Sehingga, ibu yang pergunakan satu pengatur waktu untuk menolong anak perempuan dia patut mendapatkan sekitar hubungan di antara waktu pembagi dan pelengkap tugas di tangan.
Satu guru memasang telinga, pada saat dengar keterangannya ibu, dikatakan, “Tentu, beberapa anak-anak pada umur tingkat pertama belum juga satu rasa dikembangkan dari waktu dan jarak.” Ibu, mencerminkan di sini insiden bertahun-tahun kemudian, penasaran kalau barangkali kegagalannya guru untuk meraih keterangan ini dan menerapkan ini secara korektif sehubungan dengan satu pemahaman tidak cukup dari faktor pengembangan itu dapat bertanggungjawab kegagalannya anak, ke harapan sekitar kemampuan belajar pada anak-anak Amerika Afrika, ke satu kekurangan motivasi atau kemampuan untuk lakukan analisa diagnostik itu akan mengungkapkan masalah learning anak sedang mengalami, atau beberapa kombinasi dari hal-hal ini.
Cerita benar ini menyediakan satu jendela kecil ke dalam apa satu guru efektif perlu mengetahui tentang pembangunan anak, dan bagaimana yang dia harus mampu untuk menerapkan pengetahuan itu untuk menolong anak-anak belajar dan untuk tumbuh. Sebagai tambahan terhadap langkah pemahaman dari pembangunan, satu guru efektif perlu memahami komponen dari tugas yang dia tugaskan dan apa yang mereka perlukan, dan dia harus mampu untuk mengamati murid dengan cermat untuk mengevaluasi tidak hanya apa yang mereka mengetahui kecuali bagaimana mereka belajar dan melaksanakan. Dengan pengetahuan itu, guru dapat menolong anak-anak muda berlanjut merasakan successful dan mengilhami pelajari. Tanpa ini, mereka dapat menghalang anak-anak belajar langsung dan membahayakan sukses masa depan mereka. Satu guru siapa tidak memahami pembangunan mungkin berkesimpulan, seperti guru ini lakukan di pertama, itu satu murid yang menghadapi kesulitan bukan pelajari atau, barangkali, tidak saja mampu untuk pelajari.
Perbedaannya, di sini adalah satu cerita dari satu guru baru yang memahami pembangunan, mempertunjukkan bagaimana pemahaman itu dapat membuat perbedaan untuk murid tinggal di dalam perjalanan sekolah ke kebun binatang. Dengan sepenuh dari aktivitas ini, guru mengetahui apa masing-masing anak sedang melakukan, apa anak mengerti di daerah itu, dan apa dia perlu mengerjakan dekat dengan kemajuan pada pemahamannya. Sementara aktivitas kelas mungkin tampak tanpa kelim, mengembangkan ini semacam praktek mengambil sebagian besar pengetahuan dan keterampilan tidak dengan seketika nyata ke pemerhati peristiwa kebetulan atau Novice.
Satu guru tahun pertama, tadi satu pengacara sukses, siapa ditempatkan pada satu pelaksanaan rendah, sekolah menengah perkotaan mengikuti satu persiapan musim panas pendek program, ditunjukkan dengan tepat masalah beberapa rekrut baru menghadapi ketika meminta apa yang dia telah temukan paling hadapi tantangan di yang tahun pertama, guru disebutkan, “getting anak-anak untuk menduduki masih dan memperhatikan.” Dia tidak mengembalikan untuk satu tahun kedua dari pengajaran. Lain `midcareer` mengajari rekrut yang punya tidak mempunyai benefit dari Pendidikan melatih ulang memulai siaran hari kedua dia. “Anak kambing adalah cukup manis,” katakan dia, "but they were running ail over the place. There was no way I could teach them anything if I couldn't get them to sit down. 1 didn't know what to do" (Besar, 2001). Memahami dimana satu anak adalah mengembangkan secara mental adalah salah satu paling penting kunci untuk membentuk tugas belajar sesuai yang sedang melibatkan untuk tugas murid yang adalah keduanya penarik perhatian dan appropriately menantang. Tugas yang adalah `developmentally` tidak sesuai tidak hanya menernakkan kegagalan akademis untuk murid, mereka juga mengikis motivasi dan menganjurkan perilaku ganggu.
Satu guru yang punya satu pemahaman baik dari pembangunan anak dan belajar lebih mungkin efektif pada kelas; data terbaru memperlihatkan bahwa baru teachers yang punya mempunyai `coursework` di dalam mempelajari dan pembangunan juga lebih dari dua kali sebagai mungkin untuk tinggal di dalam pengajaran (Komisi nasional pada Pengajaran dan Perdagangan Berjangkanya America, 2003, p. 84). Ini mungkin sebab sukses lebih besar katut dari kemampuan ke pertunjukan `developmentally` menyesuaikan materi intervi dan pelajaran yang murid pertemuan kebutuhan. Kemampuan ini adalah faktor kritis di apakah guru mampu untuk mengatur satu kelas. Tantangan untuk pengacara yang mengarahkan guru adalah "how to keep the children still.” When a teacher cannot create tasks that engage students at their developmental level : hasil adalah satu lingkungan classroom kacau kemana kecil mempelajari dapat lanjutkan, dan sedikit sukses dicapai.
Guru yang memahami pembangunan dan bagaimana caranya mendukung ini menganjurkan dramatically berbeda akibat oleh yang tidak. (Lihat “ Belajar untuk Membenci Mathematics dan Perkembangan satu Kelas Ahli Ilmu Pasti.”) Bab ini mendeskripsikan bagaimana pengetahuannya guru dari pembangunan memperbolehkan mereka effective di dalam memilih dan mengembangkan tugas sesuai, memandu belajar berjalan, dan memelihara motivasinya anak-anak untuk pelajari.
Belajar Membenci Matematika.
Dia berada di dalam tingkat pertama dan telah dia belajar untuk membenci matematika. Ini adalah pokok dimana dia tidak sukses. Sesungguhnya, kelas yang membuat dia tangis. Induk dia, keduanya profesional sukses, didengar untuk pertama kali baru tentang mereka
Satu Contoh dari `Piagef` s Mengerjakan Pembangunan dan Pemikiran
Satu anak melihat satu dewasa mengambil dua Pitcher serupa, masing-masing terisi dengan yang sama sejumlah air. Satu Pitcher biasanya mengisi salah satu gelas (satu jangkung, gelas sempit); Pitcher yang lain biasanya mengisi lebih pendek, gelas lebih tebal. Apakah berdua gelas mengandung yang sama sejumlah air? Dewasa akan berkata ya. Anak-anak di sekitar umur dari lima sering mengatakan tidak ada dan memungut gelas dimana permukaan air adalah lebih tinggi. Cuma beberapa bulan yang akan datang, itu anak yang sama mungkin berawal menjawab satu dewasa seperti. Apa terjadi menyebabkan perubahan ini?
Temuan risetnya `Piagef` pimpin dia untuk mengembangkan satu “ teori langkah ” yang pergeseran kwalitatif penting `posited` di pembangunan seperti anak-anak didewasakan. Langkah paling awal melibatkan pembangunan `sensorimotor`, diikuti oleh `preoperational` memikirkan, kemudian wujudkan operational memikirkan ketika anak-anak mampu untuk memahami konsep seperti konservasi dari hal, dan akhirnya, operasional formal atau pikir memisahkan.
Langkahnya `Piaget` teori yang sering telah adalah diinterpretasikan untuk mengasumsikan seseorang itu taraf pengembangan current menentukan bagaimana dia atau dia memikirkan apapun pokok pembahasan. Pembahasan lebih baru memperlihatkan orang-orang itu pengetahuan dari pokok pembahasan juga mempengaruhi kesempurnaan dari pemikiran mereka; dengan demikian orang yang sama mungkin memikirkan `abstractly` tentang area sesuatu dari pengetahuan dan jauh lebih dengan nyata sekitar lain. Keseluruhan, kemampuannya anak-anak untuk memikirkan dan alasan telah diperlihatkan ke depend on the extent to which they are familiar with the content being reasoned about and have had a range of experiences upon which to draw (Donaldson, 1978; `Flavell`, 1994; `Siegler`, 1998).
Sebagai satu ilustrasi, peneliti telah menemukan bahwa anak-anak semuda empat dapat memahami konservasi kalau mereka dapat memanipulasi materi dan mendiskusikan reasoning mereka dengan seseorang siapa telah memahami konsep (Bidang, 1987; Mayer, 1992). Murid lebih tua umur keunsuran dapat belajar menyelesaikan masalah logis ide hipotetis involving kalau mereka diajari pemecahan masalah sesuai strategies (S. Searah angin, 1985) dan dapat memisahkan dan mengontrol variabel kalau mereka diberikan kesana-sini arahan bagaimana caranya melakukan (Metz, 1995). Dan sebaliknya, remaja dan dewasa mungkin berpikir dengan nyata area kesana-sini dimana mereka adalah kurang pengalaman (`Byrnes`, 1988; `Kuhn`, `Mila` Garcia, `Zohar`, dan Anderson, 1995; `Pascarella` dan `Terenzini`, Keputusan bidang pendidikan.” Contoh ini memperlihatkan bagaimana dugaan sekitar intervi produktif mendekati untuk murid harus diuji dalam kaitan dengan teori nyata dan permintaan lain satu perbuatan tersetel seperti halnya supports bahwa ini menawarkan untuk belajar.
Pembangunan serpih dan Keputusan Bidang Pendidikan
Satu murid sekolah menengah sedang mempunyai kesulitan di sekolah. Test ungkap bahwa dia yang punya satu masalah proses bahasa yang lebihi jangkauan dengan variabilitas khas. Di particular, kemampuan dia untuk mengulangi kalimat dari pendek memori jangka setelah mendengar mereka adalah satu masalah: dia dapat mengingat kalimat yang hanya satu-setengah kesana-sini sepanjang itu dengan secara khas anak-anak berkembang. Bagaimanapun, pendek memori jangka dia untuk keterangan visuil adalah di atas normal.
Karena akibat dia mempelajari masalah, menyekolahkan diputuskan yang resmi ke opsi dia pada kursus dasar agak dibandingkan lagi memperkaya sesuatu. Antara lain, di sana adalah satu memperkaya `bioiogy` kursus itu kumpulan terbelit dengan percobaan langsung dan pekerjaan laboratori sebagai tambahan terhadap khas isi suatu kursus dasar. Pejabat sekolah yakin itu kursus dasar adalah semua dia dapat menangani dan mendaftarkan dia di situ.
Satu kawan dari keluarganya anak adalah satu ahli sains belajar pemimpin dan dengan seketika menggergaji masalah dengan keputusan ini. Kursus dasar adalah hampir semua murid lisan membaca teks dan mendengarkan ceramah kuliah. Ini secara tepat area dimana anak perempuan yang punya masalah processing. “ perkaya ” kursus menyediakan satu array dengan visuil dan `tactile` experiences dan, karena akibat itu dimainkan ke kekuatannya anak perempuan.
Keputusan akhirnya terbuat ke opsi anak perempuan pada diperkaya kursus dan dia bekerja lancar, melewati dengan satu “ c.” Di sana adalah tidak ada kemungkinan dari penciptaan satu group kontrol dan membandingkan kinerjanya anak perempuan di kedua-duanya alam lingkungan berbeda. Cuma penalaran dari ahli sains belajar berharga untuk mempertimbangkan ketika berusaha mencocokan kekuatannya murid ke jalan tertentu dimana kursus diajari Hanya Karena sesuatu adalah “ perkaya ” tidak perlu memaksudkan bahwa perbuatannya mempelajari lebih keras. Kesempatan untuk `experiential`, belajar langsung yang diarah pada pemahaman conceptual lebih besar sering membuat belajar lebih penuh arti, dan di rasa itu “ lebih mudah,” untuk murid yang punya belajar kesulitan, seperti halnya untuk yang sedang mengembangkan lagi secara khas.
Interaksi Antara Pembangunan, Pengetahuan, Dan Belajar
Issue dari murid “ kesediaan untuk mempelajari keterangan macam-macam tertentu pada jalan tertentu menyoroti satu topik yang adalah terutama penting untuk guru pahami; yaitu, apakah yang hubungan antara pembangunan, pengetahuan, dan belajar? Berlawanan ke pandangan lebih awal dari pembangunan yang adalah, itu guru baru perlu untuk menantikannya ke “ terjadi ” di umur tertentu atau langkah di situ adalah bukti growing yang saat anak-anak mengalami hubungan kalimat berbeda dan mempelajari sekitar konten baru, kapasitas pengembangan mereka adalah ditambahkan. Dan saat teaching mendukung pembangunannya anak-anak, kemampuan mereka untuk belajar pada jalan baru adalah didukung. untuk melihat anak-anak mereka seperti `multidimensional` perorangan tidak “ cerdas,” atau “ perlahan-lahan,” atau “ malu,” cuma sebagai individu kompleks mempertunjukkan Levels bervariasi dari perkembangan (`Sprinthall`, 1989, p. 136).
Pembangunan serpih
Konsep dari splintered development tunjuk untuk kondisi dimana pembangunan tidak seimbang ke seberang daerah adalah sangat bertanda dan melebihi variasi normal. Pembangunan serpih adalah satu Challenge istimewa untuk pengajaran efektif karena pengaturan untuk mempelajari pengalaman di area pengembangan sesuatu mungkin perlu ada di satu sangat berbeda taraf dibandingkan pada taraf pengembangan yang lain. Antara lain, satu anak dengan keterampilan kemampuan dalam matematika lanjutan mungkin keter berpengaruh significant di keterampilan bahasa. Satu anak yang punya memajukan keterampilan bahasa omongan mungkin punya lebih kesulitan dengan penghasilan Reading atau bahasa tulisan. Beberapa perbedaan tajam ini dapat mengisyaratkan cacat belajar yang memerlukan bantuan diagnose dan khusus. Apakah atau tidak ini adalah kasus, murid akan memerlukan penuh perhatian, arahan tercurah pada area dimana pembangunan berada ketinggalan. Guru yang mempunyai keterampilan diagnostik dan kapasitas untuk membedakan dari yang lain mungkin mampu untuk golong berganti penggunaan dari murid dan dukungan secara pribadi untuk tugas berbeda untuk meyakinkan murid itu makin arahan yang mereka perlukan tanpa akibat negatif dari diri pelabelan.
Antara kasus lebih menantang dengan pembangunan serpih adalah itu dimana satu anak yang berpengaruh significant telah keterampilan teori lanjutan kecuali siapa pembangunan emosional atau sosial adalah itu tersebut akan diharapkan dari satu banyak anak lebih muda. Dalam hal ini, guru perlu mengetahui bagaimana caranya membantu perkembangan dibutuhkan emotional atau pembangunan kemasyarakatan. Guru perlu memahami strategi kemungkinan yang dapat dipekerjakan untuk menolong anak belajar mengatur emosi, untuk berkelakuan di secara sosial jalan diterima, dan untuk memahami perspektif dan feelings dari orang lain.
Lain sangat kasus hadapi tantangan dengan pembangunan serpih adalah ketika satu anak dengan pembangunan phisik normal adalah `cognitively` menunda. Pada beberapa tetapi bukan semua kasus, anak-anak demikian mungkin diidentifikasi untuk bidang pendidikan istimewa layanan. Apakah diidentifikasi atau tidak, dengan Advent dari `mainstreaming`, paling anak-anak demikian akan dididik pada kelas tetap. Dalam urutan untuk murid untuk berlanjut melangkah maju, guru perlu mengetahui bagaimana caranya menyesuaikan tugas sangat itu murid dapat mengalami sukses dan berlanjut mempelajari sepanjang jalan peluru pengembangannya sendiri. Ada jauh dari sebanyak penelitian atau praktek teruji di hadapi dengan tajam pembangunan serpih untuk memandu satu guru Novice seperti di situ berada di dalam pengajaran efektif yang berkembang mempraktekkan yang berbias satu pemahaman perbedaan individu normal. Di konsultasi keadaan ini dengan pakar dapat sangat menolong. Novice disiapkan dengan baik guru harus memahami ketika konsultasi diperlukan dan bagaimana caranya mengakses keahlian itu.
Satu contoh dengan pembangunan serpih dan implikasinya untuk membuat keputusan educational tentang suatu murid didiskusikan pada “ Pembangunan Serpih dan sembilan tahun usia dapat mempertunjukkan konservasi dari panjang, tujuh ke sembilan tahun usia konservasi area, dan delapan ke sepuluh tahun usia konservasi berat (`Sroufe`, Tukang tong, `DeHart`, dan `Bronfenbrenner`, 1992).
Walau variabilitas pada pembangunan normal umumnya dipahami oleh teachers pada awal susun, ini adalah paling tidak sebagai hebat cuma sering kurang dihargai pada tahun remaja, menawarkan Challenge istimewa ke pengajaran itu pada pertengahan dan sekolah menengah. Variabilitas lebar pada pembangunan fisik dan pada pembangunan dari karakteristik seksual adalah paling jelas nyata, cuma di situ juga perbedaan utama pada pembangunan teori dan sosial antara duabelas ke enambelas tahun usia. Differences tingginya dan pematangan phisik, seiring dengan arti budaya menyertakan ke karakteristik ini, punyakah konsekwensi untuk diri konsep, harga diri, dan keyakinan diri. Perbedaan pada pembangunan dari keterampilan teori dan kemasyarakatan punya konsekwensi untuk kemajuan akademis ketika murid menghadapi lebih `departmentalized`, alam lingkungan sekolah bukan perseorangan dengan lebih harapan kaku untuk apa belajar dan bagaimana ini adalah untuk dikuasai dan tayangkan (Eccles dan orang lain, 1993). Ini jalan peluru pengembangan yang berbeda memotong dengan tugas pengembangan dari anak remaja pada harapan masyarakat Amerika dengan hormat ke Independence, kemampuan, dan konstruksi identitas dalam hubungan dengan genus, kebirahian, perlombaan, dan budaya, antara faktor lain. Campuran dari jalan peluru pengembangan ini pada satu kelas berarti anak remaja itu guru di kelas sekolah menengah dan sekolah menengah akan seharusnya menjadi dihadapi dengan hadapi dengan satu jangkauan besar dengan kebutuhan pengembangan.
Guru Novice perlu memahami bagaimana daftar muatan perbedaan individu diri mereka sendiri dan bagaimana perbedaan individu dapat dipekerjakan ke akibat terbesar pada jasa terpelajar. Antara lain, anak-anak dengan perhatian pendek memutar akan memerlukan langkah berbeda dari tugas dan aktivitas dibandingkan anak-anak dengan lebih perhatian kronis putar. Anak-anak dengan harga diri lemah mungkin jadilah lebih secara emosional berdampak oleh kegagalan tugas dan evaluasi rendah dibandingkan anak-anak dengan lebih harga diri kokoh. Anak yang adalah kurang yakin mungkin belajar lebih secara efektif pada satu hubungan kalimat intervi mendisain punyai satu kemajuan lebih lambat dari kekecilan, tahapan didukung sehingga ketika untuk memastikan kinerja sukses, sedangkan lebih anak yakin, bahkan pada keterampilan yang sama tingkat, bolehkan menjadi bosan oleh satu intervi demikian strategy. Guru mungkin menyediakan umpan balik macam-macam berbeda kepada anak-anak dengan Levels different dari keyakinan diri.
Keseluruhan, ini tidak tidak biasa untuk pembangunan di daerah sesuatu di depan dari atau belakang pembangunan pada daerah lain. Antara lain, satu bahasanya anak pembangunan sedikit banyak lanjutan berlalu taraf dari pembangunan motor pada satu umur tertentu. Satu murid mungkin mampu untuk menyelesaikan satu masalah matematis pada kelas dengan kemudahan, cuma tayangkan kurang keterampilan menyelesaikan satu masalah hubungan antar pribadi pada tempat bermain. Perkembangan perorangan tidak seimbang peraga ke seberang jalan kecil pengembangan. Sama halnya tukang kebun memahami bahwa pabrik pada satu Garden sehat tidak memekar secara serempak atau bahkan pada musim yang sama ; guru perlu mempelajari adalah jengkelkan, satu guru sadar `developmentally` mungkin menganjurkan anak seperti itu untuk mempergunakan satu komputer dari pada satu pensil ketika menulis, sehingga ketika tidak untuk alon-alon development dengan keterampilan bahasa tulisan ekspresif sementara anak menggelut dengan keterampilan motor baik.
Perbedaan `Neurodevelopmental`, keduanya diantara dan berada di luar jangkauan dari yang dipertimbangkan “ normal ” pembangunan, juga penting untuk mengukur kesediaan. Anak-anak perorangan mungkin memproses keterangan paling secara efisien melalui cara sesuatu dilakukan berbeda (antara lain, visuil, tentang indera pendengar, dan `kinesthetic`), dan beberapa dengan perbedaan proses lagi pengajaran kebutuhan perbedaan adaptasi untuk mempelajari konten secara efektif. Satu guru efektif akan memastikan bahwa satu anak dengan kesulitan processing tentang indera pendengar telah tombol jari keterangan pada bentuk tertulis sehingga itu anak dapat continue untuk mempelajari konten baik sementara juga berkembang kemampuannya untuk jadi masuk akal dari `aural` masuki. Pada akhirnya, gol dengan pengajaran efektif adalah untuk mengungsi masing-masing anak sepanjang masing-masing sebesar jalan kecil pengembangan sejauh mungkin di pada waktunya menunjuk itu, dengan gol terakhir untuk menolong perorangan mencapai Levels dari dewasa competence dan berfungsi mengharapkan pada masyarakat kita.
Perbedaan perorangan
Di dalam menyilang jalan kecil pengembangan ini, ada satu mahabesar sejumlah variabilitas normal antara anak-anak dari umur yang sama. Guru perlu menghargai jangkauan dari perbedaan normal yang berada ke seberang anak-anak di kelas sungguhpun mereka adalah semua umur yang sama. Sebagai tambahan, guru harus sadar akan diantara variabilitas anak. Untuk beberapa anak-anak, pembangunan dapat sangat `unevenmore` memajukan pada satu area, kurang sangat pada lain. Memahami variasi ini di antara dan diantara anak-anak kritis untuk memperbolehkan satu guru untuk membentuk `developmentally` menyesuaikan pengalaman belajar untuk masing-masing anak.
Alur unik ke Pembangunan
Pembahasan dari pertunjukan pembangunan orang-orang itu mempunyai banyak secara umum saat mereka tumbuh. Meskipun demikian, pada sekelompok secara normal anak-anak berkembang yang adalah dengan umur serupa, guru perlu menyadari yang masing-masing anak akan telah mendatangi dinya atau umurnya melalui satu alur unik dari pembangunan yang dipengaruhi oleh faktor biologi, keadaan ekonomi `socio`, dan pengalaman sosial dan bidang pendidikan. Pada satu classroom dimana latar belakang dari anak-anak membedakan dengan sangat, ini jelas nyata itu satu harus mengharapkan variabilitas hebat pada daerah berbeda dari pembangunan. Bahkan di kelas dimana latar belakang dari anak-anak adalah cukup homogen, di sana akan variabilitas pantas dipertimbangkan di pembangunan antara anak-anak, meliputi perbedaan perorangan di gaya belajar, untuk perhatian jengkal, reaksi emosional ke sukses dan kegagalan, keyakinan diri, perangai, sosialisasi, dan pengalaman utama. Antara lain, terdapat sebuah dua ke lima jangkauan tahun dari umur selama yang mana baru 50 persen anak-anak dapat mempertunjukkan konservasinya `Piaget` tugas: enam ke sembilan tahun usia mempertunjukkan kekekalan massa, empat ke kita mengetahui bahwa pembangunan selalu tertandai oleh kemajuan linier dan kemajuan kwantitatif. Pada titik berbagai di pembangunan di situ adalah berpilin kemana perilakunya anak tampak ke kembali celup sebelum maju. Di sana juga peralihan kwalitatif yang melibatkan satu reorganisasi atau integrasi baru dengan kemampuan fungsional setelah yang mana individu operasikan pada satu menurut mutu different tingkat (`Cole` dan `Cole`, 1993). Mengenali proses mikro ini sementara juga mengerti jalan kecil umum dan kemajuan dari pembangunan adalah sangat penting untuk pengajaran efektif. Antara lain, guru siapa tidak menyadari bahwa satu keuntungan di sesuatu tingkat dapat melibatkan “ kembali ke perbuatan tercela ” pada lain mungkin memikirkan bahwa arahan mereka telah tidak efektip, ketika sesungguhnya, ini mungkin tepat pada jejaki. (Lihat “ Keuntungan Taraf Makro Dapat Menghasilkan Taraf Mikro `Backslides`.”)
Taraf makro Memperoleh Dapat Menghasilkan Taraf Mikro `Backslides`
Pada beberapa titik pada pembangunan ilmu bahasa mereka, anak-anak mempelajari bagaimana caranya mengucapkan pada past tense dengan menambahkan satu pencatat ilmu bahasa seperti “ `ed` ’ (antara lain, “Kita ‘ terlihat ” di situ membukukan kemarin.”). Ini adalah satu pendahulu terbatas berlalu perkataan, “Kita melihat kemarin.” However, langkah maju di taraf ini juga sering meliputi `overgeneralizations` yang menyebabkan anak-anak untuk mempergunakan aturan dimana ini tidak menerapkan, penampakan dengan demikian untuk berbuat salah bahwa mereka tidak membuat tadi. Antara lain, mereka mungkin berawal mengatakan, “Kita ‘ `goed` ’ kemarin,” terlepas dari di dalam mempunyai sabda terpakai went. Ada banyak contoh dari apa tampak “ kembali ke perbuatan tercela ” yang terjadi saat anak-anak belajar dan mengembangkan. Guru perlu mengenali ketika kesalahan hanya sesaat `overgeneralirations` bahwa sebenarnya tanda sehat dari belajar lagi, dan ketika mereka mengisyaratkan bahwa anak-anak sungguh-sungguh misunderstanding dan pertolongan kebutuhan pulang pada jejak.
Issue dari kesediaan . Satu pemahaman dari kemajuan pengembangan dan dari betapa jalan kecil pengembangan yang berbeda melangkah maju dan saling berinteraksi terutama penting untuk menolong guru mengukur anak-anak “ kesediaan untuk belajar baru. Antara lain, mempelajari untuk membaca melibatkan biologi seperti halnya development teori. Anak-anak kemampuan visuil (meliputi `binocularity` dan jejak) harus mendewasakan sebelum mereka dapat dengan nyaman memfokuskan pada dan jejak secara relatif cetak kecil. Ini umumnya terjadi kadang di antara umur dari empat dan delapan, biasanya sekitar umur dari enam atau tujuh. Di situ menunjuk mereka secara khas juga mempunyai satu rasa `welldeveloped` dari sesuatu ke satu penyesuaian dan dapat memahami lambang pemisahan, yang pemecahan kode perbuatan dari teks lebih mudah (`Cole` dan `Cole`, 1993, p. 476).
`Developmentally` mempersiapkan guru selanjutnya memahami anak-anak itu pembangunan sepanjang berbagai jalan kecil dapat saling berinteraksi pada beberapa jalan pengaruh itu kesediaan untuk tugas spesifik. Sebagai contoh, satu tujuh tahun usia anak dengan pembangunan tertunda motor kekecilan akan punya penulisan kesulitan. Dia juga boleh punya difficulty dengan visuil yang tertentu dan konsep ruang hingga guru melibatkan dia tugas motor `in.small` pertolongan itu dia mengembangkan keterampilan fisiknya. Ini juga akan memperbolehkan dia untuk terlibat dalam akademis macam-macam lain mempelajari. Kalau kesulitan adalah penting kalau satu guru adalah untuk mengembangkan satu kelas dimana murid dapat bekerja bersama-sama dan tersisa termotivasi. Kebutuhan keterampilan ini untuk diajari melalui modeling, pelatihan, dan penguatan. Mereka lakukan `nol` selalu memuncul secara spontan.
Satu pemahamannya guru dari psychological dan emotional jalan kecil memperbolehkan dia ke pengalaman kelas struktur sehingga ketika untuk memaksimalkan keduanya learning dari pokok pembahasan dan pembangunan dari positif diri konsep, tidak dengan pujian kosong kecuali oleh pendukung dan mencatat pembangunan dari kemampuan, dengan demikian menguatkan kepercayaan yang mengusahakan upaya akan menghasilkan pada proficiency ditingkatkan. Ini adalah kritis sebab penelitian menandai itu kalau satu murid mengembangkan satu akademis lemah diri konsep (percaya, sebagai contoh, yang juga dengan upaya, dia tidak dapat menyuksesi di pekerjaan rumah), dia mungkin melonggarkan upaya di daerah ini untuk melindungi harga diri keseluruhannya, mengembangkan satu melepaskan atau cara berpendirian `oppositional` untuk sekolahkan (`Harter`, 1990; Tatum, 1999). Satu anak yang secara sosial tidak kuat mungkin penolak ke risiko terlibat dalam bahasan kelas karena takut akan ditertawakan, dan mungkin sebagai konsekwensi tidak berhasil untuk memperoleh pengalaman mengekspresikannya pikir atau umpan balik securing itu akan menolong dia mengembangkan idenya. Guru mungkin perlu menawarkan umpan balik di jalan yang memperhatikan murid dan pertolongan yang dia pelajari strategi untuk mendukung pengambilan risiko (antara lain, mencatat ide sebelum mengatakan mereka dengan suara keras; mempersiapkan ide sebelum waktu yang ditetapkan) sehingga dia dapat mengatasi ketakutannya dan benefit dari kesempatan belajar lain.
Satu penting bagian dari pembangunan kemasyarakatan juga meliputi pembangunan dari moral dipikirkan dan menindaki: kemampuan untuk menghormati hak dari orang lain dan untuk berulah pada daya tarik dari orang lain seperti halnya dirinya. Guru perlu memahami pola pengembangan yang dihubungkan dengan pembangunan dari konsep dari keadilan dan kesejahteraan sosial dan jalanan dimana pengajaran dapat menolong dukungan pembangunan dari karakter dan kapasitas untuk berpartisipasi pada satu komunitas kelas dan, akhirnya, satu masyarakat demokratis.
Satu pemahaman dari jalan kecil pengembangan yang berbeda, dan interaksi mereka, tidak hanya penting ke pengajaran efektif dari anak-anak individu kecuali kritis untuk mempekerjakan manajemen kelas bunyi. Sebagai tambahan terhadap fakta bahwa anak-anak harus diajari bagaimana caranya adalah anggota dari satu komunitas sosial, anak-anak yang digurdi atau yang disajikan dengan tugas dimana mereka tidak dapat menyuksesi adalah ramuan untuk di luar dari kelas kontrol kelas macam-macam dimana belajar kecil ambil tempat. Pengajaran yang menciptakan satu lingkungan classroom bersifat membangun dimana anak-anak dapat bekerja baik dengan satu sama lain dan dimana tugas adalah sesuai dan yang mendukung terpelajar sesuaikan dengan berat pada pengetahuan dari pembangunan. Satu contoh dari demikian satu lingkungan digambarkan pada sketsa lebih awal sekitar guru baru kita, `Jahr` Jean.
Unsur makro dan Mikro dari Jalan Kecil. Masa pathways sampaikan dugaan dari gerakan ke arah seperangkat gol penting. Pada satu umum (makro) taraf, anak-anak melangkah maju dari titik satu ke b ke C. Bagaimanapun, pada satu pemahaman taraf mikro gerakan pembangunan memerlukan tidak hanya satu rasa dari “ anak utuh ” kecuali juga satu bahan pertimbangan dari “ anak utuh mengembangkan khususnya hubungan kalimat kemasyarakatan.”
Satu guru siapa `developmentally awaie` akan tahu, antara lain, bagaimana utamanya anak pengetahuan dan pengalaman budaya akan memberitahukan apa anak tahu dan bagaimana yang dia mungkin mendekati ide lagi dan tugas. Guru seperti itu juga akan mengerti nilai dari ijin anak-anak untuk mengeksplorasi dunia fisik dengan penggunaan dari rasa mereka dan untuk mengembangkan kemampuan fisik, seimbang seperti, tubuh, dan atur jarak pengamatan; kesadaran alun suara dan sementara; dan denda aktivitas otot, keduanya untuk sake mereka sendiri dan karena dukungan kemampuan ini keterampilan akademis lain, meliputi Reading, penulisan, dan pemahaman dari bagaimana phisik principles bekerja di dunia, satu fondasi matematika dan pengetahuan. Guru ini akan mengetahui bahwa satu kurikulum yang menganjurkan anak-anak untuk mempelajari dengan aktif dan dengan nyata dengan mengamati, mengumpulkan keterangan, mendeskripsikan, hitung, memanipulasi, dan penggunaan apa yang mereka telah mempelajari akan nanti mendukung pemikiran pemisahan yang mempercayakan pada pemahaman beton ini.
Satu guru sadar `developmentaliy` akan mengetahui tersebut, untuk paling murid, mengajari keterampilan Reading awal di taman kanak kanak (antara lain, murid bantuan memperjelas konsep dari perkataan dan surat dan mengeksplorasi hubungan lambang bunyi) akan membedakan dari pelajaran membaca pada keunsuran yang akan datang susun (antara lain, mempergunakan strategi `metacognitive` untuk menambahkan pengertian, mengintegrasikan lebih baca-tulis berkelanjutan, memperluas pengetahuan dari konvensi ejaan dan penulisan). Dia juga akan memahami yang beberapa murid masih kebutuhan untuk mempelajari orang lain keterampilan telah kuasai lebih awal, dan akan tahu bagaimana caranya mendiagnose ini perlukan dan sasaran teaching dan bantuan bersesuaian. Satu guru sadar `developmentally` akan mengetahui yang saat murid langkah maju pada pemahaman mereka pada satu daerah, mereka terus meningkat mampu untuk mencari pola, untuk memikirkan `abstractly` dan `contingently`, dan untuk mengatur beberapa variabel di lebih jalan silang selimpat. Guru ini akan dipersiapkan untuk menolong murid terlibat dalam kemajuan ini ke arah lebih penalaran sistematis dan pemikiran simbolis.
Jalan kecil Saling Berinteraksi. Jalan kecil berbeda dari pembangunan internet-with dan pengaruhi satu sama lain; dan jalan kecil ini dan interaksi yang punya implikasi penting untuk arahan. Antara lain, memahami kemajuan umum dari cognitive development dan variasi `exhibited` oleh anak-anak perorangan menolong satu guru ke struktur, urutan, dan langkah perintahkan dan memilih strategi intervi yang mungkin efektif. Pemahaman language development, meliputi jalanan dimana bahasa didapatnya berhubungan ke pembangunan teori dan hubungan kalimat budaya, tolong satu guru memilih strategi materi dan pengajaran itu akan mendukung bahasanya anak-anak penggunaan kecakapan dan tumbuh dari bahasa akademis. (Bab Empat mengeksplorasi pembangunan bahasa secara detil.) Pemahaman social development, meliputi pembangunan dari keterampilan kemasyarakatan.
KEPENTINGAN DARI PENGAMBILAN SATU PENGEMBANGAN
PERSPEKTIF
Untuk memahami dan mendukung belajarnya murid, satu guru harus mampu untuk pengambilan satu “ perspektif pengembangan.” Ini meliputi satu pemahaman pembangunan itu terjadi sepanjang sejumlah phisik dimensi berbeda, sosial, emosional, teori, dan ilmu bahasa, antara lain-lain dan pembangunan itu sepanjang dimensi ini, berikut meskipun demikian beberapa kemajuan umum, bukankah necessarily terjadi pada umur yang sama untuk masing-masing anak atau bahkan pada waktu yang sama pada orang yang sama. Satu kiasan berguna untuk memikirkan sepanjang pembangunan adalah dalam kaitan dengan “ jalan kecil dari pembangunan, yang menyampaikan dugaan dari gerakan sepanjang ini beberapa dimensi ke arah seperangkat gol penting.
Kemajuan Sepanjang Jalan Kecil Pengembangan
Pada Core dengan praktek efektif adalah satu kemampuannya guru untuk mengidentifikasi dimana satu anak berada di dalam pembangunannya dan bagaimana caranya mendukung belajarnya pada zona dari pembangunan proximal (didiskusikan pada bagian berikutnya). Untuk lakukan ini, satu guru harus memahami kemajuan umum di pembangunan seperti halnya belajar perorangan. Teori langkah seperti `Piaget` yang pergeseran besar `posited` di pembangunan pada umur spesifik telah ditantang oleh yang telah menemukan pembangunan untuk jadilah lebih individu berkepanjangan dan lagi, seperti halnya lagi spesifik terhadap hubungan kalimat tertentu dan area konten (`Flavell`, 1994; `Siegler`, 1998). Ini terus meningkat jelas bahwa education dapat mendukung pembangunan: Anak-anak dapat become siap untuk pikirkan dan perform tugas lebih rumit kalau mereka diberikan kesempatan dan bimbingan untuk mengembangkan keterampilan ini. Pada beberapa parameter, guru memerlukan tidak hanya wait untuk anak-anak ke “ bersiap.” Dia dapat menciptakan satu kelas yang anak-anak pertemuan dimana mereka berada, ambil keuntungan dari apa mereka mau dan perlu mempelajari, dan ungsi mereka sepanjang jalan kecil pengembangan.
Ide dari jalan kecil meliputi proses dinamis dari phisik, interaktif yang sosial, emosional, teori, ilmu bahasa, dan pembangunan etis yang moral yang saling berinteraksi mendukung perkembangan dari anak. Seperti Comer `James` dan rekan sejawat (1996) jelaskan, “Pembangunan seimbang, atau kedewasaan, ditandai oleh pertalian kuat antara semua jalan kecil pengembangan. Kiasan ini dari pertalian antara pathways perbolehkan kita untuk menjelaskan secara serempak kompleksitas dari pembangunan dan urgensi dari aspal untuk perhatian terhadap semuanya aspek dari pembangunan ” (p. 18).
1. Seperti dengan sepenuh sistem, semua `underdevelopment` sepanjang satu jalan kecil yang punya satu dampak pada keseluruhan sistem. Ini memaksudkan bahwa kebutuhan guru untuk menghadiri ke pembangunan sepanjang semua jalan kecil dan cari kesempatan untuk mendukung perkembangan di area dimana perhatian berada dibutuhkan. Sebagai tambahan, ini penting untuk memahami yang masing-masing dari jalan kecil ini kembangkan pada tertentunya anak hubungan kalimat sosial dan budaya, yang yang juga dapat sokong ke perbedaan individu antara anak-anak.
2. `inevitability` dari individual differences di pembangunan: Ini adalah important untuk guru untuk mengerti pada kedalaman pantas dipertimbangkan jalan berbeda dimana satu pembangunannya anak dapat berevolusi dan bahkan tampak “ splintered,” meninggalkan norma pada beberapa area kecuali masih diantara atau dekat dengan jangkauan dari pembangunan normal. Seperti dicatat di Bab Dua, guru efektif adalah pelajar memusat seperti halnya pengetahuan terpusat, dan mereka pergunakan penilaian untuk memahami apa kebutuhan murid mereka. Yang lebih baik yang mereka pahami jangkauan dari variabilitas di pembangunan dan area dimana dukungan tambahan adalah dibutuhkan, yang lebih baik mempersiapkan guru adalah untuk menolong murid mereka belajar.
3. Interaksi antara development, knowledge, and learning: Berbeda dengan pandangan lebih awal dari pembangunan sebagai seperangkat secara biologic berhubungan langkah dengan jelas penentu apa yang murid dapat lakukan, penelitian saat ini memperlihatkan pembangunan itu, pengetahuan, dan belajar berhubungan untuk satu sama lain. Kepercayaan lebih tua pembangunan itu berproses pada satu langkah tetap yang menentukan anak-anak “ kesediaan untuk belajar adalah tidak lagi diterima oleh ahli teori pengembangan yang saat ini. Sebagai ganti, penelitian mempertunjukkan bagaimana yang belajar dapat mempengaruhi pembangunan, seperti halnya terbalik. Pembahasan lebih baru memperlihatkan tersebut, sebagai tambahan terhadap umur mereka atau “ langkah nyata,” utamanya orang-orang pengetahuan dan pengalaman dengan konten spesifik mempengaruhi sophistication dari pemikiran mereka. Maka orang yang sama mungkin memikirkan `abstractly` tentang area sesuatu dari pengetahuan dan jauh lebih dengan nyata sekitar lain. Hubungan di antara Pembangunan dan belajar baru juga important untuk pahami. Konsepnya `Vygotsky` dari zona dari development `proximal` (`ZPD`) sediakan satu kerangka untuk memikirkan bagaimana caranya mendukung belajar dan pembangunan untuk masing-masing anak.
4. `centrality` dari cultural contexts untuk pembangunan: Fakta belajar itu pembangunan pengaruh (dan bolak balik), dan itu berdua belajar dan pembangunan sangat terlekat pada hubungan kalimat budaya, maksudkan guru itu harus memahami dan menghargai keanekaragaman dari anak-anak jalan pengalaman dapat bedakan, dan mampu untuk lihat dan membangun di atas kekuatan budaya kalau mereka adalah untuk menolong semua murid suksesi.
5. Strategi untuk menolong perolehan guru calon keahlian pengembangan: Kita mencatat di Bab Dua pada belajar yang “ pengetahu ” tentang suatu area, yang, mampu untuk fakta status sekitar ini, bukan sama halnya mampu untuk penggunaan pengetahuan ini untuk menyelesaikan masalah penting pada dunia nyata. Ini adalah seperti benar untuk guru seperti ini adalah untuk murid. Guru yang educators telah menemukan sejumlah jalan untuk menolong guru calon belajar pergi berada di luar hanya “ memikirkan ” pembangunan untuk mampu untuk “ pikiran dan akta `developmentally` ” saat mereka ajari secara produktif terlibat dalam pekerjaan penuh arti. Dia menciptakan satu tugas yang dihaluskan pada anak-anak pengalaman sendiri, dan dia menolong mereka mempergunakan berbagai alat beton dari manipulatip dan gambar ke peraga grafis dan alat penghitung untuk mendukung pemecahan masalah mereka. Melalui observasi hati-hati dan diagnose, dia telah membayangkan apa alat berbeda dan bantuan macam-macam akan menolong murid different dapat kemajuan pada tugas. Dia telah mengorganisir tugas sangat murid itu dapat menemukan berbagai titik masukan, dan dia menciptakan satu pertunjukan dialog kelas berbagai solusi untuk memastikan semua murid memahami jawaban dan proses. Perancah dia belajarnya anak-anak melalui struktur untuk aktivitas, akses untuk amati, bertanya memandu pemikirannya murid, dan opportunities untuk anak-anak pelajari keterampilan kemasyarakatan seperti halnya sesuatu teori. Dia dengarkan dan amati dengan cermat untuk memahami pemikirannya murid, dan dia mendukung students di dalam memperbincangkan risiko pada berbagi ide mereka sangat yang dia akan mampu untuk gerakan pemahaman mereka sepanjang. Dia juga memastikan bahwa murid dinyatakan pada upaya mereka, keyakinan diri dengan demikian pond pine dan motivasi berkelanjutan. Kemudian kita akan melihat bagaimana persiapan dia di pembangunan anak, seperti halnya pada pengetahuan konten bersifat pendidikan, memperbolehkan dia untuk lakukan hal-hal ini.
Saat kita deskripsikan di bab ini, pembangunan anak dengan ketat terikat ke belajar pada beberapa jalan. Guru Novice harus memahami yang mengetahui tentang pembangunan pusat agar adalah satu guru efektif, dan adalah satu guru efektif pusat ke apakah anak-anak akan membuat kemajuan berpengaruh nyata pada perlu jalan kecil ke pembangunan sehat dan untuk makin satu sepenuhnya orang terpelajar pada satu masyarakat demokratis. Lima topik utama didiskusikan di bab ini:
1. Kepentingan dari pengambilan a developmental perspective: Ketika pembangunan murid adalah fokus dari keputusan pengajaran, guru berencana pada cahaya dari kebutuhan murid mereka kering ke dukungan kemajuan mereka sepanjang beberapa pathways—physical pengembangan, sosial, emosional, teori, linguistic, dan psikologis. Mereka memahami bahwa dimensi ini saling berinteraksi dengan satu sama lain, dan selanjutnya, itu murid akan punya kebutuhan pengembangan yang berbeda. Walau banyak aspek umum dari proses pengembangan, tolok ukur sepanjang masing-masing sebesar dimensi ini lakukan tidak perlu terjadi pada umur yang sama bagi seluruh anak-anak atau pun lakukan pembangunan pada Arena berbeda terjadi datar pada anak yang sama. Walau sekolah Amerika diorganisir oleh susun dan untuk beberapa luas oleh umur, keduanya umur dan susun adalah sangat indikator tidak tepat dari pembangunan. Pada apapun taraf susun, ada biasanya satu tahun dua atau tiga jengkal dari umur dengan satu bahkan jengkal lebih luas dari keterampilan, kemampuan, dan langkah developmental. Memahami jalan kecil pengembangan dan kemajuan adalah sangat penting untuk mengajari di jalan yang optimal untuk masing-masing anak.
Mengembangkan satu Kelas Ahli Ilmu Pasti
Pada satu pagi hari bersemi tepat sebelum minggu lalu sekolah, ketika beberapa murid hanyalah nantikan waktu, Jean kelasnya `Jahr` dari duapuluh delapan detik dan murid susun ketiga adalah `intently` terlibat dalam satu investigasi matematis. Satu guru tahun pertama dan lulus dari Perguruan Tinggi Jalan Bank, Jean ajari di `P.S`. 234, satu sekolah dasar umum York Kota Besar New. Bersuku banyak, kelas berbagai bahasa dari murid bekerja pada group kecil pada masalah tunggal. Beberapa anak-anak mempergunakan alat penghitung; orang lain tidak beberapa punyai menggambar seikat dari angka; lain-lain telah mengembangkan satu peraga grafis untuk masalah mereka. Saat mereka berakhir, semua orang pengambilan solusi mereka dengan mereka saat mereka duduk di atas rapat terhampar area menghadapi papan. Jean berawal membaca masalah dengan group: Di September, masing-masing orang di kelas 113 bawakan satu rim (satu package) dari kertas Fotokopi. Ada 500 lembar kertas di sesuatu lebarkan. Ada duapuluh delapan anak-anak di kelas 113. Berapa banyak potongan dari kertas ada di sana sekaligus?
Dia membuka bahasan dengan satu ajakan, “Biarkan membicarakan tentang betapa orang-orang berbeda selesaikan masalah, dan kenapa kamu memutuskan untuk menyelesaikannya cara itu.” Dalam yang akan datang duapuluh menit, pertunjukan murid, gambar, dan diskusikan tujuh strategi berbeda mereka yang punya dipergunakan untuk selesaikan masalah. `Jane` persoalkan mereka untuk menarik keluar perincian sekitar strategi solusi mereka dan sering mengikhtisarkan apa murid berkata. Dengan kesabaran dan pilihan hati-hati dari perkataan, dia menolong masing-masing anggota dari group memahami proses berpikir dari yang lain. Sebagai sesi mendekati akhirnya, dia bertanya kalau semua orang pahami solusi different. Tiga anak-anak dari satu group tampak di keraguan dan mengacungkan sampai mereka. Jean meminta salah satu para wanita untuk menyembul dan memperlihatkan “ caranya.” Anak-anak guru dan yang lain mengamati dengan sabar, seyogyanya para wanita penimbang proses berpikir. Tiba-tiba, Rupanya Jean menerangi saat dia melihat apa mereka berbuat. Dia menanggapi menjelaskan pekerjaan mereka: Itulah caranya kamu lakukan ini! Aku penasaran kalau yang kamu telah mempergunakan puluhan golong, cuma kamu yang punya satu secara total pola berbeda. Kamu mengawali seperti "if there were 30 children and then you subtracted the 1,000 sheets that would have been brought by the additional two children from the total number. You rounded to a higher number and then you subtracted. Wow. I get it Let me see if I can show it to the others.”
Orang pemudi dengan senang ketika guru memperlihatkan group “ dia ” sistem. Ketika semua orang tampak bersih, Jean bertanya, “Apakah siapapun mengingat darimana masalah ini?” Satu penaikan anak perempuan dia menangani dan katakan: “Yang masalahku lama waktu silam.”
”Kamu benar,” guru dia jawab. “Kamu meminta masalah itu semasa yang pertama minggu dari sekolah ketika semua kamu diminta ke masing-masing membawakan satu rim kertas untuk tahun. Kamu menggergaji semua rim itu dari kertas membandingkan di depan kamar, dan kamu mau mengetahui berapa banyak lembar dari kertas yang kita punya. Aku mengatakan kamu bahwa kita akan menemukan suatu hari kecuali itu di titik itu pada tahun ini susah untuk menggambarkan ini di luar sebab kamu yang harus mempelajari banyak sekali tentang golong, dan menambahkan sejumlah besar. Cuma sekarang kamu semua dapat lakukan ini dan melalui banyak cara.”
Anak lain mengikhtisarkan dengan mencatat. Itu berarti yang kita mempergunakan 14,000 lembar kertas tahun ini.” Perkataan Jean, “Kamu memperoleh ini ” masalah menerus tinggal papan untuk hari, seiring dengan perkaliannya murid solusi.
Ini guru tahun pertama praktek mempertunjukkan bahwa dia memahami bagaimana caranya mengorganisir satu kelas yang mendukung `developmentally` sehingga muda itu anak-anak adalah anak perempuan melakukan dengan kurang baik di matematik pada satu mengalami guru dia pada akhir dari yang pertama dua bulan sekolah. Guru yang menanggapi bahwa anak yang punya alangkah patut mendapatkan satu lakukan ” cuma yang dia telah memberikan dia satu “ c ” karena anak yang pada awalnya telah ditempatkan pada matematik teratas golongkan. Guru penasaran kalau ini tidak mungkin menjadi bijaksana untuk mengungsi bulu halus anak ke satu matematik tingkat yang lebih rendah golongkan.
Ibu, satu terkenal dan sangat tinggi ahli sains selesai Amerika Afrika, ditolak, menyadari kegagalan itu di tidak cakap matematik dan perasaan di subyek ini adalah satu resep untuk sungguh membatasi hak suara sepuluh tahun maka. Induk yang mengatakan mereka akan mengerjakan dengan anak dan lihat apa yang mereka dapat lakukan. Ini adalah satu Hari Kamis. Oleh Hari Senin berikut sore ketika sekolah dikunjungi ibu untuk minggu Pendidikan Amerika, guru yang melaporkan bahwa anak, siapa mempunyai tidak tadi selesai pekerjaan matematiknya, tidak hanya telah lengkap awalnya cuma berbuat hampir semuanya dengan benar. Anak ini mempunyai meninggalkan kegagalan bekerja ke “ satu ” pekerjaan pada ruang dari empat hari.
Guru mau mengetahui apa ibu berbuat. Ibu yang balas: “Aku menggambarkan ini di luar. Di sana hanya beberapa hal itu dapat bertanggungjawab pertunjukan lemah dia di matematika: dia tidak mengetahui fakta dia; dia tidak mengetahui bagaimana caranya mengekspresikan fakta di cara yang ditempuh oleh mereka adalah disajikan; atau dia tidak mengetahui bagaimana caranya mengekspresikan mereka pada waktu tertentu.” Ibu yang menemukan bahwa anak perempuannya bukan connecting sejumlah waktu dia adalah pembagi untuk tugas ke apa dia yang harus penuhi. Sehingga, ibu yang pergunakan satu pengatur waktu untuk menolong anak perempuan dia patut mendapatkan sekitar hubungan di antara waktu pembagi dan pelengkap tugas di tangan.
Satu guru memasang telinga, pada saat dengar keterangannya ibu, dikatakan, “Tentu, beberapa anak-anak pada umur tingkat pertama belum juga satu rasa dikembangkan dari waktu dan jarak.” Ibu, mencerminkan di sini insiden bertahun-tahun kemudian, penasaran kalau barangkali kegagalannya guru untuk meraih keterangan ini dan menerapkan ini secara korektif sehubungan dengan satu pemahaman tidak cukup dari faktor pengembangan itu dapat bertanggungjawab kegagalannya anak, ke harapan sekitar kemampuan belajar pada anak-anak Amerika Afrika, ke satu kekurangan motivasi atau kemampuan untuk lakukan analisa diagnostik itu akan mengungkapkan masalah learning anak sedang mengalami, atau beberapa kombinasi dari hal-hal ini.
Cerita benar ini menyediakan satu jendela kecil ke dalam apa satu guru efektif perlu mengetahui tentang pembangunan anak, dan bagaimana yang dia harus mampu untuk menerapkan pengetahuan itu untuk menolong anak-anak belajar dan untuk tumbuh. Sebagai tambahan terhadap langkah pemahaman dari pembangunan, satu guru efektif perlu memahami komponen dari tugas yang dia tugaskan dan apa yang mereka perlukan, dan dia harus mampu untuk mengamati murid dengan cermat untuk mengevaluasi tidak hanya apa yang mereka mengetahui kecuali bagaimana mereka belajar dan melaksanakan. Dengan pengetahuan itu, guru dapat menolong anak-anak muda berlanjut merasakan successful dan mengilhami pelajari. Tanpa ini, mereka dapat menghalang anak-anak belajar langsung dan membahayakan sukses masa depan mereka. Satu guru siapa tidak memahami pembangunan mungkin berkesimpulan, seperti guru ini lakukan di pertama, itu satu murid yang menghadapi kesulitan bukan pelajari atau, barangkali, tidak saja mampu untuk pelajari.
Perbedaannya, di sini adalah satu cerita dari satu guru baru yang memahami pembangunan, mempertunjukkan bagaimana pemahaman itu dapat membuat perbedaan untuk murid tinggal di dalam perjalanan sekolah ke kebun binatang. Dengan sepenuh dari aktivitas ini, guru mengetahui apa masing-masing anak sedang melakukan, apa anak mengerti di daerah itu, dan apa dia perlu mengerjakan dekat dengan kemajuan pada pemahamannya. Sementara aktivitas kelas mungkin tampak tanpa kelim, mengembangkan ini semacam praktek mengambil sebagian besar pengetahuan dan keterampilan tidak dengan seketika nyata ke pemerhati peristiwa kebetulan atau Novice.
Satu guru tahun pertama, tadi satu pengacara sukses, siapa ditempatkan pada satu pelaksanaan rendah, sekolah menengah perkotaan mengikuti satu persiapan musim panas pendek program, ditunjukkan dengan tepat masalah beberapa rekrut baru menghadapi ketika meminta apa yang dia telah temukan paling hadapi tantangan di yang tahun pertama, guru disebutkan, “getting anak-anak untuk menduduki masih dan memperhatikan.” Dia tidak mengembalikan untuk satu tahun kedua dari pengajaran. Lain `midcareer` mengajari rekrut yang punya tidak mempunyai benefit dari Pendidikan melatih ulang memulai siaran hari kedua dia. “Anak kambing adalah cukup manis,” katakan dia, "but they were running ail over the place. There was no way I could teach them anything if I couldn't get them to sit down. 1 didn't know what to do" (Besar, 2001). Memahami dimana satu anak adalah mengembangkan secara mental adalah salah satu paling penting kunci untuk membentuk tugas belajar sesuai yang sedang melibatkan untuk tugas murid yang adalah keduanya penarik perhatian dan appropriately menantang. Tugas yang adalah `developmentally` tidak sesuai tidak hanya menernakkan kegagalan akademis untuk murid, mereka juga mengikis motivasi dan menganjurkan perilaku ganggu.
Satu guru yang punya satu pemahaman baik dari pembangunan anak dan belajar lebih mungkin efektif pada kelas; data terbaru memperlihatkan bahwa baru teachers yang punya mempunyai `coursework` di dalam mempelajari dan pembangunan juga lebih dari dua kali sebagai mungkin untuk tinggal di dalam pengajaran (Komisi nasional pada Pengajaran dan Perdagangan Berjangkanya America, 2003, p. 84). Ini mungkin sebab sukses lebih besar katut dari kemampuan ke pertunjukan `developmentally` menyesuaikan materi intervi dan pelajaran yang murid pertemuan kebutuhan. Kemampuan ini adalah faktor kritis di apakah guru mampu untuk mengatur satu kelas. Tantangan untuk pengacara yang mengarahkan guru adalah "how to keep the children still.” When a teacher cannot create tasks that engage students at their developmental level : hasil adalah satu lingkungan classroom kacau kemana kecil mempelajari dapat lanjutkan, dan sedikit sukses dicapai.
Guru yang memahami pembangunan dan bagaimana caranya mendukung ini menganjurkan dramatically berbeda akibat oleh yang tidak. (Lihat “ Belajar untuk Membenci Mathematics dan Perkembangan satu Kelas Ahli Ilmu Pasti.”) Bab ini mendeskripsikan bagaimana pengetahuannya guru dari pembangunan memperbolehkan mereka effective di dalam memilih dan mengembangkan tugas sesuai, memandu belajar berjalan, dan memelihara motivasinya anak-anak untuk pelajari.
Belajar Membenci Matematika.
Dia berada di dalam tingkat pertama dan telah dia belajar untuk membenci matematika. Ini adalah pokok dimana dia tidak sukses. Sesungguhnya, kelas yang membuat dia tangis. Induk dia, keduanya profesional sukses, didengar untuk pertama kali baru tentang mereka
KEBIASAAN MANUSIA SUKSES TANPA BATAS
Pendahuluan
Sejak zaman Renaisance di abad 17 lalu, manusia memasuki “dunia baru”, dunia yang begitu berbeda dengan tatanan dunia sebelumnya. Alfin Tovler, futurolog yang membagi tiga tahapan perkembangan peradaban manusia, menyatakan bahwa manusia saat ini hidup di tengah periode masyarakat komunikasi yang berlangsung sejak 1970 hingga sekarang. Dalam kehidupan di dunia baru ini manusia mengalami proses transformasi – untuk tidak mengatakan revolusi seperti yang diistilahkan oleh Franz Magnis – yang begitu cepat dan mencengangkan. Hasil olah sains dan teknologi canggih yang diciptakan manusia membuat sesuatu menjadi mudah, tidak berjarak dan tidak tersekat oleh waktu dan tempat. Semuanya dapat dilampaui oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Hikmat Budiman dengan sinis menyatakan, bahwa canggihnya kehidupan modern belum, bahkan tidak terjangkau oleh mimpi-mimpi paling liar sekalipun pada masyarakat primitif (1997).
Kecanggihan ilmu pengetahuan sekarang ini membuka ruang dan cakrawala baru dalam tatanan peradaban kehidupan manusia. Betapa tidak, sesuatu yang dahulunya dianggap tabu, misteri dan merupakan wilayah metafisis bahkan teologis, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi riil dan lumrah. Sebagai contoh, sebut saja tentang penjelajahan manusia ke semesta lain, seperti perjalanan ke bulan dengan hanya menggunakan pesawat ulang alik baik yang berawak maupun yang tidak; rekayasa genetika; teknologi informasi, komunikasi dan transportasi. Akan tetapi, betapapun manusia telah berhasil dan terus berhasrat melakukan eksplorasi dan menguak tabir misteri cosmic, termasuk dirinya, namun keberadaan manusia itu sendiri tetap saja menjadi misteri yang hingga kini, bahkan entah sampai kapan perlu diuangkap.
Berbagai penemuan baru super canggih produk ratio telah mampu merubah tatanan dan pola hidup yang dilakonkan manusia, termasuk paradigma kehidupannya. Perubahan dimaksud sekaligus telah menjadi pertanda keberhasilan manusia mengganti peran alam yang awalnya hadir sebagai mitra dalam kehidupan di semeta ini kini menjadi objek eksploitasi hanya dengan mengedepankan dalih demi kelangsungan hidup manusia dan demi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seiring dengan perjalanan waktu, manusia semakin terpesona dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai produk kerja ratio. Bahkan ironisnya, hanya dikarenakan berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas kehidupan sebagai tawaran dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian hari kian berkembang, manusia telah berani meniscayakan “ratio” yang terbukti telah berhasil menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tanpa disadari seiring dengan itu pula ia telah mereduksi keniscayaan realitas lainnya termasuk agama dengan berbagai elemen spiritual yang terkandung di dalamnya.
Keterpesonaan akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakhir pada peniscayaan terhadap ratio membuat manusia memandang dan menghadirkan dunia dengan segala persoalannya sebagai realitas yang sederhana. Oleh Yasraf Amir Pilliang dunia seperti itu diistilahkan dengan dunia yang telah dilipat (2004). Hal ini disebabkan oleh kenyataan betapa kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat aktivitas hidup manusia semakin efektif dan efisien.
Dunia yang telah dilipat muncul sebagai konsekwensi dari kehadiran berbagai penemuan teknologi mutakhir terutama transportasi, telekomunikasi dan informasi, jarak-ruang semakin kecil dan semakin sedikit waktu yang diperlukan dalam pergerakan di dalamnya, inilah pelipatan ruang-waktu. Adalagi pelipatan waktu-tindakan, yakni pemadatan tindakan ke dalam satuan waktu tertentu dalam rangka memperpendek jarak dan durasi tindakan, dengan tujuan mencapai efisiensi waktu. Dahulu manusia melakukan satu hal dalam satu waktu tertentu, seperti memasak, menyetir, membaca, menelepon dan lain-lain. Kini, manusia dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu bersamaan, menyetir mobil sambil menelepon, mendengar musik, makan dan sambil bicara.
Pada bagian lain ada pula miniaturisasi ruang-waktu, dimana sesuatu dikerdilkan dalam berbagai dimensi, aspek, sifat dan bentuk lainnya. Realitas ditampilkan melalui media gambar, fotografi, televisi, film, video, dan internet. Sebagaimana yang dikatakan oleh Paul Virilio yang dikutip Yasraf Amir Pilliang, bahwa ruang saat ini tidak lagi meluas, tetapi mengerut di dalam sebuah layar elektronik. Jika ingin mengetahui sesuatu yang riil, manusia dapat mencari dan menyaksikan melalui video, film, televisi. Ingin tahu mendetail tentang sang bintang idola, maka orang tinggal mengklik satu situs dalam internet, kemudian tampillah sang bintang dengan ragam tentang dirinya, dan seterusnya. Demikianlah di antara beberapa gambaran tentang pelipatan dunia oleh perkembangan teknologi mutakhir di bidang transportasi, komunikasi dan informasi.
Keniscayaan Modernitas
Modernisasi adalah sebuah keniscayaan sejarah yang pasti ada menyambangi sebuah peradaban manusia, tak perduli apakah ia menghendakinya atau tidak. Menurut Franz Magnis, modernisasi adalah satu revolusi kebudayaan paling dahsyat yang dialami manusia sesudah belajar bercocok tanam dan membangun rumah. Modernitas bagaikan air bah yang terus menerjang benteng-benteng kokoh mitologis masyarakat primitif dan menggantinya dengan bangunan baru yang lebih rasional, kritis dan liberal. Modernisasi merupakan suatu proses raksasa menyeluruh dan global. Tak ada bangsa atau masyarakat yang dapat mengelak dari padanya.
Zaman Modern sendiri, masih menurut Franz Magnis, diawali dengan ditemukannya 3 hal penting yaitu penemuan dan pemakaian bubuk mesiu, mesin cetak dan kompas pada abad ke-15 M di Eropa. Ketiga hal inilah yang menjadi pra-syarat terciptanya masyarakat modern berikutnya yang dimulai dari belahan dunia Eropa. Penemuan dan pemakain bubuk mesiu berarti titik akhir kekuasaan feodal yang dipusatkan dalam benteng-benteng feodalisme. Penemuan mesin cetak menandakan telah dimulainya proses transformasi ilmu pengetahuan sehingga dapat dikonsumsi oleh khalayak ramai, sehingga pengetahuan dan interprtasi kebenaran tidak lagi menjadi hak monopoli satu golongan tertentu. Dengan mesin cetak, pengetahuan baru yang ditemukan dari hasil eksplorasi para saintis dapat dipublikasikan secara lebih luas, dengan demikian pengetahuan menjadi inklusif karena dapat diakses oleh siapa saja. Kondisi ini memungkinkan percepatan perubahan dalam satu komunitas peradaban karena telah terjadi dinamisasi khususnya pada aspek peradaban intetektual. Di bagian lain, penemuan kompas mengisyaratkan bahwa navigasi mulai aman, sehingga dimungkinkan melakukan perjalanan jauh guna menemukan, membuka dan menjelajah dunia baru.
Tiga penemuan inilah yang menjadi dasar bagi perkembangan peradaban manusia selanjutnya menjadi semakin dahsyat juga liar. Karena tiga penemuan ini jugalah kemudian lahir tiga gerakan yang menjadi landasan pembuka jalan ke dunia modern. Ketiga gerakan itu adalah gerakan kapitalisme dengan teknik modern yang memungkinkan industrialisasi, subjektivitas manusia modern dan rasionalisme.
Dari ketiga gerakan di atas kemudian lahirlah modernisme sebagai anak dari karya intelektual manusia. Ia menggurita dalam tiap aspek kehidupan manusia. Banyak penemuan-penemuan ilmiah baru yang mencengangkan dan membelalakkan mata manusia awam. Dimulai dari penemuan Nicolaus Copernicus (1473-1543), seorang ilmuan yang mengumandangkan teori bahwa matahari sebagai pusat tata surya (helio sentris), Johanes Kepler (1571-1630) yang menemukan hukum gerak planet, Galileo Galilei (1564-1626), dan sederet nama-nama lainnya. Sejak abad ini, dimulailah satu proyek besar ambisius oleh masyarakat barat, yaitu apa yang mereka sebut dengan modernisasi.
Menurut Lawrence, secara terminologi kemoderenan dapat dipahami sebagai sebuah kondisi atau keadaan dimana muncul serangkaian perubahan dan peningkatan dalam kehidupan manusia, mulai dari sistem birokrasi, rasionalisasi, kemajuan dalam bidang teknis dan pertukaran global yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia era pra-modern. Lawrence berupaya mengambarkan modernisme sebagai “pencaharian otonomi individu, menekankan pada perubahan nilai secara kuantitas, efisiensi dalam produksi, dan kekuatan serta keuntungan di atas simpati terhadap nilai-nilai tradisional atau lapangan pekerjaan dalam ruang publik maupun pribadi. Keberhasilan tersebut –technical capacities dan global exchange—merupakan konsekuensi material dari ideologi modernisme, yang kemudian memarginalisasikan peran agama. Dari sini kemudian muncul perdebatan dimana orang banyak mendudukkan modernisasi vis-a-vis agama.
A. DEFINISI KONSEPTUAL
Dalam kamus besar bahasa Indonesia dikatakan bahwa kata “kebiasaan manusia” di artikan sebagai sesuatu yang biasa di kerjakan oleh manusia . Dalam ilmu antropologi di jelaskan kebiasaan di gambarkan “sebagai pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang di pelajari oleh setiap individu yang dilakukan secara berulang untuk hal yang sama” dengan kata lain perbuatan yang sejenis yang dilakukan secara berulang ulang akan menjadi kebiasaan
Para ahli jiwa menjelaskan kalau kebiasaan itu terbagi menjadi tiga unsur yang paling berkaitan erat .
1. pengetahuan yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan.
2. keinginan yaitu adanya motivasi atau kecendrungan untuk melakukan sesuatu
3. Keahlian yaitu :memiliki kemampuan untuk melakukannya
Jika dari tiga unsur tadi bertemu dalam satu perbuatan, maka perbuatan itu dapat di kata gorikan sebagai kebiasaan akan tetapi jika kurang salah satunya maka kegiatan tersebut tidak dapat dikatan sebagai kebiasaan
“kesuksesan” yang jauh lebih berharga dan abadi. Maka tiga indicator sukses diatas adalah kesuksesan terbatas
Kesuksessan tampa batas bersipat internal dan terdapat dalam relung hati sanubari manusia yang terdalam didalam sesuatu yang kasat mata, tidaka bisa di ungkapkan dengan kata-kata tidak terdapat dalam keanekaragaman kekayaan, tidak bisa di beli dengan harta seorang dikatakan sukses apabila dia sudah mencapai tingkatan yang tertinggi dalam hidupnya dan memberikan yang terbaik pada apa yang dia miliki kesuk sesan adalah suatu proses bukan hasil ahir kehidupan tidak menuntut kita untuk untuk selalu berada di puncak. Yang diharapkan adalah bahwa kita mengerjakan yang terbaik sesuai dengan tingkat pengalaman kita.
B. DEFINISI OPRASIONAL
Disini dapat dikatakan kalau kebiasaan yang dilakukan seseorang akan sangat berpengaruh dengan jiwa seseorang. Pantas saja jika Al Ghazali mengatakan “perbuatan yang dilakukan berulang ulang selama beberapa waktu akan berpengaruh mantap pada jiwa .
Kata sukses dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah “berhasil atau beruntung” Banyak orang yang mendifinisikan kata kesuksesan berdasarkan tiga hal:
1. Kekuasaan
2. Uang
3. Popularitas
Jika salah satunya tiga unsur tersebut dimiliki, maka sudah masuk dalam kualifikasi sukses. Akan tetapi harus diingat bahwa ketika tiga unsure sukses diatas diraih maka biasanya akan membutakan mata hati sehingga unsure yang lain terlupakan, banyak yang berjuang setengah mati hanya demi kekuasaan, uang dan popularitas, tidak sedikit dari mereka berhasil dan sukses mendapatkannya. Dan harus diakui. bahwa mereka adalah orang yang sangat pandai, rajin dan ulet. Namun pada saat yang sama harus kehilangan
C .Rumusan masalah
1. Bagaiman cara berusaha mencapai keunggulan .
2. Apa yang harus kita siapkan dalam menentukan tujuan.
3. Bagaiman cara membuat perencaranaan
4. Preioritas apa yang harus kita lakukan
5. Kenapa kita harus fokuskan
6. Bagaimana mengatur menejmen waktu
7. Bagaimana kita berjuang melaean dsiri sendiri
8. Bagaimana kita berkomonkasi dengan orang lain
9. Bagaiman kita berpokir positif
10. Apa yang akan kita lakuakan untuk menyeimbangkan hidup
BAB II
Pembahasan
A. Bagaimana mencapai keunggulan
Kebiasaan ini merupakan salah salah satu dari kebiasaan manusia sukses tampa batas yang terpenting. yang dimaksudkan dengan hal ini adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapia keunggulan dalam hidup. Hal ini mengandung pengertian berusah untuk selalu menjaga kualitas diri yaitu kualitas keimanan ahlak hubungan dengan manusia dan di ujutkan dengan misi hidup. Dan ada berapa aspek yang paling penting yaitu:
1. selalu berusaha meningkatkan keimanan
2. selalu berusaha meningkatkan kualitas keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu produktivitas evektivitas pekerjaan atau propesi.
3. selalu meningkatkan hubungan yang positif
Disamping itu ada berapa yang akan kita tempuh untuk selalu kita kedepan yaitu
a) pengenal diri sendiri. Kita tau bahwa langka yang dimaksudkan adalah kebiasaan mencapai keunggulan serta meningkatkan kenerja dan predoktivitas pada tiga aspek penting dalam kehidupan manusi yaitu iman ,pekerja hubungan social upaya pengenalan diri merupakan hala yang sangat penting dalam kaitannya yang dalam bentuk mengembangkan kebiasaan berusaha mencapai keunggulan, seseorang menusia tidak akan mampu mencapai suatu keunggulan dalam hidupnya tampa tampa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kondisi, potensi potensi serta titik kekuatan dan kelemahan yanga ada pada dirinya .
b) menentukan standar tinggi. Artinya kita membuat standar yang paling utama dan akan menjadi patokan bagi aspek tersebut , dan mulailah secara lansung untuk tetap bekerja secara kesinambungan dengan patokan setandar iman, pekerjaan, berkesinambungan dengan. Berpatokan pada setandara tersebut. setelah itu, carilah segalah atau metode yang dapat mendekatkan kita kepada setandar setandar tersebut.
c) Membngun prinsip propesional, langkah ini diharapkan membantu dalam mengkat meningkatkan keimanan , produktivitas kerja, hubungan dengan orangalain, dan mampu menyele sikan sesuatu secara sempurna dengan cara mengeluarkan semua kemampuan yang di miliki guna mendapatkan hasil yang di inginkan.
d) Menemukan hal yang baru (inovasi)
Yaitu memiliki keinginan untuk menambah pengetahuan dan berusaha mengetahui sebab dari segala sesuatu dan biasanya dia tidak mau menerima sesuatu sebelum dia mengetahui sebab terjadinya sesuatu.
B. hal yang harus kita siapakan untuk menentukan tujuan
Tujuan yaitu sesuatu yang ingin di ujutkan atau dicapai oleh manusia. tujuan ini kadang bersipat umum dan tidak di rinci dan kadang bersifat khusus dan terbatas dan ada yang bersipat immaterial dan tidak dapat di indrakan dan ada pula yang bersipat kongkrit dan ada yang besar dan kecil, ada yang ber mamfaat dan ada yang tidak bermamfaat. Tujuan yang ingin dicapai oleh manusia di tentukan oleh kedudukanny, keinginannya, perhatian dan pendidikan masing-masing individu dan oleh metode yang di gunakan dalam memikirkan tujuan tersebut
Dan ada berapa tujuan menurut sumbernya :
a) Kepada sang pencipta. Tujuan yang telah di tentukan agar manusia menghambakan diri kepada tuhan karena manusia adalah khalifah di muka bumi ini dan diciptakan allah agar berinbadah kepada tuhan.
b) Masyarakta. Tujuan yang ingin di wujudkan oleh suatui komonitas masyarakat dalam setiap zaman untuk memenuhi setiap tempat dan zaman dan memenuhi semua kebutuhan dan tuntuna hidup, baik di bidang politik , ekonomi ,social dan budaya dan bagi umat islam tujuan yang ingin di capai yaitu menegakkan nilai agama di muka bumi ini.
c) Individu. Tujuan ingin dicapai untuk memenuhi kebutuhan hidup di segala bidang baik yang bekenaan dengan social ekonomi budaya plitik agar terjadi keharmonisan dan kesejahtraan dalam hidupnya.
C . langkah dalam membuat perencanaan.
Yang dimaksudkan dengan membuat perencanaan adalah meletakkan tujuan dalam suatu program kerja yang dapat dilakukan, atau dengan kata lain meberikan gambaran yang jelas mengenai masa depan kita dan menentukan langkah yang epektif untuk sampai kepada tujuan tersebut. Maksudnya agar meletakkan tujuan anda dalam suatu program yang bersipat prodik serta menentukan langkah langkah yang dapat membantu anda Dalam meujudkan tujuan tersebut.
Pada dasarnya, definisi semcam ini menyusun rencana suatu hal yang di lakukan oleh segelintir orang meskipun kita tidak pernah melakukan perencanaan dengan suatu metode dengan metode yang lainnya.sebab setiapa tindakan dan setiap ada tindakan mesti ada perencanaan meskipun itu hanya sebatas niat aja. Kita dalam menyusun rencana terdapat berapa mamfaat diantaranya :
1. Membantu dalam menetukan orientasi. Dengan tujuan yang jelas akan menghasilakn tujuan yang sepesipik.
2. Membantu kita mentertbkan usaha-usaha dan menjadikan saling terkait antar satu dengan yang lain.
3. Kegiatan menyusun rencana dapat memberikan standar yang jelas dan ukuran ukuran tertentu bagi perkembangan usaha kita. Dalam mewujudkan suatu tujuan
4. Menjadikan kita siap menujua langkah selanjutnya. Karna langakah yang di lakukan merupakn hasil bagian yang digunakan untuk mewujudkan satu tujuan.
5. memberikan kepada kita bagaiman realita serta menjelaskan sejumlah permasalahan.
6. memberikan motivasi kepada kita serta mebangkitkan rasa pecaya diri.
Disamping itu ada sebuah factor yang mebuat kita sering melalaikan kegiatan menyusun rencan atau kita tidak bersemanagat mengerjakan nya sehingga sehingga kehidupan kita akan jauh dari kegiatan yang terencan teratur diantara factor tersebut adalah:
1. Ketidak tahuan kegiatan menyusun rencana dan urgensinya dalam kehidupan.
2. Tdak ada mekanisme dalam menyusun rencana atau tidak ada keahlian kita yang dapat membantu dalam menyusun rencana.
3. Kita merasa kegiatan tersebuthnya membuang waktu saja dan tidak bermamfaat.
4. Tidak ada mabisi untuk memperoleh yang lebih baik
5. Optimisme yang berlebih
6. Hilngnya orentasinya
7. Melakukan hal hal yang mucul mendadak. Atau hal-hal yang tiba-tiba.
8. Adanya ketakutan terhadap hal-hal yang belum di ketahui dan keinginan, hanya bersandar kepada hal-hal yang di ketahui saja.
Pada dasarnya, menyusun rencan merupakan keahlian yang sangat berharga ketika seorang benar-benar menguasai keilmuan tersebut dan mem,peraktekkan dalam kehidupan sehari hari tersebut. Dan telah merasakan mamfaat nya. Ada sejumlah tingkatan dalam menyusun rencana ini salng terkait antara satu dengan yang lain. Tingkat tingkat itu adalah.
1. Recana seumur hidup
2. Rencan 3 sampai 5 tahun
3. Rencan tahunan
4. Rencan bulanan
5. Rencana mingguan
6. Rencana harian
D. focus terhadap hal-hal yang kita kerjakan.
Yang dinamakan dengan focus adalah memfocuskan pada tugas tanggung jawab pada tugas yang di berikan atau tanggung jawab yang kita terima dan berusah menerima sengan lapang dada dan hal ini menuntut anda terus perhatian penuh terhadap tugas tugas tersebut tanpa berpaling sedikit pun pada tugas lain.
Dalam definisi semacam ini kita dapat mengetahui bahwa focus mencakup berapa keahlian khusus seperti berapa keahlian seperi kemapuan menunduk kan diri memksanya patuh menentukan sejumlah prioritas dan mengetahui perenciannya secara detail serta keahlian lain seperti kemampuan mengatur, melanjutkan berkorban, dan melaksanakan kebiasasaan focus yang lainnya dan sangat berga yang dapat di pelajari, dipraktekkan,dan dapat di kuasai.
Pada hakekatnya focus itu ada dua jenis yaitu focus umum yang di tujukan pada sebuah propesi, spesialis, ataupun bisnis. Sedngkan focus khusus ditujukan pada sebuah pekerjaan atau tanggung jawab merupakan kunci utam focus atas pertolongan allah. Sedangkan ada berapa yang menyebabkan kita tidak focus jenis umum adalah.
1. diantara hambatan yang paling yang dapat memngganggu focus adalah terselanya pekerjaan berkali kali penyelaan semacam ini baik atau penting dapat mengganggun kosentarasi orang lain bahkan bisa menyebkan orang gagal di titik ahir.
2. Tidak adanya keahlian tertentu yang dibutuhkan itu kerna focus terdiru atas sejukmlah keahlian keahlian tersebut tidak berbeda dengan keahlian orang lain yang berkaitan dengan akal yang dapat di pelajari dibiasakan .
3. Hambatan yang lain untuk focus adalah kesibukan , meganggu dari perhatian dan ikatan dari berbagai pihak seiring dengan berputarnya waktu, baik disadari maupun tidak banyak orang yang menemukan dirinya dalam kondisi semacam ini .
4. Salah satu hambatan yang paling penting adalah rendahnya kesabaran dan tidak adanya kemempuan dalam memikul beban karna tidak semua kehidupan semangt tinggi,napas panjang, kekuatan untuk mengatur dan kemampuan untuk menaklukkan diri sehigga orang dapat pekerjaan dengan tuntas. Jika kemampuan dengan orang lain maka akan mundur dari pekerjaanya atau akan menyibukkan dengan pekerjaan yang lebih ringan.
5. Tidak adanya motivasi atau dorongan suatu hal yang pernh kita rasakan hamper disetiapa orang .ketika kita berhatap pekerjaan kepada orang lain atau tanggung jawab dengan orang lain tapi kita tidak memiliki keinginan, motivasi, atau dorongan untuk melakukan sesuatu maka kita berosaha untuk melakukan sesuatu untuk lari dari tanggung jawab tersebut.
6. Selain itu adalah tidak jelas visi yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan serta tugas yang jelas serta tujuan yang ingin di wujudkan oleh seseorang.
7. factor yang lain adalah karna letih dan kecapaian hal ini disebabkan karena manusia memeiliki ketermbatasan sehingga jika di bebani dengan melewati batas kemampuan yang dimiliki akan menghasilkan hasil yang kurang maksimal.
8. Dan faktot tang terahir adalah sikap negatif pada orang alain seperti jika kita mendengan orang yang tidak kita sukai atau teman yang sedang memusuhi anda. karna perasaan negative yang kita mili tidak akan membantu terhadap pekerjaan kita .
E. Manejemen waktu
Kebiasaan ini dapat kita artikan sebagai rutinitas atau memepaatkan waktu yang tersedia serta potensi yang tertanam dalam diri kita guna menanam kan dalam diri kita guna mencapai tujuan dalam kehidupan dengan berusaha meujudkan keseimbangan antara tuntunan pekerjaan dan kehidupan peribadi dan keseimbngan antara ,kehidupan jasmani dan rohani dan akal. berdasarkan devinisi tadi maka menejmen waktu terdiri atas unsur-unsur sebagaim berikut:
1. proses karena dilakukan secara terus menerus dan haraus di praktekan sehari hari .
2. waktu yang tersedia, karena waktu yang tersedia tidak dapat di atur oleh karena itu., kita harus mengetahuinya. waktu itu terbagi menmjadi dua yaitu waktu yang dapat diatur dengan waktu yang tidak dapat diatur.
3. potensi potensi yang dimiliki. Karena memampaatkan waktu yang disandarkan pada berbagai potrensi kecerdasan yang dimiliki jika potensi dan tingkat kecerdasan anda bagugs dan dianamis.maka anda akan bisa memampaat kan sesuatu dari orange lain.
4. tujuan tujuan yang penting , karena upaya memempaatkan waktu harus dilakukan pada unsur-unsur yang panting yang ada dalam kehidupan kita bukan pada tujuan kecil tidak bermamfaat.
5. Meujudkan keseimbangan , karena semua tujuan ,tugas dan pekerjaan harus dibagi secara adil propesional dan seimbang. Yaitu antara ibadah pekerjaan dan kehidupan pribadi kita sehingga tidak ada salah satu aspek yang lebih besar porsinya dari aspek ynag lain yang ada dalam diri kita.
Pada dasarnaya mengatur waktu itu, merupakan kebiasaan yang sangat berharga karena waktu sesuatu yang sangat berharga karena waktu itu lebih berharga dari apapun. Islam. agama kita yang agung telah datang untuk memperkenalkan pentingnya waktu untuk dipergunakan dengan baik. selin itu ada kewajiban norma islam juga datang memperkuat pernyataan tentang pentingnya waktu keharusan pentingnya memperhatikna fase dan bagian bagianya. Kita perhatikan bagaiman Allah memperhatikan waktu dan mengatur waktu siang dan malam siang dengan mulai dengan terminal pertama yang digunakan utuk mencari bekal kebaikan amal yaitu sahlat subuh. ketika siang telah datang matahari berada di tenga langit terunlah terminal yang kedua samapai dengan isa tetahir. Samapi berputar seperti sebuah siklus kehidupan.
F. Bagaimana Berjuang melawan diri sendiri
Yang dimaksudkan dengan ini adalah berusaha secara terus menerus mengalahkan menaklukkan mengendalikan dan membiasalkan diri menghadapi mengemban sejumlah tanggung jawab berpegang pada nilai dan prisip serta sabar dalam menghadapi kewajiban yang ada dalam kehidupan ini dengan tujuan agar mendapat kehidupan yang mulia dan sejumlah tujuan yang luhur yang ingin dicapai.
Berjuang melawan diri sendiri berarti berjuang melawan diri sendiri berarti melawan diri sendiri serta mengendalikan nya dan berusaha berbuat bersegera dan melaksanakan tugasnya ia juga mengandung pengertian menundukkan semua potensi dan kemampuan yang ada dalam diri seseorang gun0a mewujudkan semua tujuan yang membuat mereka meraih kebahagian di dunia dan aherat. Ada berapa cara untuk melawan diri sendiri yaitu:
1. Jadilah orang yang efektif dalam menejmen komplik dengan musuh utama kita. yang diamksudkan disini adalah musuh kita yaitu para setan yang telah mengoda kita agar kita terhindar dari, perbuatan maksiat.
2. jadilah orang yang mengatur komplik dengan orang kedua yang memusuhi anda dengan baik. yang dimaksudkan di sini adalah diri anda sendiri atau emosi dan sipat kita yang tidak terpuji. Karena Allah telah menciptakan manusia meletakkan diatara dua kutub yaitu kutub ilahi yang mengarah kepada kebaikan dan kutub saitani yaitu yang mengarahkan kita pada ke hal kejahatan, kerusakan , dekadensi moral.
Dalam menghadapi kegagalan keta harus bisa melawan diri sendiri kaerna sangat mempengaruhi kehidupan kita masing masing ada barapa langka untuk melawan hal itu antara lain:
1. ketika kita mersa gagal maka kita kembali kepada tuhan. dengan menyerahkan semuanya kepada beliau semua yang terja dia atas ketentuan dia.
2. Buang jauh jauh rasa gelisah sedih dan putus asa dan yakinlah semua ini adalah rahmat allah
3. Ingtlah selalu nikmat allah apa yang dia berikan kepada anda berupa harta dll
4. Analisa kegagalan itu. hasil-hasil serta faktornya
5. Berpikir positif
6. Jangan putus asa
7. Ingat membantu orang lain akan memberikan efek yang bagus dalam jiwa kita dan menjadi sumber kebaikan kijta.
G. Bagaiman berkomunikasi dengan orang lain
Kebiasaan ini adalah memiliki kemampuan berkomonikasi dengan orang lain hal ini bertujuan memberikan pengaruh positif kepada mereka yang menyakini supaya mereka menerrima pendapat anda kebiasaan ini juga menciptakan komndisi yang tepat dan memberikan dampak yang positif termhadap mereka dan menyakinkan mereka supaya menerima pandapat anada kebiasaan ini merupak kemampuan menerima kondisi yang tepat dalam memberikan pengaruh positif kepada orang lain kemudian menggunakan cara yang tepat untuk meujudkan pengaruh tersebut dalam kehidupan seharu hari kita harus berhubungan denga orang lain dengan tujuan :
1. Memberikan pengaruh positif kepada mereka
2. Menyakini kepada mereka cara pandang kita
3. Menyakini mereka supaya membantu kita atau bersimpati kepada orang lain.
Dan unsur kebiasaan itu terdiri atas tiga aspek yang saling berkaitan dan pali0ng penting.
a. Norma-norma tertantu, baik yang bersifat keturunan atau maupun hasil belajar
b. Mengunakan keahlian bahasa dan kepiawaian dalam seni bahas, seperti mendengar, berbicara, membaca dan menulis.
c. Menggunakan bahas isyarat dan menguasai maksud masud tertntu. Komonikasi merupakan permasalahan yang sangat mendasar dalam hidup kita dalam kerja unsur pribadi komonikasi merupakan perkara yang tidak mudah di defenisikan tetapi dapat di tangkap hasil hasilnya keahlian berkomonikasi digunakan untuk berbicara dengan orange lain dan memberikan pengaruh pada mereka. Menyakini mereka tentang pandangan kita dan memberikan kepada mereka .menyakinkan kepada mereka tentang pandangan kita dan memberikan kepada mereka citra fositif tentang diri kita apa yang kita bawa dalam hidup ini yaitu prinsip prinsip nilai.
Jika mencerminkan kehidupan kita yang sarat dengan berhubungan dengan berbagai kalangan kita melakukan komonikasi dengan keluarga maupun dengan orang lain. Kita tau juga telah banyak lakukan kajian baik secara ilmiah diantaranya dr albet yang mengatakan nada tiga unsur dalam komonikasi itu pertama felapasan yang berhubungn dengan kalimat dengan kata kata, ponetik dalam mengucapkan kata ketika berhumbungan dengan orang lain serta visi apa yang dilihat seseorang kepada pembicara.
H. Bagai mana Berfikir positif
Dalam kehidupan sehari kita banyak menghadapai masalah yang sangat menguras keringat serta menegangkan saraf dan kita juga berhubungan dan dengan bermacam manusia. berpikir fositip itu adalah mencari hal yang positif baik dari peristiwa yang kiata alami dengan mengunakan hal-hal yang negative ada berapa berfikir positif yang di maksu adalah
a. Sifat positif kita dapat mempengaruhi ini mencerminkan cara pandang kita tentang orang sekitar
b. Cara kita berpikir terhadap berbagai hal dan peristiwa
c. Berpikir dengan cara yang positif
d. Menapsirkan segala peristiwa dari sisi yang positif dan melupakn sisi negative.
Ada berbagai cara membangun kebiasaan berfikir positif
1. Berpegang pada Allah
2. Berharap kebaikan
3. Menjadikan kehidupan menjadi tenang dengan sederhana
4. Selalu ingat akan nikmat allah
5. Mencari sisi positif pada orang lain
6. Ahlak yang bagus dengan mengunakn tata bahasa yang tepat
7. Focus kepada unsure unsure positif dalam kehidupan
8. Jangan membiarkan problem menguasai anda
9. Mamfaatkan humor dan anekdot
10. Sering beolahraga
I. Bagaimana membangun keseimbangan dalam hidup
seimbang dapat di pandang sebagai kebaikan diantara keburukan seperti contoh sifat dermawan adalah kebaikan diantara keburukan atas dasar ini sikap seimbang mengharuskan kita bertindak secara moderat dalam hidup ini membiasakan diri kita bisa melihat segala hal secara proposional dan mengambil jalan tengah dalam tingkah laku orientasi dan perkataan oleh karena itu kita harus menyeimbangkan tujuan kita yang satu tidak mengalah kan tujuan yang lain dan tidak berlebi dengan yang lain.
indicator membentuk keseimbangan dalam hidup :
1. Keseimbangan antara tujuan besar dala hidup kita
2. Keseimbangan antara sarana mekanisme dala mewujudkan tujuan
3. Seimbang antara kerja dan kehidupan pribadi
4. Seimbang atara akal dan perasaan
Dalam agama juga mengambarka bagaiman keseimbangan dalam hidup dalam ibadah kita dan cara berpikir kita
keseimbangan akal terletak pada kesehatan psikologi dan fisik kesehatan sikologi di peroleh dalam mengikuti metode yang besar dalam membangun kehidupan social dan system di atas prisip dan nilai di semua asapek yang ada. Keseimbangan tubuh juga memiliki dua sisi spiritual dan material..sepritual di peroleh ketika kita menjauhi segala apa yang di larang oleh agama.
Meskipun ruh akal dalam tubuh memiliki keseimbangan masing dan kita tidak bisa memandang nya secara terpisah semua.yang kita lakukan harus seimbng dan pocus jangan berlebh dalam melakukan hall yang subhat itu. Karna itu akan mempengaruhi nilai keseimbangan tubuh dalm hidup kita.
BAB III
KESIMPULAN
Dari sini dapat disimpulkan keberhasilan atau kesusesan manusia itu di topang dengan sepuluh sikap yaitu :
1. Berusaha mencapai keunggulan .
2. Menentukan tujuan.
3. Membuat perencaranaan
4. Preioritas apa yang harus kita lakukan
5. Harus fokuskan
6. Menejmen waktu
7. Berjuang melawan diri sendiri
8. Berkomonkasi dengan orang lain
9. Berpikir positif
10. Penyeimbangkan hidup
Denagan adanya sipat seperti ini maka manusia akan sukses di dunia dan akhirat
DAPTAR PUSTAKA
FROMM, Erich, 1996, The Revolution of Hope, terj. Kamdani, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
IBRAHIM Hamad Al Quayid, 2005. 10 Kebiasaan Manusia Sukses Tampa Batas. Almagfiroh. Jakarta
Listiyono Santoso, dkk., 2003, Epistimologi Kiri, Yogyakarta : Ar-Ruzz.
Nurcholish Madjid, 1995, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta : Paramdina.
RUSSELL, Bertrand, 2004, Sejarah Filsafat Barat; Kaitannya Dengan Kondisi Sosio-politik Zaman Kuno Hingga Sekarang, terj. Sigit Jatmiko dkk., Yogyakarta : Pustka Pelajar.
SMITH, Huston, 2001, Kebenaran yang Terlupakan Kiritik atas Sains dan Modernitas, terj. Inyiak Ridwan Muzir, Yogyakarta : IRCiSoD.
Yasraf Amir Pilliang, 2004, Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan, Yogyakarta : Jalasutra.
Zakiyah Darajad, 1976, Membina Nilai-nilai Moral di Indonesia, Jakarta : Bulan Bintang.
Sejak zaman Renaisance di abad 17 lalu, manusia memasuki “dunia baru”, dunia yang begitu berbeda dengan tatanan dunia sebelumnya. Alfin Tovler, futurolog yang membagi tiga tahapan perkembangan peradaban manusia, menyatakan bahwa manusia saat ini hidup di tengah periode masyarakat komunikasi yang berlangsung sejak 1970 hingga sekarang. Dalam kehidupan di dunia baru ini manusia mengalami proses transformasi – untuk tidak mengatakan revolusi seperti yang diistilahkan oleh Franz Magnis – yang begitu cepat dan mencengangkan. Hasil olah sains dan teknologi canggih yang diciptakan manusia membuat sesuatu menjadi mudah, tidak berjarak dan tidak tersekat oleh waktu dan tempat. Semuanya dapat dilampaui oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Hikmat Budiman dengan sinis menyatakan, bahwa canggihnya kehidupan modern belum, bahkan tidak terjangkau oleh mimpi-mimpi paling liar sekalipun pada masyarakat primitif (1997).
Kecanggihan ilmu pengetahuan sekarang ini membuka ruang dan cakrawala baru dalam tatanan peradaban kehidupan manusia. Betapa tidak, sesuatu yang dahulunya dianggap tabu, misteri dan merupakan wilayah metafisis bahkan teologis, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi riil dan lumrah. Sebagai contoh, sebut saja tentang penjelajahan manusia ke semesta lain, seperti perjalanan ke bulan dengan hanya menggunakan pesawat ulang alik baik yang berawak maupun yang tidak; rekayasa genetika; teknologi informasi, komunikasi dan transportasi. Akan tetapi, betapapun manusia telah berhasil dan terus berhasrat melakukan eksplorasi dan menguak tabir misteri cosmic, termasuk dirinya, namun keberadaan manusia itu sendiri tetap saja menjadi misteri yang hingga kini, bahkan entah sampai kapan perlu diuangkap.
Berbagai penemuan baru super canggih produk ratio telah mampu merubah tatanan dan pola hidup yang dilakonkan manusia, termasuk paradigma kehidupannya. Perubahan dimaksud sekaligus telah menjadi pertanda keberhasilan manusia mengganti peran alam yang awalnya hadir sebagai mitra dalam kehidupan di semeta ini kini menjadi objek eksploitasi hanya dengan mengedepankan dalih demi kelangsungan hidup manusia dan demi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seiring dengan perjalanan waktu, manusia semakin terpesona dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai produk kerja ratio. Bahkan ironisnya, hanya dikarenakan berbagai kemudahan dalam menjalankan aktivitas kehidupan sebagai tawaran dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian hari kian berkembang, manusia telah berani meniscayakan “ratio” yang terbukti telah berhasil menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tanpa disadari seiring dengan itu pula ia telah mereduksi keniscayaan realitas lainnya termasuk agama dengan berbagai elemen spiritual yang terkandung di dalamnya.
Keterpesonaan akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakhir pada peniscayaan terhadap ratio membuat manusia memandang dan menghadirkan dunia dengan segala persoalannya sebagai realitas yang sederhana. Oleh Yasraf Amir Pilliang dunia seperti itu diistilahkan dengan dunia yang telah dilipat (2004). Hal ini disebabkan oleh kenyataan betapa kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat aktivitas hidup manusia semakin efektif dan efisien.
Dunia yang telah dilipat muncul sebagai konsekwensi dari kehadiran berbagai penemuan teknologi mutakhir terutama transportasi, telekomunikasi dan informasi, jarak-ruang semakin kecil dan semakin sedikit waktu yang diperlukan dalam pergerakan di dalamnya, inilah pelipatan ruang-waktu. Adalagi pelipatan waktu-tindakan, yakni pemadatan tindakan ke dalam satuan waktu tertentu dalam rangka memperpendek jarak dan durasi tindakan, dengan tujuan mencapai efisiensi waktu. Dahulu manusia melakukan satu hal dalam satu waktu tertentu, seperti memasak, menyetir, membaca, menelepon dan lain-lain. Kini, manusia dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu bersamaan, menyetir mobil sambil menelepon, mendengar musik, makan dan sambil bicara.
Pada bagian lain ada pula miniaturisasi ruang-waktu, dimana sesuatu dikerdilkan dalam berbagai dimensi, aspek, sifat dan bentuk lainnya. Realitas ditampilkan melalui media gambar, fotografi, televisi, film, video, dan internet. Sebagaimana yang dikatakan oleh Paul Virilio yang dikutip Yasraf Amir Pilliang, bahwa ruang saat ini tidak lagi meluas, tetapi mengerut di dalam sebuah layar elektronik. Jika ingin mengetahui sesuatu yang riil, manusia dapat mencari dan menyaksikan melalui video, film, televisi. Ingin tahu mendetail tentang sang bintang idola, maka orang tinggal mengklik satu situs dalam internet, kemudian tampillah sang bintang dengan ragam tentang dirinya, dan seterusnya. Demikianlah di antara beberapa gambaran tentang pelipatan dunia oleh perkembangan teknologi mutakhir di bidang transportasi, komunikasi dan informasi.
Keniscayaan Modernitas
Modernisasi adalah sebuah keniscayaan sejarah yang pasti ada menyambangi sebuah peradaban manusia, tak perduli apakah ia menghendakinya atau tidak. Menurut Franz Magnis, modernisasi adalah satu revolusi kebudayaan paling dahsyat yang dialami manusia sesudah belajar bercocok tanam dan membangun rumah. Modernitas bagaikan air bah yang terus menerjang benteng-benteng kokoh mitologis masyarakat primitif dan menggantinya dengan bangunan baru yang lebih rasional, kritis dan liberal. Modernisasi merupakan suatu proses raksasa menyeluruh dan global. Tak ada bangsa atau masyarakat yang dapat mengelak dari padanya.
Zaman Modern sendiri, masih menurut Franz Magnis, diawali dengan ditemukannya 3 hal penting yaitu penemuan dan pemakaian bubuk mesiu, mesin cetak dan kompas pada abad ke-15 M di Eropa. Ketiga hal inilah yang menjadi pra-syarat terciptanya masyarakat modern berikutnya yang dimulai dari belahan dunia Eropa. Penemuan dan pemakain bubuk mesiu berarti titik akhir kekuasaan feodal yang dipusatkan dalam benteng-benteng feodalisme. Penemuan mesin cetak menandakan telah dimulainya proses transformasi ilmu pengetahuan sehingga dapat dikonsumsi oleh khalayak ramai, sehingga pengetahuan dan interprtasi kebenaran tidak lagi menjadi hak monopoli satu golongan tertentu. Dengan mesin cetak, pengetahuan baru yang ditemukan dari hasil eksplorasi para saintis dapat dipublikasikan secara lebih luas, dengan demikian pengetahuan menjadi inklusif karena dapat diakses oleh siapa saja. Kondisi ini memungkinkan percepatan perubahan dalam satu komunitas peradaban karena telah terjadi dinamisasi khususnya pada aspek peradaban intetektual. Di bagian lain, penemuan kompas mengisyaratkan bahwa navigasi mulai aman, sehingga dimungkinkan melakukan perjalanan jauh guna menemukan, membuka dan menjelajah dunia baru.
Tiga penemuan inilah yang menjadi dasar bagi perkembangan peradaban manusia selanjutnya menjadi semakin dahsyat juga liar. Karena tiga penemuan ini jugalah kemudian lahir tiga gerakan yang menjadi landasan pembuka jalan ke dunia modern. Ketiga gerakan itu adalah gerakan kapitalisme dengan teknik modern yang memungkinkan industrialisasi, subjektivitas manusia modern dan rasionalisme.
Dari ketiga gerakan di atas kemudian lahirlah modernisme sebagai anak dari karya intelektual manusia. Ia menggurita dalam tiap aspek kehidupan manusia. Banyak penemuan-penemuan ilmiah baru yang mencengangkan dan membelalakkan mata manusia awam. Dimulai dari penemuan Nicolaus Copernicus (1473-1543), seorang ilmuan yang mengumandangkan teori bahwa matahari sebagai pusat tata surya (helio sentris), Johanes Kepler (1571-1630) yang menemukan hukum gerak planet, Galileo Galilei (1564-1626), dan sederet nama-nama lainnya. Sejak abad ini, dimulailah satu proyek besar ambisius oleh masyarakat barat, yaitu apa yang mereka sebut dengan modernisasi.
Menurut Lawrence, secara terminologi kemoderenan dapat dipahami sebagai sebuah kondisi atau keadaan dimana muncul serangkaian perubahan dan peningkatan dalam kehidupan manusia, mulai dari sistem birokrasi, rasionalisasi, kemajuan dalam bidang teknis dan pertukaran global yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia era pra-modern. Lawrence berupaya mengambarkan modernisme sebagai “pencaharian otonomi individu, menekankan pada perubahan nilai secara kuantitas, efisiensi dalam produksi, dan kekuatan serta keuntungan di atas simpati terhadap nilai-nilai tradisional atau lapangan pekerjaan dalam ruang publik maupun pribadi. Keberhasilan tersebut –technical capacities dan global exchange—merupakan konsekuensi material dari ideologi modernisme, yang kemudian memarginalisasikan peran agama. Dari sini kemudian muncul perdebatan dimana orang banyak mendudukkan modernisasi vis-a-vis agama.
A. DEFINISI KONSEPTUAL
Dalam kamus besar bahasa Indonesia dikatakan bahwa kata “kebiasaan manusia” di artikan sebagai sesuatu yang biasa di kerjakan oleh manusia . Dalam ilmu antropologi di jelaskan kebiasaan di gambarkan “sebagai pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang di pelajari oleh setiap individu yang dilakukan secara berulang untuk hal yang sama” dengan kata lain perbuatan yang sejenis yang dilakukan secara berulang ulang akan menjadi kebiasaan
Para ahli jiwa menjelaskan kalau kebiasaan itu terbagi menjadi tiga unsur yang paling berkaitan erat .
1. pengetahuan yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan.
2. keinginan yaitu adanya motivasi atau kecendrungan untuk melakukan sesuatu
3. Keahlian yaitu :memiliki kemampuan untuk melakukannya
Jika dari tiga unsur tadi bertemu dalam satu perbuatan, maka perbuatan itu dapat di kata gorikan sebagai kebiasaan akan tetapi jika kurang salah satunya maka kegiatan tersebut tidak dapat dikatan sebagai kebiasaan
“kesuksesan” yang jauh lebih berharga dan abadi. Maka tiga indicator sukses diatas adalah kesuksesan terbatas
Kesuksessan tampa batas bersipat internal dan terdapat dalam relung hati sanubari manusia yang terdalam didalam sesuatu yang kasat mata, tidaka bisa di ungkapkan dengan kata-kata tidak terdapat dalam keanekaragaman kekayaan, tidak bisa di beli dengan harta seorang dikatakan sukses apabila dia sudah mencapai tingkatan yang tertinggi dalam hidupnya dan memberikan yang terbaik pada apa yang dia miliki kesuk sesan adalah suatu proses bukan hasil ahir kehidupan tidak menuntut kita untuk untuk selalu berada di puncak. Yang diharapkan adalah bahwa kita mengerjakan yang terbaik sesuai dengan tingkat pengalaman kita.
B. DEFINISI OPRASIONAL
Disini dapat dikatakan kalau kebiasaan yang dilakukan seseorang akan sangat berpengaruh dengan jiwa seseorang. Pantas saja jika Al Ghazali mengatakan “perbuatan yang dilakukan berulang ulang selama beberapa waktu akan berpengaruh mantap pada jiwa .
Kata sukses dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah “berhasil atau beruntung” Banyak orang yang mendifinisikan kata kesuksesan berdasarkan tiga hal:
1. Kekuasaan
2. Uang
3. Popularitas
Jika salah satunya tiga unsur tersebut dimiliki, maka sudah masuk dalam kualifikasi sukses. Akan tetapi harus diingat bahwa ketika tiga unsure sukses diatas diraih maka biasanya akan membutakan mata hati sehingga unsure yang lain terlupakan, banyak yang berjuang setengah mati hanya demi kekuasaan, uang dan popularitas, tidak sedikit dari mereka berhasil dan sukses mendapatkannya. Dan harus diakui. bahwa mereka adalah orang yang sangat pandai, rajin dan ulet. Namun pada saat yang sama harus kehilangan
C .Rumusan masalah
1. Bagaiman cara berusaha mencapai keunggulan .
2. Apa yang harus kita siapkan dalam menentukan tujuan.
3. Bagaiman cara membuat perencaranaan
4. Preioritas apa yang harus kita lakukan
5. Kenapa kita harus fokuskan
6. Bagaimana mengatur menejmen waktu
7. Bagaimana kita berjuang melaean dsiri sendiri
8. Bagaimana kita berkomonkasi dengan orang lain
9. Bagaiman kita berpokir positif
10. Apa yang akan kita lakuakan untuk menyeimbangkan hidup
BAB II
Pembahasan
A. Bagaimana mencapai keunggulan
Kebiasaan ini merupakan salah salah satu dari kebiasaan manusia sukses tampa batas yang terpenting. yang dimaksudkan dengan hal ini adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapia keunggulan dalam hidup. Hal ini mengandung pengertian berusah untuk selalu menjaga kualitas diri yaitu kualitas keimanan ahlak hubungan dengan manusia dan di ujutkan dengan misi hidup. Dan ada berapa aspek yang paling penting yaitu:
1. selalu berusaha meningkatkan keimanan
2. selalu berusaha meningkatkan kualitas keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu produktivitas evektivitas pekerjaan atau propesi.
3. selalu meningkatkan hubungan yang positif
Disamping itu ada berapa yang akan kita tempuh untuk selalu kita kedepan yaitu
a) pengenal diri sendiri. Kita tau bahwa langka yang dimaksudkan adalah kebiasaan mencapai keunggulan serta meningkatkan kenerja dan predoktivitas pada tiga aspek penting dalam kehidupan manusi yaitu iman ,pekerja hubungan social upaya pengenalan diri merupakan hala yang sangat penting dalam kaitannya yang dalam bentuk mengembangkan kebiasaan berusaha mencapai keunggulan, seseorang menusia tidak akan mampu mencapai suatu keunggulan dalam hidupnya tampa tampa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kondisi, potensi potensi serta titik kekuatan dan kelemahan yanga ada pada dirinya .
b) menentukan standar tinggi. Artinya kita membuat standar yang paling utama dan akan menjadi patokan bagi aspek tersebut , dan mulailah secara lansung untuk tetap bekerja secara kesinambungan dengan patokan setandar iman, pekerjaan, berkesinambungan dengan. Berpatokan pada setandara tersebut. setelah itu, carilah segalah atau metode yang dapat mendekatkan kita kepada setandar setandar tersebut.
c) Membngun prinsip propesional, langkah ini diharapkan membantu dalam mengkat meningkatkan keimanan , produktivitas kerja, hubungan dengan orangalain, dan mampu menyele sikan sesuatu secara sempurna dengan cara mengeluarkan semua kemampuan yang di miliki guna mendapatkan hasil yang di inginkan.
d) Menemukan hal yang baru (inovasi)
Yaitu memiliki keinginan untuk menambah pengetahuan dan berusaha mengetahui sebab dari segala sesuatu dan biasanya dia tidak mau menerima sesuatu sebelum dia mengetahui sebab terjadinya sesuatu.
B. hal yang harus kita siapakan untuk menentukan tujuan
Tujuan yaitu sesuatu yang ingin di ujutkan atau dicapai oleh manusia. tujuan ini kadang bersipat umum dan tidak di rinci dan kadang bersifat khusus dan terbatas dan ada yang bersipat immaterial dan tidak dapat di indrakan dan ada pula yang bersipat kongkrit dan ada yang besar dan kecil, ada yang ber mamfaat dan ada yang tidak bermamfaat. Tujuan yang ingin dicapai oleh manusia di tentukan oleh kedudukanny, keinginannya, perhatian dan pendidikan masing-masing individu dan oleh metode yang di gunakan dalam memikirkan tujuan tersebut
Dan ada berapa tujuan menurut sumbernya :
a) Kepada sang pencipta. Tujuan yang telah di tentukan agar manusia menghambakan diri kepada tuhan karena manusia adalah khalifah di muka bumi ini dan diciptakan allah agar berinbadah kepada tuhan.
b) Masyarakta. Tujuan yang ingin di wujudkan oleh suatui komonitas masyarakat dalam setiap zaman untuk memenuhi setiap tempat dan zaman dan memenuhi semua kebutuhan dan tuntuna hidup, baik di bidang politik , ekonomi ,social dan budaya dan bagi umat islam tujuan yang ingin di capai yaitu menegakkan nilai agama di muka bumi ini.
c) Individu. Tujuan ingin dicapai untuk memenuhi kebutuhan hidup di segala bidang baik yang bekenaan dengan social ekonomi budaya plitik agar terjadi keharmonisan dan kesejahtraan dalam hidupnya.
C . langkah dalam membuat perencanaan.
Yang dimaksudkan dengan membuat perencanaan adalah meletakkan tujuan dalam suatu program kerja yang dapat dilakukan, atau dengan kata lain meberikan gambaran yang jelas mengenai masa depan kita dan menentukan langkah yang epektif untuk sampai kepada tujuan tersebut. Maksudnya agar meletakkan tujuan anda dalam suatu program yang bersipat prodik serta menentukan langkah langkah yang dapat membantu anda Dalam meujudkan tujuan tersebut.
Pada dasarnya, definisi semcam ini menyusun rencana suatu hal yang di lakukan oleh segelintir orang meskipun kita tidak pernah melakukan perencanaan dengan suatu metode dengan metode yang lainnya.sebab setiapa tindakan dan setiap ada tindakan mesti ada perencanaan meskipun itu hanya sebatas niat aja. Kita dalam menyusun rencana terdapat berapa mamfaat diantaranya :
1. Membantu dalam menetukan orientasi. Dengan tujuan yang jelas akan menghasilakn tujuan yang sepesipik.
2. Membantu kita mentertbkan usaha-usaha dan menjadikan saling terkait antar satu dengan yang lain.
3. Kegiatan menyusun rencana dapat memberikan standar yang jelas dan ukuran ukuran tertentu bagi perkembangan usaha kita. Dalam mewujudkan suatu tujuan
4. Menjadikan kita siap menujua langkah selanjutnya. Karna langakah yang di lakukan merupakn hasil bagian yang digunakan untuk mewujudkan satu tujuan.
5. memberikan kepada kita bagaiman realita serta menjelaskan sejumlah permasalahan.
6. memberikan motivasi kepada kita serta mebangkitkan rasa pecaya diri.
Disamping itu ada sebuah factor yang mebuat kita sering melalaikan kegiatan menyusun rencan atau kita tidak bersemanagat mengerjakan nya sehingga sehingga kehidupan kita akan jauh dari kegiatan yang terencan teratur diantara factor tersebut adalah:
1. Ketidak tahuan kegiatan menyusun rencana dan urgensinya dalam kehidupan.
2. Tdak ada mekanisme dalam menyusun rencana atau tidak ada keahlian kita yang dapat membantu dalam menyusun rencana.
3. Kita merasa kegiatan tersebuthnya membuang waktu saja dan tidak bermamfaat.
4. Tidak ada mabisi untuk memperoleh yang lebih baik
5. Optimisme yang berlebih
6. Hilngnya orentasinya
7. Melakukan hal hal yang mucul mendadak. Atau hal-hal yang tiba-tiba.
8. Adanya ketakutan terhadap hal-hal yang belum di ketahui dan keinginan, hanya bersandar kepada hal-hal yang di ketahui saja.
Pada dasarnya, menyusun rencan merupakan keahlian yang sangat berharga ketika seorang benar-benar menguasai keilmuan tersebut dan mem,peraktekkan dalam kehidupan sehari hari tersebut. Dan telah merasakan mamfaat nya. Ada sejumlah tingkatan dalam menyusun rencana ini salng terkait antara satu dengan yang lain. Tingkat tingkat itu adalah.
1. Recana seumur hidup
2. Rencan 3 sampai 5 tahun
3. Rencan tahunan
4. Rencan bulanan
5. Rencana mingguan
6. Rencana harian
D. focus terhadap hal-hal yang kita kerjakan.
Yang dinamakan dengan focus adalah memfocuskan pada tugas tanggung jawab pada tugas yang di berikan atau tanggung jawab yang kita terima dan berusah menerima sengan lapang dada dan hal ini menuntut anda terus perhatian penuh terhadap tugas tugas tersebut tanpa berpaling sedikit pun pada tugas lain.
Dalam definisi semacam ini kita dapat mengetahui bahwa focus mencakup berapa keahlian khusus seperti berapa keahlian seperi kemapuan menunduk kan diri memksanya patuh menentukan sejumlah prioritas dan mengetahui perenciannya secara detail serta keahlian lain seperti kemampuan mengatur, melanjutkan berkorban, dan melaksanakan kebiasasaan focus yang lainnya dan sangat berga yang dapat di pelajari, dipraktekkan,dan dapat di kuasai.
Pada hakekatnya focus itu ada dua jenis yaitu focus umum yang di tujukan pada sebuah propesi, spesialis, ataupun bisnis. Sedngkan focus khusus ditujukan pada sebuah pekerjaan atau tanggung jawab merupakan kunci utam focus atas pertolongan allah. Sedangkan ada berapa yang menyebabkan kita tidak focus jenis umum adalah.
1. diantara hambatan yang paling yang dapat memngganggu focus adalah terselanya pekerjaan berkali kali penyelaan semacam ini baik atau penting dapat mengganggun kosentarasi orang lain bahkan bisa menyebkan orang gagal di titik ahir.
2. Tidak adanya keahlian tertentu yang dibutuhkan itu kerna focus terdiru atas sejukmlah keahlian keahlian tersebut tidak berbeda dengan keahlian orang lain yang berkaitan dengan akal yang dapat di pelajari dibiasakan .
3. Hambatan yang lain untuk focus adalah kesibukan , meganggu dari perhatian dan ikatan dari berbagai pihak seiring dengan berputarnya waktu, baik disadari maupun tidak banyak orang yang menemukan dirinya dalam kondisi semacam ini .
4. Salah satu hambatan yang paling penting adalah rendahnya kesabaran dan tidak adanya kemempuan dalam memikul beban karna tidak semua kehidupan semangt tinggi,napas panjang, kekuatan untuk mengatur dan kemampuan untuk menaklukkan diri sehigga orang dapat pekerjaan dengan tuntas. Jika kemampuan dengan orang lain maka akan mundur dari pekerjaanya atau akan menyibukkan dengan pekerjaan yang lebih ringan.
5. Tidak adanya motivasi atau dorongan suatu hal yang pernh kita rasakan hamper disetiapa orang .ketika kita berhatap pekerjaan kepada orang lain atau tanggung jawab dengan orang lain tapi kita tidak memiliki keinginan, motivasi, atau dorongan untuk melakukan sesuatu maka kita berosaha untuk melakukan sesuatu untuk lari dari tanggung jawab tersebut.
6. Selain itu adalah tidak jelas visi yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan serta tugas yang jelas serta tujuan yang ingin di wujudkan oleh seseorang.
7. factor yang lain adalah karna letih dan kecapaian hal ini disebabkan karena manusia memeiliki ketermbatasan sehingga jika di bebani dengan melewati batas kemampuan yang dimiliki akan menghasilkan hasil yang kurang maksimal.
8. Dan faktot tang terahir adalah sikap negatif pada orang alain seperti jika kita mendengan orang yang tidak kita sukai atau teman yang sedang memusuhi anda. karna perasaan negative yang kita mili tidak akan membantu terhadap pekerjaan kita .
E. Manejemen waktu
Kebiasaan ini dapat kita artikan sebagai rutinitas atau memepaatkan waktu yang tersedia serta potensi yang tertanam dalam diri kita guna menanam kan dalam diri kita guna mencapai tujuan dalam kehidupan dengan berusaha meujudkan keseimbangan antara tuntunan pekerjaan dan kehidupan peribadi dan keseimbngan antara ,kehidupan jasmani dan rohani dan akal. berdasarkan devinisi tadi maka menejmen waktu terdiri atas unsur-unsur sebagaim berikut:
1. proses karena dilakukan secara terus menerus dan haraus di praktekan sehari hari .
2. waktu yang tersedia, karena waktu yang tersedia tidak dapat di atur oleh karena itu., kita harus mengetahuinya. waktu itu terbagi menmjadi dua yaitu waktu yang dapat diatur dengan waktu yang tidak dapat diatur.
3. potensi potensi yang dimiliki. Karena memampaatkan waktu yang disandarkan pada berbagai potrensi kecerdasan yang dimiliki jika potensi dan tingkat kecerdasan anda bagugs dan dianamis.maka anda akan bisa memampaat kan sesuatu dari orange lain.
4. tujuan tujuan yang penting , karena upaya memempaatkan waktu harus dilakukan pada unsur-unsur yang panting yang ada dalam kehidupan kita bukan pada tujuan kecil tidak bermamfaat.
5. Meujudkan keseimbangan , karena semua tujuan ,tugas dan pekerjaan harus dibagi secara adil propesional dan seimbang. Yaitu antara ibadah pekerjaan dan kehidupan pribadi kita sehingga tidak ada salah satu aspek yang lebih besar porsinya dari aspek ynag lain yang ada dalam diri kita.
Pada dasarnaya mengatur waktu itu, merupakan kebiasaan yang sangat berharga karena waktu sesuatu yang sangat berharga karena waktu itu lebih berharga dari apapun. Islam. agama kita yang agung telah datang untuk memperkenalkan pentingnya waktu untuk dipergunakan dengan baik. selin itu ada kewajiban norma islam juga datang memperkuat pernyataan tentang pentingnya waktu keharusan pentingnya memperhatikna fase dan bagian bagianya. Kita perhatikan bagaiman Allah memperhatikan waktu dan mengatur waktu siang dan malam siang dengan mulai dengan terminal pertama yang digunakan utuk mencari bekal kebaikan amal yaitu sahlat subuh. ketika siang telah datang matahari berada di tenga langit terunlah terminal yang kedua samapai dengan isa tetahir. Samapi berputar seperti sebuah siklus kehidupan.
F. Bagaimana Berjuang melawan diri sendiri
Yang dimaksudkan dengan ini adalah berusaha secara terus menerus mengalahkan menaklukkan mengendalikan dan membiasalkan diri menghadapi mengemban sejumlah tanggung jawab berpegang pada nilai dan prisip serta sabar dalam menghadapi kewajiban yang ada dalam kehidupan ini dengan tujuan agar mendapat kehidupan yang mulia dan sejumlah tujuan yang luhur yang ingin dicapai.
Berjuang melawan diri sendiri berarti berjuang melawan diri sendiri berarti melawan diri sendiri serta mengendalikan nya dan berusaha berbuat bersegera dan melaksanakan tugasnya ia juga mengandung pengertian menundukkan semua potensi dan kemampuan yang ada dalam diri seseorang gun0a mewujudkan semua tujuan yang membuat mereka meraih kebahagian di dunia dan aherat. Ada berapa cara untuk melawan diri sendiri yaitu:
1. Jadilah orang yang efektif dalam menejmen komplik dengan musuh utama kita. yang diamksudkan disini adalah musuh kita yaitu para setan yang telah mengoda kita agar kita terhindar dari, perbuatan maksiat.
2. jadilah orang yang mengatur komplik dengan orang kedua yang memusuhi anda dengan baik. yang dimaksudkan di sini adalah diri anda sendiri atau emosi dan sipat kita yang tidak terpuji. Karena Allah telah menciptakan manusia meletakkan diatara dua kutub yaitu kutub ilahi yang mengarah kepada kebaikan dan kutub saitani yaitu yang mengarahkan kita pada ke hal kejahatan, kerusakan , dekadensi moral.
Dalam menghadapi kegagalan keta harus bisa melawan diri sendiri kaerna sangat mempengaruhi kehidupan kita masing masing ada barapa langka untuk melawan hal itu antara lain:
1. ketika kita mersa gagal maka kita kembali kepada tuhan. dengan menyerahkan semuanya kepada beliau semua yang terja dia atas ketentuan dia.
2. Buang jauh jauh rasa gelisah sedih dan putus asa dan yakinlah semua ini adalah rahmat allah
3. Ingtlah selalu nikmat allah apa yang dia berikan kepada anda berupa harta dll
4. Analisa kegagalan itu. hasil-hasil serta faktornya
5. Berpikir positif
6. Jangan putus asa
7. Ingat membantu orang lain akan memberikan efek yang bagus dalam jiwa kita dan menjadi sumber kebaikan kijta.
G. Bagaiman berkomunikasi dengan orang lain
Kebiasaan ini adalah memiliki kemampuan berkomonikasi dengan orang lain hal ini bertujuan memberikan pengaruh positif kepada mereka yang menyakini supaya mereka menerrima pendapat anda kebiasaan ini juga menciptakan komndisi yang tepat dan memberikan dampak yang positif termhadap mereka dan menyakinkan mereka supaya menerima pandapat anada kebiasaan ini merupak kemampuan menerima kondisi yang tepat dalam memberikan pengaruh positif kepada orang lain kemudian menggunakan cara yang tepat untuk meujudkan pengaruh tersebut dalam kehidupan seharu hari kita harus berhubungan denga orang lain dengan tujuan :
1. Memberikan pengaruh positif kepada mereka
2. Menyakini kepada mereka cara pandang kita
3. Menyakini mereka supaya membantu kita atau bersimpati kepada orang lain.
Dan unsur kebiasaan itu terdiri atas tiga aspek yang saling berkaitan dan pali0ng penting.
a. Norma-norma tertantu, baik yang bersifat keturunan atau maupun hasil belajar
b. Mengunakan keahlian bahasa dan kepiawaian dalam seni bahas, seperti mendengar, berbicara, membaca dan menulis.
c. Menggunakan bahas isyarat dan menguasai maksud masud tertntu. Komonikasi merupakan permasalahan yang sangat mendasar dalam hidup kita dalam kerja unsur pribadi komonikasi merupakan perkara yang tidak mudah di defenisikan tetapi dapat di tangkap hasil hasilnya keahlian berkomonikasi digunakan untuk berbicara dengan orange lain dan memberikan pengaruh pada mereka. Menyakini mereka tentang pandangan kita dan memberikan kepada mereka .menyakinkan kepada mereka tentang pandangan kita dan memberikan kepada mereka citra fositif tentang diri kita apa yang kita bawa dalam hidup ini yaitu prinsip prinsip nilai.
Jika mencerminkan kehidupan kita yang sarat dengan berhubungan dengan berbagai kalangan kita melakukan komonikasi dengan keluarga maupun dengan orang lain. Kita tau juga telah banyak lakukan kajian baik secara ilmiah diantaranya dr albet yang mengatakan nada tiga unsur dalam komonikasi itu pertama felapasan yang berhubungn dengan kalimat dengan kata kata, ponetik dalam mengucapkan kata ketika berhumbungan dengan orang lain serta visi apa yang dilihat seseorang kepada pembicara.
H. Bagai mana Berfikir positif
Dalam kehidupan sehari kita banyak menghadapai masalah yang sangat menguras keringat serta menegangkan saraf dan kita juga berhubungan dan dengan bermacam manusia. berpikir fositip itu adalah mencari hal yang positif baik dari peristiwa yang kiata alami dengan mengunakan hal-hal yang negative ada berapa berfikir positif yang di maksu adalah
a. Sifat positif kita dapat mempengaruhi ini mencerminkan cara pandang kita tentang orang sekitar
b. Cara kita berpikir terhadap berbagai hal dan peristiwa
c. Berpikir dengan cara yang positif
d. Menapsirkan segala peristiwa dari sisi yang positif dan melupakn sisi negative.
Ada berbagai cara membangun kebiasaan berfikir positif
1. Berpegang pada Allah
2. Berharap kebaikan
3. Menjadikan kehidupan menjadi tenang dengan sederhana
4. Selalu ingat akan nikmat allah
5. Mencari sisi positif pada orang lain
6. Ahlak yang bagus dengan mengunakn tata bahasa yang tepat
7. Focus kepada unsure unsure positif dalam kehidupan
8. Jangan membiarkan problem menguasai anda
9. Mamfaatkan humor dan anekdot
10. Sering beolahraga
I. Bagaimana membangun keseimbangan dalam hidup
seimbang dapat di pandang sebagai kebaikan diantara keburukan seperti contoh sifat dermawan adalah kebaikan diantara keburukan atas dasar ini sikap seimbang mengharuskan kita bertindak secara moderat dalam hidup ini membiasakan diri kita bisa melihat segala hal secara proposional dan mengambil jalan tengah dalam tingkah laku orientasi dan perkataan oleh karena itu kita harus menyeimbangkan tujuan kita yang satu tidak mengalah kan tujuan yang lain dan tidak berlebi dengan yang lain.
indicator membentuk keseimbangan dalam hidup :
1. Keseimbangan antara tujuan besar dala hidup kita
2. Keseimbangan antara sarana mekanisme dala mewujudkan tujuan
3. Seimbang antara kerja dan kehidupan pribadi
4. Seimbang atara akal dan perasaan
Dalam agama juga mengambarka bagaiman keseimbangan dalam hidup dalam ibadah kita dan cara berpikir kita
keseimbangan akal terletak pada kesehatan psikologi dan fisik kesehatan sikologi di peroleh dalam mengikuti metode yang besar dalam membangun kehidupan social dan system di atas prisip dan nilai di semua asapek yang ada. Keseimbangan tubuh juga memiliki dua sisi spiritual dan material..sepritual di peroleh ketika kita menjauhi segala apa yang di larang oleh agama.
Meskipun ruh akal dalam tubuh memiliki keseimbangan masing dan kita tidak bisa memandang nya secara terpisah semua.yang kita lakukan harus seimbng dan pocus jangan berlebh dalam melakukan hall yang subhat itu. Karna itu akan mempengaruhi nilai keseimbangan tubuh dalm hidup kita.
BAB III
KESIMPULAN
Dari sini dapat disimpulkan keberhasilan atau kesusesan manusia itu di topang dengan sepuluh sikap yaitu :
1. Berusaha mencapai keunggulan .
2. Menentukan tujuan.
3. Membuat perencaranaan
4. Preioritas apa yang harus kita lakukan
5. Harus fokuskan
6. Menejmen waktu
7. Berjuang melawan diri sendiri
8. Berkomonkasi dengan orang lain
9. Berpikir positif
10. Penyeimbangkan hidup
Denagan adanya sipat seperti ini maka manusia akan sukses di dunia dan akhirat
DAPTAR PUSTAKA
FROMM, Erich, 1996, The Revolution of Hope, terj. Kamdani, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
IBRAHIM Hamad Al Quayid, 2005. 10 Kebiasaan Manusia Sukses Tampa Batas. Almagfiroh. Jakarta
Listiyono Santoso, dkk., 2003, Epistimologi Kiri, Yogyakarta : Ar-Ruzz.
Nurcholish Madjid, 1995, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta : Paramdina.
RUSSELL, Bertrand, 2004, Sejarah Filsafat Barat; Kaitannya Dengan Kondisi Sosio-politik Zaman Kuno Hingga Sekarang, terj. Sigit Jatmiko dkk., Yogyakarta : Pustka Pelajar.
SMITH, Huston, 2001, Kebenaran yang Terlupakan Kiritik atas Sains dan Modernitas, terj. Inyiak Ridwan Muzir, Yogyakarta : IRCiSoD.
Yasraf Amir Pilliang, 2004, Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan, Yogyakarta : Jalasutra.
Zakiyah Darajad, 1976, Membina Nilai-nilai Moral di Indonesia, Jakarta : Bulan Bintang.
Hamka Amat Patut Dikenang
Selasa, 25 Maret 2008
Sebuah panitia yang dibentuk oleh Universitas Prof Dr Hamka Jakarta akhir 2007 telah menyelenggarakan beberapa kegiatan penting dalam rangka 100 tahun Buya Hamka, dihitung sejak tanggal lahirnya, 17 Februari 1908. Hamka wafat pada 23 Juli 1981 dengan meninggalkan karya tulis yang dahsyat, lebih dari 100. Puncak karya itu adalah Tafsir Alquran Al-Azhar, lengkap 30 juz, mendekati 9.000 halaman. Draf awal disiapkan dalam penjara dalam tenggang waktu dua tahun pada 1960-an. Pada 8 April 2008 akan ada seminar internasional mengenang tokoh ini dan sumbangan pemikirannya terhadap kemanusiaan. Hamka telah mulai menulis pada 1925 dalam usia 17 tahun.
Untuk seminar April, saya juga diminta untuk turut mengisi. Kalimat pertama makalah saya untuk seminar itu berbunyi: ''Semakin jauh Hamka berpisah secara fisikal dengan kita, semakin dalam dan mencekam kerinduan kita kepadanya.'' Mengapa tidak akan rindu? Hamka adalah pribadi dengan wajah 1.000 dimensi. Jauh sebelum muncul sebagai seorang alim kaliber dunia, Hamka adalah novelis dengan beberapa karya sastra yang masih dicetak sampai hari ini. Tiga tahun sebelum wafat, menurut catatan alm Iwan Simatupang, dalam orasi kebudayaan tanpa teks di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 11 Maret 1970, Hamka bertutur: ''Saya adalah pengarang! Pada mulanya, dan pada akhirnya.'' Merangkai dan menganyam kata adalah pilihan hidup Hamka sepanjang hayat. Tidak tanggung-tanggung, ranah sastra dijelajahnya, sejarah ditelitinya, filsafat dan tasawuf dikajinya, ushul fikih dan manthiq dipelajarinya di bawah bimbingan sang ayah, Dr Haji Abdul Karim Amrullah, seorang alim berwatak keras, dan puncaknya adalah Tafsir Al-Azhar telah dipersembahkannya kepada bangsa Indonesia yang sangat dicintainya. Hamka telah menjadi milik semua orang, hampir tanpa kecuali.
Universitas Prof Hamka telah merintis sebuah langkah besar: Menyiapkan pusat kajian Hamka, sebuah upaya akademik yang bernilai strategis untuk bangsa ini, untuk Islam, dan untuk kemanusiaan. Sebagai seorang yang dilahirkan di sekitar Danau Maninjau, Ranah Minang, Hamka telah lama bergumul dengan kultur kearifan kata melalui pepatah, petitih, gurindam, bidal, pantun, syair, dan mamang, yang memang menjadi kebanggaan anak suku bangsa itu, di samping juga terkenal sebagai pusat cemeeh di muka bumi. Dua pengarang Minang yang lain: Rosihan Anwar dan alm AA Navis sangat mahir dalam perkara cemeeh ini, tetapi justru dengan cara itu semakin menghidupkan suasana percakapan, sekalipun mungkin saja ada yang tersinggung.
Hamka adalah fenomenal dalam sejarah Indonesia modern. Karyanya dibaca tidak saja di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Saya tidak tahu pasti sudah berapa tesis dan disertasi yang ditulis orang tentang buah pemikiran si alim ini, sementara dia sendiri berkarya tanpa ijazah, tidak SD, tidak sekolah menengah, apalagi perguruan tinggi. Ajaibnya, mahasiswa S3 perguruan tinggi telah mengkaji Hamka utnuk meraih gelar doktor. Maka, dengan ungkapan: ''Saya adalah pengarang! Pada mulanya, dan pada akhirnya,'' Hamka telah meneruka kawasan kebudayaan yang sangat luas untuk diteruskan oleh anak-anak bangsa ini, demi peradaban Indonesia yang berkualitas tinggi di masa depan. Pilar-pilar moral dan kearifan yang telah dipancangkan Hamka tidak boleh dibiarkan melapuk, sebab itu merupakan pengkhianatan kultural yang tidak dapat dimaafkan, jika memang kita ingin melihat bangsa ini punya harga diri, sehingga dihormati bangsa-bangsa lain.
Sebagai manusia biasa, tentu di sana-sini Hamka punya kekurangan dan kelemahan, tetapi semuanya itu telah ditebusnya dengan karier hidup yang penuh makna dan karya tulis yang terus saja dikaji dan diminati orang, entah sampai kapan. Karya yang berjibun itu telah lama menjadi sumber inspirasi dan sumber kearifan bagi berbagai kalangan. Nilai profetiknya justru terasa semakin mendesak pada saat bangsa ini sedang berada pada posisi papa inspirasi dan tunakearifan. Di samping tokoh-tokoh moralis yang lain, Hamka adalah salah seorang yang berada di garis depan. Selamat memperingati 100 tahun Buya Hamka!
(Ahmad Syafii Maarif )
Sebuah panitia yang dibentuk oleh Universitas Prof Dr Hamka Jakarta akhir 2007 telah menyelenggarakan beberapa kegiatan penting dalam rangka 100 tahun Buya Hamka, dihitung sejak tanggal lahirnya, 17 Februari 1908. Hamka wafat pada 23 Juli 1981 dengan meninggalkan karya tulis yang dahsyat, lebih dari 100. Puncak karya itu adalah Tafsir Alquran Al-Azhar, lengkap 30 juz, mendekati 9.000 halaman. Draf awal disiapkan dalam penjara dalam tenggang waktu dua tahun pada 1960-an. Pada 8 April 2008 akan ada seminar internasional mengenang tokoh ini dan sumbangan pemikirannya terhadap kemanusiaan. Hamka telah mulai menulis pada 1925 dalam usia 17 tahun.
Untuk seminar April, saya juga diminta untuk turut mengisi. Kalimat pertama makalah saya untuk seminar itu berbunyi: ''Semakin jauh Hamka berpisah secara fisikal dengan kita, semakin dalam dan mencekam kerinduan kita kepadanya.'' Mengapa tidak akan rindu? Hamka adalah pribadi dengan wajah 1.000 dimensi. Jauh sebelum muncul sebagai seorang alim kaliber dunia, Hamka adalah novelis dengan beberapa karya sastra yang masih dicetak sampai hari ini. Tiga tahun sebelum wafat, menurut catatan alm Iwan Simatupang, dalam orasi kebudayaan tanpa teks di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 11 Maret 1970, Hamka bertutur: ''Saya adalah pengarang! Pada mulanya, dan pada akhirnya.'' Merangkai dan menganyam kata adalah pilihan hidup Hamka sepanjang hayat. Tidak tanggung-tanggung, ranah sastra dijelajahnya, sejarah ditelitinya, filsafat dan tasawuf dikajinya, ushul fikih dan manthiq dipelajarinya di bawah bimbingan sang ayah, Dr Haji Abdul Karim Amrullah, seorang alim berwatak keras, dan puncaknya adalah Tafsir Al-Azhar telah dipersembahkannya kepada bangsa Indonesia yang sangat dicintainya. Hamka telah menjadi milik semua orang, hampir tanpa kecuali.
Universitas Prof Hamka telah merintis sebuah langkah besar: Menyiapkan pusat kajian Hamka, sebuah upaya akademik yang bernilai strategis untuk bangsa ini, untuk Islam, dan untuk kemanusiaan. Sebagai seorang yang dilahirkan di sekitar Danau Maninjau, Ranah Minang, Hamka telah lama bergumul dengan kultur kearifan kata melalui pepatah, petitih, gurindam, bidal, pantun, syair, dan mamang, yang memang menjadi kebanggaan anak suku bangsa itu, di samping juga terkenal sebagai pusat cemeeh di muka bumi. Dua pengarang Minang yang lain: Rosihan Anwar dan alm AA Navis sangat mahir dalam perkara cemeeh ini, tetapi justru dengan cara itu semakin menghidupkan suasana percakapan, sekalipun mungkin saja ada yang tersinggung.
Hamka adalah fenomenal dalam sejarah Indonesia modern. Karyanya dibaca tidak saja di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Saya tidak tahu pasti sudah berapa tesis dan disertasi yang ditulis orang tentang buah pemikiran si alim ini, sementara dia sendiri berkarya tanpa ijazah, tidak SD, tidak sekolah menengah, apalagi perguruan tinggi. Ajaibnya, mahasiswa S3 perguruan tinggi telah mengkaji Hamka utnuk meraih gelar doktor. Maka, dengan ungkapan: ''Saya adalah pengarang! Pada mulanya, dan pada akhirnya,'' Hamka telah meneruka kawasan kebudayaan yang sangat luas untuk diteruskan oleh anak-anak bangsa ini, demi peradaban Indonesia yang berkualitas tinggi di masa depan. Pilar-pilar moral dan kearifan yang telah dipancangkan Hamka tidak boleh dibiarkan melapuk, sebab itu merupakan pengkhianatan kultural yang tidak dapat dimaafkan, jika memang kita ingin melihat bangsa ini punya harga diri, sehingga dihormati bangsa-bangsa lain.
Sebagai manusia biasa, tentu di sana-sini Hamka punya kekurangan dan kelemahan, tetapi semuanya itu telah ditebusnya dengan karier hidup yang penuh makna dan karya tulis yang terus saja dikaji dan diminati orang, entah sampai kapan. Karya yang berjibun itu telah lama menjadi sumber inspirasi dan sumber kearifan bagi berbagai kalangan. Nilai profetiknya justru terasa semakin mendesak pada saat bangsa ini sedang berada pada posisi papa inspirasi dan tunakearifan. Di samping tokoh-tokoh moralis yang lain, Hamka adalah salah seorang yang berada di garis depan. Selamat memperingati 100 tahun Buya Hamka!
(Ahmad Syafii Maarif )
landasan pendidikan
METODE PENELITIAN PENDIDIKAN ITU BEBAS NILAI ATAU TIDAK?
Metode penelitian pendidikan itu tidak bebas nilai karena tujuan pendidikan adalah untuk melahirkan manusia yang memiliki nilai-nilai moral ( etika ). Di mana penelitian pendidikan yang beretika, dalam pandangan Ibnu Miskawaih yang tertuang dalam buku Tahziibul Akhlaq meliputi hal-hal sebagai berikut :
Pertama : berkaitan dengan prinsip etika yang membahas tentang jiwa dan kecakapan-kecakapanya, hubungan baik dan kebahagiaan, tentang keutamaan-keutamaan moral an kejahatan-kejahatan koral
Kedua : Etika diarahkan pada karakter manusia dan bagaimana mendidik atau memperhalus akhlaqnya
Ketiga : Penelitian etika diarahkan pada persoalan kebaikan dan kebahagiaan
Keempat : Penelitian etika diarahkan pada persoalan keadilan
Kelima : Penelitian etika diarahkan pada persoalan cinta dan persahabatan
Keenam : Penelitian etika menyangkut kesehatan jiwa yang sangat penting bagi manusia.
Apa yang dimaksud dengan landasan aksiologis
Suatu bidang yang menyelidiki nilai-nilai ( value ). Menurut Brameld, ada tiga bagian yang membedakan dalam aksiologi.
Pertama, moral conduct ( tindakan moral ). bidang ini melahirkan ilmu etika.
Kedua, Estetic expression, ( ekspresi keindahan ) yang melahirkan ilmu estetika
Ketiga, socio-political life, kehidupan social politik yang melahirkan ilmu filsafat sosio plolitik
Apakah aksiologis ilmu pendidikan
Suatu pendidikan yang menguji dan mengintegrasikan semua nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan manusia dan membinanya di dalam kepribadian anak. Karena untuk mengatakan sesuatu bernilai baik itu bukanlah hal yang mudah. Apabila nilai secara mendalam dalam arti untuk membina kepribadina ideal. Berikut ini adalah contoh yang dapat kita pergunakan untuk menilai seseorang itu baik, yaitu :
1. Baik, Bu, saya akan selalu baik dan taat pada ibu
2. Nak, bukankah ini bacaan yang baik untukmu
3. Baiklah, pak. Aku akan mengamalkan ilmuku.
Apakah kegunaan ilmu pendidikan itu
Kegunaan pendidikan adalah membimbing manusia dan mengarahkan pertumbuhan manusia dari tahap ke tahap kehidupan manusia sampai kepada titik optimal. Dalam Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan nasional pada Bab II pasal 3 dinyatakan bahwa fungsi atau kegunaan pendidikan adalah Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
Penyelesaian suatu masaalah kependidikan sering menimbulkan masaalah kependidikan lainnya. Bagaimanakah sikap ilmuwan dibidang pendidikan menghadapi kenyataan semacam ini
Sikap para ilmuan dalam hal ini adalah mengedepankan asas nilai pendidikan, dengan cara pemanfaatan teori pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab. Oleh karena itu nilai ilmu pendidikan tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni, melainkan juga nilai ekstrinsik dan ilmu untuk menelaah dasar-dasar kemungkinan bertindak dalam praktek mmelalui kontrol terhadap pengaruh yang negatif dan meningkatkan pengaruh yang positif dalam pendidikan. Dengan demikian ilmu pendidikan tidak bebas nilai mengingat hanya terdapat batas yang sangat tipis antar pekerjaan ilmu pendidikan dan tugas pendidik sebagi pedagok. Dalam hal ini relevan sekali untuk memperhatikan pendidikan sebagai bidang yang sarat nilai seperti dijelaskan oleh Phenix (1966). Itu sebabnya pendidikan memerlukan teknologi pula tetapi pendidikan bukanlah bagian dari iptek. Namun harus diakui bahwa ilmu pendidikan belum jauh pertumbuhannya dibandingkan dengan kebanyakan ilmu sosial dan ilmu prilaku. Lebih-lebih di Indonesia.
Mungkinkah ilmu pendidikan digunakan untuk mencapai tujuan yang tidak mendidik
Ilmu pendidikan tidak dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang tidak mendidik karena ilmu pendidikan tidak bebas nilai dan berada dalam kaidah-kaidah moral serta rumusan-rumusannya mengarah pada pengembangan manusia yang seutuhnya
Apa tujuan pendidikan itu
Dalam Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan nasional pada Bab II pasal 3 bahwa tujuan pendidikan itu adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Mencetak manusia yang memiliki kecerdasan inteletual, moral dan spiritual sehingga mampu mengaktualisasikan seluruh potensi ilahiyah yang ada dalam dirinya untuk menjadi khalifah dibumi guna menggapai kehidupan yang bahagia
Tujuan pendidikan itu bebas nilai atau tidak, mengapa
Pendidikan itu tdak bebas nilai karena secara praktis, pendidikan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai, terutama yang meliputi kualitas kecerdasan, nilai ilmiah, nilai moral dan nilai agama yang semuanya tersimpul dalam tujuan pendidikan yakni membina kepribadian yang ideal.
Tujuan pendidikan, baik itu pada isinya ataupun rumusnnya, tidak akan mungkin dapat kita terapkan tanpa pengertian dan pengetahuan yang tepat tentang nilai-nilai. Membahas tentang nilai-nilai pendidikan, tentu akan lebih jelas kalau dilihat melalui rumusan dan uraian tentang tujuan pendidikanyang tersimpul dalam nilai-nilai pendidikan yang hendak diwujudkan dalam pendidikan anak didik.
Apakah disiplin ilmu lain bebas nilai
Terdapat dua kelompok ilmuwan dalam masaalah ini.
Kelompok pertama menginginkan bahwa ilmu harus bebas nilai, baik itu secara ontologis maupun secara aksiologis. Dalam hal ini tugas ilmuwan adalah menemukan pengetahuan dan terserah kepada orang lain untuk mempergunakannya apakah pengetahuan itu dipergunakan untuk tujuan baik ataukah dipergunakan untuk tujuan buruk.Kelompok ini ingin melanjutkan tradisi bebas nilai secara total seperti pada era Galileo
Kelompok kedua berpendapat bahwa pendidikan itu tidak bebas nilai dan harus berlandaskan asas-asas moral. . Golongan ini mendasarkan pendapatnya pada beberapa hal :
1. Ilmu secara factual telah dipergunakan secara destruktif oleh manusia dan dibuktikan dengan adanya dua perang dunia yang mempergunakan teknologi keilmuan.
2. Ilmu telah berkembang dengan pesat dan makin esoteric sehingga kaum ilmuwan lebih mengetahui tentang akses-akses yang mungkin terjadi bila ada penyalagunaan.
3. Ilmu telah berkembang sedemikian rupa dimana terdapat kemungkinan bahwa ilmu itu dapat mengubah manusia yang paling hakiki seperti pada kasus revolusi genetika dan teknik perubahan social.
Berdasarkan ketiga hal itu maka golongan kedua berpendapat bahwa ilmu secara moral harus ditinjau untuk kebaikan manusia tanpa merendahkan martabat atau mengubah hakekat manusia.
Siapa yang menjamin ilmu pendidikan tidak bebas nilai
Manusia yang menjamin ilmu pendidikan tidak bebas nilai karena manusia sebagai subyek sekaligus obyek dari ilmu pendidikan dimana manusia adalah makhluk social dan makhluk budaya. Sebagai makhluk social tentunya manusia selalu hidup bersama dalam interaksi dan interdependensi dengan sesamanya. Oleh karena itu, manusia tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhannya tanpa orang lain. Karena pada dasarnya manusia akan membutuhkan sesuatu dari orang lain, baik itu berupa jasmaniah maupun rohani. Dalam rangka membangun sifat social tersebut, manusia menghadapi masaalah-masalah social yang berkaitan dekat dengan nilai-nilai. Nilai-nilai itu merupakan factor internal dengan hubungan antarsocial tersebut, sebagaimana dikatakan Celsius, ubi sociates, idius dimana ada suatu masyarakat disana pasti ada hukum dengan kata lain dimana ada masyarakat maka disitulah akan timbulnya suatu nilai-nilai.
Nilai tentang baik buruk sendiri itu apa
Secara umum cakupan pengertian nilai itu tak terbatas. Maksudnya segala sesuatu dalam alam raya ini bernilai. Dalam Ensiklopedi Britanica disebutkan, bahwa nilai itu merupakan suatu penetapan atau suatu kualitas suatu obyek yang menyangkut suatu jenis apresiasi.
Perkembangan penyelidikan ilmu pengetahuan tentang nilai menyebabkan beragam pandangan manusia tentang nilai-nilai. Begitu juga sejarah peradaban manusia mengenai nilai masih merupakan problem, meskipun selama itu pula manusia tetap tidak mengingkari efektifitas nilai di dalam hidupnya. Diantaranya Penganut sofisme yang dimotori oleh Pitagoras ( 481 – 411 SM ) berpendapat bahwa nilai bersifat relative tergantung pada waktu. Edangkan menurut kaum idealisme, nilai itu bersifat normative dengan kualita baik dan buruk. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai itu merupakan hail dari kreativitas manusia dalam rangka melakukan kegiatan social baik itu berupa cinta, simpati dan lain-lain.
Kekeliruan praktek pendidikan dampaknya sering baru diketahui setelah berlangsung lama. Bagaimana sikap seorang ilmuan di bidang ilmu pendidikan dalam menghadapi kenyataan seperti tersebut,
Para ilmuan disisni mengedepankan asas pendidikan itu sendiri, dengan penggunaan teori yang ada .seperti sebuah ungkapan yang mengatakan.
“Praktek tanpa teori adalah untuk orang idiot dan gila, sedangkan teori praktek hanya untuk orang-orang jenius”.
Ini berarti bahwa sebaiknya pendidikan tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang mampu bertanggung jawab secara rasional, sosial dan moral. Sebaliknya apabila pendidikan dalam praktek dipaksakan tanpa teori dan alasan yang memadai maka hasilnya adalah bahwa semua pendidik dan peserta didik akan merugi. Kita merugi karena tidak mampu bertanggung jawab atas esensi perbutan tersebut.
Fungsi ilmu pendidikan adalah untuk menjelaskan, meramalkan dan mengendalaikan terjadinya fenomena pendidikan. Apakah contoh mikro dan makro dari pelaksanaan fungsi-fungsi pendidikan tersebut.
Pada skala mikro pendidikan bagi individu dan kelompok kecil beralngsung dalam skala relatif tebatas seperti antara sesama sahabat, antara seorang guru dengan satu atau sekelompok kecil siswanya, serta dalam keluarga antara suami dan isteri, antara orang tua dan anak serta anak lainnya. Pendidikan dalam skala mikro diperlukan agar manusia sebagai individu berkembang semua potensinya dalam arti perangkat pembawaanya yang baik dengan lengkap. Manusia berkembang sebagai individu menjadi pribadi yang unik yang bukan duplikat pribadi lain. Tidak ada manusia yang diharap mempunyai kepribadian yang sama sekalipun keterampilannya hampir serupa. Dengan adanya individu dan kelompok yang berbeda-beda diharapkan akan mendorong terjadinya perubahan masyarakat dengan kebudayaannya secara progresif. Pada tingkat dan skala mikro pendidikan merupakan gejala sosial yang mengandalkan interaksi manusia sebagai sesama (subyek) yang masing-masing bernilai setara. Tidak ada perbedaan hakiki dalam nilai orang perorang karena interaksi antar pribadi (interpersonal) itu merupakan perluasan dari interaksi internal dari seseorang dengan dirinya sebagai orang lain, atau antara saya sebagai orang kesatu (yaitu aku) dan saya sebagai orang kedua atau ketiga (yaitu daku atau-ku; harap bandingkan dengan pandangan orang Inggris antara I dan me).
Pada skala makro pendidikan berlangsung dalam ruang lingkup yang besar seperti dalam masyarakat antar desa, antar sekolah, antar kecamatan, antar kota, masyarakat antar suku dan masyarakat antar bangsa. Dalam skala makro masyarakat melaksanakan pendidikan bagi regenerasi sosial yaitu pelimpahan harta budaya dan pelestarian nilai-nilai luhur dari suatu generasi kepada generasi muda dalam kehidupan masyarakat. Diharapkan dengan adanya pendidikan dalam arti luas dan skala makro maka perubahan sosial dan kestabilan masyarakat berangsung dengan baik dan bersama-sama. Pada skala makro ini pendidikan sebagai gejala sosial sering terwujud dalam bentuk komunikasi terutama komunikasi dua arah. Dilihat dari sisi makro, pendidikan meliputi kesamaan arah dalam pikiran dan perasaan yang berakhir dengan tercapainya kemandirian oleh peserta didik. Maka pendidikan dalam skala makro cenderung dinilai bersifat konservatif dan tradisional karena sering terbatas pada penyampaian bahan ajar kepada peserta didik dan bisa kehilangan ciri interaksi yang afektif.
Daptar pustaka
Undang undang pendidikan nasional no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional
H. jalaludin .prof.DR. filsafat pendidikan, media grub.jogyakarta 2007
Jujun sumarsih ,filsafatt ilmu .pustaka Jakarta,jakatrta .2000
Umar tirta raharja ,prof.DR.pengantar pendidikan. Rineka cipta.jakarata.
Metode penelitian pendidikan itu tidak bebas nilai karena tujuan pendidikan adalah untuk melahirkan manusia yang memiliki nilai-nilai moral ( etika ). Di mana penelitian pendidikan yang beretika, dalam pandangan Ibnu Miskawaih yang tertuang dalam buku Tahziibul Akhlaq meliputi hal-hal sebagai berikut :
Pertama : berkaitan dengan prinsip etika yang membahas tentang jiwa dan kecakapan-kecakapanya, hubungan baik dan kebahagiaan, tentang keutamaan-keutamaan moral an kejahatan-kejahatan koral
Kedua : Etika diarahkan pada karakter manusia dan bagaimana mendidik atau memperhalus akhlaqnya
Ketiga : Penelitian etika diarahkan pada persoalan kebaikan dan kebahagiaan
Keempat : Penelitian etika diarahkan pada persoalan keadilan
Kelima : Penelitian etika diarahkan pada persoalan cinta dan persahabatan
Keenam : Penelitian etika menyangkut kesehatan jiwa yang sangat penting bagi manusia.
Apa yang dimaksud dengan landasan aksiologis
Suatu bidang yang menyelidiki nilai-nilai ( value ). Menurut Brameld, ada tiga bagian yang membedakan dalam aksiologi.
Pertama, moral conduct ( tindakan moral ). bidang ini melahirkan ilmu etika.
Kedua, Estetic expression, ( ekspresi keindahan ) yang melahirkan ilmu estetika
Ketiga, socio-political life, kehidupan social politik yang melahirkan ilmu filsafat sosio plolitik
Apakah aksiologis ilmu pendidikan
Suatu pendidikan yang menguji dan mengintegrasikan semua nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan manusia dan membinanya di dalam kepribadian anak. Karena untuk mengatakan sesuatu bernilai baik itu bukanlah hal yang mudah. Apabila nilai secara mendalam dalam arti untuk membina kepribadina ideal. Berikut ini adalah contoh yang dapat kita pergunakan untuk menilai seseorang itu baik, yaitu :
1. Baik, Bu, saya akan selalu baik dan taat pada ibu
2. Nak, bukankah ini bacaan yang baik untukmu
3. Baiklah, pak. Aku akan mengamalkan ilmuku.
Apakah kegunaan ilmu pendidikan itu
Kegunaan pendidikan adalah membimbing manusia dan mengarahkan pertumbuhan manusia dari tahap ke tahap kehidupan manusia sampai kepada titik optimal. Dalam Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan nasional pada Bab II pasal 3 dinyatakan bahwa fungsi atau kegunaan pendidikan adalah Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
Penyelesaian suatu masaalah kependidikan sering menimbulkan masaalah kependidikan lainnya. Bagaimanakah sikap ilmuwan dibidang pendidikan menghadapi kenyataan semacam ini
Sikap para ilmuan dalam hal ini adalah mengedepankan asas nilai pendidikan, dengan cara pemanfaatan teori pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab. Oleh karena itu nilai ilmu pendidikan tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni, melainkan juga nilai ekstrinsik dan ilmu untuk menelaah dasar-dasar kemungkinan bertindak dalam praktek mmelalui kontrol terhadap pengaruh yang negatif dan meningkatkan pengaruh yang positif dalam pendidikan. Dengan demikian ilmu pendidikan tidak bebas nilai mengingat hanya terdapat batas yang sangat tipis antar pekerjaan ilmu pendidikan dan tugas pendidik sebagi pedagok. Dalam hal ini relevan sekali untuk memperhatikan pendidikan sebagai bidang yang sarat nilai seperti dijelaskan oleh Phenix (1966). Itu sebabnya pendidikan memerlukan teknologi pula tetapi pendidikan bukanlah bagian dari iptek. Namun harus diakui bahwa ilmu pendidikan belum jauh pertumbuhannya dibandingkan dengan kebanyakan ilmu sosial dan ilmu prilaku. Lebih-lebih di Indonesia.
Mungkinkah ilmu pendidikan digunakan untuk mencapai tujuan yang tidak mendidik
Ilmu pendidikan tidak dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang tidak mendidik karena ilmu pendidikan tidak bebas nilai dan berada dalam kaidah-kaidah moral serta rumusan-rumusannya mengarah pada pengembangan manusia yang seutuhnya
Apa tujuan pendidikan itu
Dalam Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan nasional pada Bab II pasal 3 bahwa tujuan pendidikan itu adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Mencetak manusia yang memiliki kecerdasan inteletual, moral dan spiritual sehingga mampu mengaktualisasikan seluruh potensi ilahiyah yang ada dalam dirinya untuk menjadi khalifah dibumi guna menggapai kehidupan yang bahagia
Tujuan pendidikan itu bebas nilai atau tidak, mengapa
Pendidikan itu tdak bebas nilai karena secara praktis, pendidikan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai, terutama yang meliputi kualitas kecerdasan, nilai ilmiah, nilai moral dan nilai agama yang semuanya tersimpul dalam tujuan pendidikan yakni membina kepribadian yang ideal.
Tujuan pendidikan, baik itu pada isinya ataupun rumusnnya, tidak akan mungkin dapat kita terapkan tanpa pengertian dan pengetahuan yang tepat tentang nilai-nilai. Membahas tentang nilai-nilai pendidikan, tentu akan lebih jelas kalau dilihat melalui rumusan dan uraian tentang tujuan pendidikanyang tersimpul dalam nilai-nilai pendidikan yang hendak diwujudkan dalam pendidikan anak didik.
Apakah disiplin ilmu lain bebas nilai
Terdapat dua kelompok ilmuwan dalam masaalah ini.
Kelompok pertama menginginkan bahwa ilmu harus bebas nilai, baik itu secara ontologis maupun secara aksiologis. Dalam hal ini tugas ilmuwan adalah menemukan pengetahuan dan terserah kepada orang lain untuk mempergunakannya apakah pengetahuan itu dipergunakan untuk tujuan baik ataukah dipergunakan untuk tujuan buruk.Kelompok ini ingin melanjutkan tradisi bebas nilai secara total seperti pada era Galileo
Kelompok kedua berpendapat bahwa pendidikan itu tidak bebas nilai dan harus berlandaskan asas-asas moral. . Golongan ini mendasarkan pendapatnya pada beberapa hal :
1. Ilmu secara factual telah dipergunakan secara destruktif oleh manusia dan dibuktikan dengan adanya dua perang dunia yang mempergunakan teknologi keilmuan.
2. Ilmu telah berkembang dengan pesat dan makin esoteric sehingga kaum ilmuwan lebih mengetahui tentang akses-akses yang mungkin terjadi bila ada penyalagunaan.
3. Ilmu telah berkembang sedemikian rupa dimana terdapat kemungkinan bahwa ilmu itu dapat mengubah manusia yang paling hakiki seperti pada kasus revolusi genetika dan teknik perubahan social.
Berdasarkan ketiga hal itu maka golongan kedua berpendapat bahwa ilmu secara moral harus ditinjau untuk kebaikan manusia tanpa merendahkan martabat atau mengubah hakekat manusia.
Siapa yang menjamin ilmu pendidikan tidak bebas nilai
Manusia yang menjamin ilmu pendidikan tidak bebas nilai karena manusia sebagai subyek sekaligus obyek dari ilmu pendidikan dimana manusia adalah makhluk social dan makhluk budaya. Sebagai makhluk social tentunya manusia selalu hidup bersama dalam interaksi dan interdependensi dengan sesamanya. Oleh karena itu, manusia tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhannya tanpa orang lain. Karena pada dasarnya manusia akan membutuhkan sesuatu dari orang lain, baik itu berupa jasmaniah maupun rohani. Dalam rangka membangun sifat social tersebut, manusia menghadapi masaalah-masalah social yang berkaitan dekat dengan nilai-nilai. Nilai-nilai itu merupakan factor internal dengan hubungan antarsocial tersebut, sebagaimana dikatakan Celsius, ubi sociates, idius dimana ada suatu masyarakat disana pasti ada hukum dengan kata lain dimana ada masyarakat maka disitulah akan timbulnya suatu nilai-nilai.
Nilai tentang baik buruk sendiri itu apa
Secara umum cakupan pengertian nilai itu tak terbatas. Maksudnya segala sesuatu dalam alam raya ini bernilai. Dalam Ensiklopedi Britanica disebutkan, bahwa nilai itu merupakan suatu penetapan atau suatu kualitas suatu obyek yang menyangkut suatu jenis apresiasi.
Perkembangan penyelidikan ilmu pengetahuan tentang nilai menyebabkan beragam pandangan manusia tentang nilai-nilai. Begitu juga sejarah peradaban manusia mengenai nilai masih merupakan problem, meskipun selama itu pula manusia tetap tidak mengingkari efektifitas nilai di dalam hidupnya. Diantaranya Penganut sofisme yang dimotori oleh Pitagoras ( 481 – 411 SM ) berpendapat bahwa nilai bersifat relative tergantung pada waktu. Edangkan menurut kaum idealisme, nilai itu bersifat normative dengan kualita baik dan buruk. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai itu merupakan hail dari kreativitas manusia dalam rangka melakukan kegiatan social baik itu berupa cinta, simpati dan lain-lain.
Kekeliruan praktek pendidikan dampaknya sering baru diketahui setelah berlangsung lama. Bagaimana sikap seorang ilmuan di bidang ilmu pendidikan dalam menghadapi kenyataan seperti tersebut,
Para ilmuan disisni mengedepankan asas pendidikan itu sendiri, dengan penggunaan teori yang ada .seperti sebuah ungkapan yang mengatakan.
“Praktek tanpa teori adalah untuk orang idiot dan gila, sedangkan teori praktek hanya untuk orang-orang jenius”.
Ini berarti bahwa sebaiknya pendidikan tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang mampu bertanggung jawab secara rasional, sosial dan moral. Sebaliknya apabila pendidikan dalam praktek dipaksakan tanpa teori dan alasan yang memadai maka hasilnya adalah bahwa semua pendidik dan peserta didik akan merugi. Kita merugi karena tidak mampu bertanggung jawab atas esensi perbutan tersebut.
Fungsi ilmu pendidikan adalah untuk menjelaskan, meramalkan dan mengendalaikan terjadinya fenomena pendidikan. Apakah contoh mikro dan makro dari pelaksanaan fungsi-fungsi pendidikan tersebut.
Pada skala mikro pendidikan bagi individu dan kelompok kecil beralngsung dalam skala relatif tebatas seperti antara sesama sahabat, antara seorang guru dengan satu atau sekelompok kecil siswanya, serta dalam keluarga antara suami dan isteri, antara orang tua dan anak serta anak lainnya. Pendidikan dalam skala mikro diperlukan agar manusia sebagai individu berkembang semua potensinya dalam arti perangkat pembawaanya yang baik dengan lengkap. Manusia berkembang sebagai individu menjadi pribadi yang unik yang bukan duplikat pribadi lain. Tidak ada manusia yang diharap mempunyai kepribadian yang sama sekalipun keterampilannya hampir serupa. Dengan adanya individu dan kelompok yang berbeda-beda diharapkan akan mendorong terjadinya perubahan masyarakat dengan kebudayaannya secara progresif. Pada tingkat dan skala mikro pendidikan merupakan gejala sosial yang mengandalkan interaksi manusia sebagai sesama (subyek) yang masing-masing bernilai setara. Tidak ada perbedaan hakiki dalam nilai orang perorang karena interaksi antar pribadi (interpersonal) itu merupakan perluasan dari interaksi internal dari seseorang dengan dirinya sebagai orang lain, atau antara saya sebagai orang kesatu (yaitu aku) dan saya sebagai orang kedua atau ketiga (yaitu daku atau-ku; harap bandingkan dengan pandangan orang Inggris antara I dan me).
Pada skala makro pendidikan berlangsung dalam ruang lingkup yang besar seperti dalam masyarakat antar desa, antar sekolah, antar kecamatan, antar kota, masyarakat antar suku dan masyarakat antar bangsa. Dalam skala makro masyarakat melaksanakan pendidikan bagi regenerasi sosial yaitu pelimpahan harta budaya dan pelestarian nilai-nilai luhur dari suatu generasi kepada generasi muda dalam kehidupan masyarakat. Diharapkan dengan adanya pendidikan dalam arti luas dan skala makro maka perubahan sosial dan kestabilan masyarakat berangsung dengan baik dan bersama-sama. Pada skala makro ini pendidikan sebagai gejala sosial sering terwujud dalam bentuk komunikasi terutama komunikasi dua arah. Dilihat dari sisi makro, pendidikan meliputi kesamaan arah dalam pikiran dan perasaan yang berakhir dengan tercapainya kemandirian oleh peserta didik. Maka pendidikan dalam skala makro cenderung dinilai bersifat konservatif dan tradisional karena sering terbatas pada penyampaian bahan ajar kepada peserta didik dan bisa kehilangan ciri interaksi yang afektif.
Daptar pustaka
Undang undang pendidikan nasional no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional
H. jalaludin .prof.DR. filsafat pendidikan, media grub.jogyakarta 2007
Jujun sumarsih ,filsafatt ilmu .pustaka Jakarta,jakatrta .2000
Umar tirta raharja ,prof.DR.pengantar pendidikan. Rineka cipta.jakarata.
Langganan:
Postingan (Atom)